Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, January 17, 2017

Matius 4: 18-25 | Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia



Bacaan Firman Tuhan: Matius 4: 18-25
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Sebagaimana Tuhan Yesus pernah mengatakan “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan” (Matius 13:47). Maka tidaklah mengherankan mengapa Yesus memilih dan memanggil murid-muridNya yang berprofesi sebagai nelayan. Beberapa murid Yesus ternyata adalah berprofesi sebagai nelayan sebelum akhirnya mereka meninggalkan perahu dan jalanya. Diantaranya: Petrus, Andreas, Filipus, Yakobus, Yohanes, Tomas dan Natanael (Mat. 4: 18,21; Yoh.1:44, 21:2).

 Pemanggilan mereka yang dari latarbelakang nelayan tentu menitikberatkan pada keidentikan semangat dan motivasi seorang nelayan dengan misi penginjilan yang dilakukan oleh Yesus. Sebagaimana halnya Yesus mengidentikan Kerajaan Sorga itu seperti melabuhkan pukat ke laut untuk mendapatkan berbagai macam jenis ikan.

Alih profesi dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Semangat untuk menjala itu tetap ada pada mereka dan tidak akan hilang. Mereka hanya akan mengganti jala dan perahu yang berbeda, yang jauh lebih besar yang berasal dari Tuhan. Jala yang akan mereka tebarkan itu akan jauh lebih besar luas, sebab yang mereka jala adalah hati dan jiwa manusia.

Jika kita mau meneliti lebih jauh dan dalam profesi seorang nelayan, maka kita akan menemukan sikap dan sifat yang diperlukan oleh seseorang untuk hidup dalam panggilan Yesus.
            Sabar: Belajar untuk sabar menunggu hingga mendapatkan ikan. Dapat juga kita ilustrasikan bagaimana seorang yang memancing dengan sabar bahkan seharian menunggu umpannya di makan ikan. Hidup dalam panggilan Yesus bukanlah hal yang instant, namun harus tetap memiliki pengharapan.

            Semangat Pantang Menyerah: Tidak selamanya penjala ikan itu akan mendapatkan hasil, sebagaimana Simon menjawab Yesus yang mengatakan bahwa sepanjang malam mereka bekerja keras namun tidak mendapatkan apa-apa (Luk. 5: 5). Untuk menyambung hidup, maka walaupun hari ini tidak mendapatkan hasil bukan artinya esok tidak lagi menangkap ikan, tetapi tetap akan dilakukan. Hidup dalam panggilan Yesus bukanlah hidup dimana kita akan selalu mendapat apa yang kita inginkan, namun hidup dalam panggilan Yesus adalah mengikuti setiap dinamika kehidupan dengan selalu bersyukur di dalam Tuhan.


            Tangguh dan Berani: Tidak selamanya air tenang, terkadang badai akan datang. Berjuang di lautan luas bahkan jika badai datang adalah situasi yang terkadang di hadapi oleh nelayan. Hidup dalam panggilan Tuhan tidaklah mengatakan bahwa hidup akan tenang-tenang saja, namun kita juga harus mampu untuk tegar dan berani menghadapi badai kehidupan. Ada suka dan duka yang kita hadapi, namun semuanya itu tidak akan menyurutkan langkah kita untuk mengikut Yesus. 

Panggilan Yesus adalah mengubah paradikma/pandangan kita tentang apa yang kita kerjakan dan tekuni dalam dunia ini, sebagaimana Petrus dan saudara-saudaranya yang dipanggil Yesus dari penjala ikan menjadi penjala manusia. 

Sebagaimana Yesus memanggil dan memakai murid-muridNya untuk penyataan Kerajaan Sorga, demikianlah kita juga hidup dalam panggilan Yesus melalui setiap profesi dan pekerjaan yang kita tekuni masing-masing. Kita menekuni setiap profesi yang kita punya tidak sebatas untuk mencari uang atau kehidupan maupun harta duniawi, namun jauh lebih besar, luas dan dalamnya bahwa Tuhan akan memakai kita sebagai alat penyataan Kerajaan Allah dalam dunia ini.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Matius 4: 18-25 | Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia



Bacaan Firman Tuhan: Matius 4: 18-25
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Sebagaimana Tuhan Yesus pernah mengatakan “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan” (Matius 13:47). Maka tidaklah mengherankan mengapa Yesus memilih dan memanggil murid-muridNya yang berprofesi sebagai nelayan. Beberapa murid Yesus ternyata adalah berprofesi sebagai nelayan sebelum akhirnya mereka meninggalkan perahu dan jalanya. Diantaranya: Petrus, Andreas, Filipus, Yakobus, Yohanes, Tomas dan Natanael (Mat. 4: 18,21; Yoh.1:44, 21:2).

 Pemanggilan mereka yang dari latarbelakang nelayan tentu menitikberatkan pada keidentikan semangat dan motivasi seorang nelayan dengan misi penginjilan yang dilakukan oleh Yesus. Sebagaimana halnya Yesus mengidentikan Kerajaan Sorga itu seperti melabuhkan pukat ke laut untuk mendapatkan berbagai macam jenis ikan.

Alih profesi dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Semangat untuk menjala itu tetap ada pada mereka dan tidak akan hilang. Mereka hanya akan mengganti jala dan perahu yang berbeda, yang jauh lebih besar yang berasal dari Tuhan. Jala yang akan mereka tebarkan itu akan jauh lebih besar luas, sebab yang mereka jala adalah hati dan jiwa manusia.

Jika kita mau meneliti lebih jauh dan dalam profesi seorang nelayan, maka kita akan menemukan sikap dan sifat yang diperlukan oleh seseorang untuk hidup dalam panggilan Yesus.
            Sabar: Belajar untuk sabar menunggu hingga mendapatkan ikan. Dapat juga kita ilustrasikan bagaimana seorang yang memancing dengan sabar bahkan seharian menunggu umpannya di makan ikan. Hidup dalam panggilan Yesus bukanlah hal yang instant, namun harus tetap memiliki pengharapan.

            Semangat Pantang Menyerah: Tidak selamanya penjala ikan itu akan mendapatkan hasil, sebagaimana Simon menjawab Yesus yang mengatakan bahwa sepanjang malam mereka bekerja keras namun tidak mendapatkan apa-apa (Luk. 5: 5). Untuk menyambung hidup, maka walaupun hari ini tidak mendapatkan hasil bukan artinya esok tidak lagi menangkap ikan, tetapi tetap akan dilakukan. Hidup dalam panggilan Yesus bukanlah hidup dimana kita akan selalu mendapat apa yang kita inginkan, namun hidup dalam panggilan Yesus adalah mengikuti setiap dinamika kehidupan dengan selalu bersyukur di dalam Tuhan.


            Tangguh dan Berani: Tidak selamanya air tenang, terkadang badai akan datang. Berjuang di lautan luas bahkan jika badai datang adalah situasi yang terkadang di hadapi oleh nelayan. Hidup dalam panggilan Tuhan tidaklah mengatakan bahwa hidup akan tenang-tenang saja, namun kita juga harus mampu untuk tegar dan berani menghadapi badai kehidupan. Ada suka dan duka yang kita hadapi, namun semuanya itu tidak akan menyurutkan langkah kita untuk mengikut Yesus. 

Panggilan Yesus adalah mengubah paradikma/pandangan kita tentang apa yang kita kerjakan dan tekuni dalam dunia ini, sebagaimana Petrus dan saudara-saudaranya yang dipanggil Yesus dari penjala ikan menjadi penjala manusia. 

Sebagaimana Yesus memanggil dan memakai murid-muridNya untuk penyataan Kerajaan Sorga, demikianlah kita juga hidup dalam panggilan Yesus melalui setiap profesi dan pekerjaan yang kita tekuni masing-masing. Kita menekuni setiap profesi yang kita punya tidak sebatas untuk mencari uang atau kehidupan maupun harta duniawi, namun jauh lebih besar, luas dan dalamnya bahwa Tuhan akan memakai kita sebagai alat penyataan Kerajaan Allah dalam dunia ini.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Mengikut Yesus dengan judul Matius 4: 18-25 | Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/01/matius-4-18-25-penjala-ikan-menjadi.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Matius 4: 18-25 | Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia "