Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Sunday, November 9, 2014

Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat!



Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 1: 7+ 12-18
Melalui nabi Zefanya, Allah memperingatkan akan kedatangan “hari Tuhan” yang dahsyat. Ketika para bangsawan yang telah melakukan pratek kekerasan dan penipuan untuk mengejar kekuasaan, ketika masyarakat hanya sibuk untuk memikirkan ekonominya, ketika para imam tidak lagi menghormati hukum dan kekudusan Tuhan. Hukuman Tuhan yang dahsyat akan menjadi bahagian dari orang-orang yang tidak lagi memperdulikan Firman Tuhan, kepada mereka yang hanya berpengharapan pada kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. 


Namun Tuhan juga mengingatkan mereka yang rendah hati yang melakukan hukumNya untuk tetap mempertahankan kebenaran yang dipegangnya yang akan melindungi mereka dari kemurkaan Tuhan.


Dalam kitab Zefanya ini dikatakan “Hari Tuhan sudah dekat”, maka akan muncul pertanyaan sedekat apakah kedatangan Tuhan itu? Tuhan Yesus mengumpamakan seperti seorang pencuri di malam hari (Luk. 12:39-40) dan juga seperti perempuan-perempuan yang menanti kedatangan pengantin laki-laki (Mat. 25: 1-13). Dekatnya kedatangan hari Tuhan itu adalah ketika manusia tidak dapat menyangka kedatanganNya. Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa kedatanganNya adalah suatu kepastian, sebab kerajaanNya bukanlah dari dunia ini (Yoh. 18:36). Maka ketika manusia itu selama diberi kesempatan hidup di dunia ini masih saja mengikat hati, ambisi dan pikirannya pada hal-hal duniawi tanpa perduli akan hal sorgawi, maka mereka adalah orang-orang yang tidak siap ketika hari Tuhan itu tiba.

Dalam nas ini dapat kita lihat bagaimana kesia-siaan hidup orang yang berpengharapan kepada kuasa, kenikmatan, kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. Karena ketika hariNya tiba, maka setiap orang yang mencari hal-hal duniawi akan lenyap bersama kedahsyatan hukumanNya. Maka tidak ada perbuatan dosa yang terlewat dari penghukuman Tuhan. Semakin jauh kita meninggalkan Tuhan, semakin jauh kita hidup dalam dosa dan kejahatan, maka kita semakin dekat kepada nyala api kemarahan Tuhan yang menyala-nyala. Betapa dekatnya 'hari Tuhan' yang dahsyat itu bagi mereka.

Ketika manusia dipikat oleh kenikmatan duniawi untuk melupakan, bahkan tidak perduli lagi akan perintah dan janji Tuhan yang menciptakannya. Ketika manusia itu telah terpikat oleh logikanya, ketika manusia itu dipikat oleh egonya hanya untuk keselamatan dan kesenangan yang terbatas oleh waktu. Maka dia tidak akan perduli apakah yang dilakukannya benar atau salah, yang penting bahwa dia dapat mencapai keinginan duniawinya.

Maukah manusia itu menyadari bahwa pada akhirnya semua yang dapat peroleh dalam dunia ini akan tinggalkan? Kita akan meninggalkan kemegahan rumah yang kita bangun, kebun yang kita usahakan, emas dan perak yang kita peroleh. Dapatkah itu semua menyelamatkan nyawa kita? Bukankah pada akhirnya itu semua adalah kesia-siaan? Semua akan lenyap, namun hidup dalam kebenaran Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Semuanya itu bisa saja kita peroleh, namun itu bukanlah tujuan hidup orang kristen dan itu semua bukanlah sumber kebahagiaan kita, sebab Tuhan telah menyediakan bagi orang benar rumah yang baka dipenuhi oleh kemuliaan Allah.



Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 1: 7+ 12-18
Melalui nabi Zefanya, Allah memperingatkan akan kedatangan “hari Tuhan” yang dahsyat. Ketika para bangsawan yang telah melakukan pratek kekerasan dan penipuan untuk mengejar kekuasaan, ketika masyarakat hanya sibuk untuk memikirkan ekonominya, ketika para imam tidak lagi menghormati hukum dan kekudusan Tuhan. Hukuman Tuhan yang dahsyat akan menjadi bahagian dari orang-orang yang tidak lagi memperdulikan Firman Tuhan, kepada mereka yang hanya berpengharapan pada kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. 


Namun Tuhan juga mengingatkan mereka yang rendah hati yang melakukan hukumNya untuk tetap mempertahankan kebenaran yang dipegangnya yang akan melindungi mereka dari kemurkaan Tuhan.


Dalam kitab Zefanya ini dikatakan “Hari Tuhan sudah dekat”, maka akan muncul pertanyaan sedekat apakah kedatangan Tuhan itu? Tuhan Yesus mengumpamakan seperti seorang pencuri di malam hari (Luk. 12:39-40) dan juga seperti perempuan-perempuan yang menanti kedatangan pengantin laki-laki (Mat. 25: 1-13). Dekatnya kedatangan hari Tuhan itu adalah ketika manusia tidak dapat menyangka kedatanganNya. Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa kedatanganNya adalah suatu kepastian, sebab kerajaanNya bukanlah dari dunia ini (Yoh. 18:36). Maka ketika manusia itu selama diberi kesempatan hidup di dunia ini masih saja mengikat hati, ambisi dan pikirannya pada hal-hal duniawi tanpa perduli akan hal sorgawi, maka mereka adalah orang-orang yang tidak siap ketika hari Tuhan itu tiba.

Dalam nas ini dapat kita lihat bagaimana kesia-siaan hidup orang yang berpengharapan kepada kuasa, kenikmatan, kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. Karena ketika hariNya tiba, maka setiap orang yang mencari hal-hal duniawi akan lenyap bersama kedahsyatan hukumanNya. Maka tidak ada perbuatan dosa yang terlewat dari penghukuman Tuhan. Semakin jauh kita meninggalkan Tuhan, semakin jauh kita hidup dalam dosa dan kejahatan, maka kita semakin dekat kepada nyala api kemarahan Tuhan yang menyala-nyala. Betapa dekatnya 'hari Tuhan' yang dahsyat itu bagi mereka.

Ketika manusia dipikat oleh kenikmatan duniawi untuk melupakan, bahkan tidak perduli lagi akan perintah dan janji Tuhan yang menciptakannya. Ketika manusia itu telah terpikat oleh logikanya, ketika manusia itu dipikat oleh egonya hanya untuk keselamatan dan kesenangan yang terbatas oleh waktu. Maka dia tidak akan perduli apakah yang dilakukannya benar atau salah, yang penting bahwa dia dapat mencapai keinginan duniawinya.

Maukah manusia itu menyadari bahwa pada akhirnya semua yang dapat peroleh dalam dunia ini akan tinggalkan? Kita akan meninggalkan kemegahan rumah yang kita bangun, kebun yang kita usahakan, emas dan perak yang kita peroleh. Dapatkah itu semua menyelamatkan nyawa kita? Bukankah pada akhirnya itu semua adalah kesia-siaan? Semua akan lenyap, namun hidup dalam kebenaran Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Semuanya itu bisa saja kita peroleh, namun itu bukanlah tujuan hidup orang kristen dan itu semua bukanlah sumber kebahagiaan kita, sebab Tuhan telah menyediakan bagi orang benar rumah yang baka dipenuhi oleh kemuliaan Allah.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat!



Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 1: 7+ 12-18
Melalui nabi Zefanya, Allah memperingatkan akan kedatangan “hari Tuhan” yang dahsyat. Ketika para bangsawan yang telah melakukan pratek kekerasan dan penipuan untuk mengejar kekuasaan, ketika masyarakat hanya sibuk untuk memikirkan ekonominya, ketika para imam tidak lagi menghormati hukum dan kekudusan Tuhan. Hukuman Tuhan yang dahsyat akan menjadi bahagian dari orang-orang yang tidak lagi memperdulikan Firman Tuhan, kepada mereka yang hanya berpengharapan pada kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. 


Namun Tuhan juga mengingatkan mereka yang rendah hati yang melakukan hukumNya untuk tetap mempertahankan kebenaran yang dipegangnya yang akan melindungi mereka dari kemurkaan Tuhan.


Dalam kitab Zefanya ini dikatakan “Hari Tuhan sudah dekat”, maka akan muncul pertanyaan sedekat apakah kedatangan Tuhan itu? Tuhan Yesus mengumpamakan seperti seorang pencuri di malam hari (Luk. 12:39-40) dan juga seperti perempuan-perempuan yang menanti kedatangan pengantin laki-laki (Mat. 25: 1-13). Dekatnya kedatangan hari Tuhan itu adalah ketika manusia tidak dapat menyangka kedatanganNya. Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa kedatanganNya adalah suatu kepastian, sebab kerajaanNya bukanlah dari dunia ini (Yoh. 18:36). Maka ketika manusia itu selama diberi kesempatan hidup di dunia ini masih saja mengikat hati, ambisi dan pikirannya pada hal-hal duniawi tanpa perduli akan hal sorgawi, maka mereka adalah orang-orang yang tidak siap ketika hari Tuhan itu tiba.

Dalam nas ini dapat kita lihat bagaimana kesia-siaan hidup orang yang berpengharapan kepada kuasa, kenikmatan, kekuatan dan rencana-rencana pikiran duniawi. Karena ketika hariNya tiba, maka setiap orang yang mencari hal-hal duniawi akan lenyap bersama kedahsyatan hukumanNya. Maka tidak ada perbuatan dosa yang terlewat dari penghukuman Tuhan. Semakin jauh kita meninggalkan Tuhan, semakin jauh kita hidup dalam dosa dan kejahatan, maka kita semakin dekat kepada nyala api kemarahan Tuhan yang menyala-nyala. Betapa dekatnya 'hari Tuhan' yang dahsyat itu bagi mereka.

Ketika manusia dipikat oleh kenikmatan duniawi untuk melupakan, bahkan tidak perduli lagi akan perintah dan janji Tuhan yang menciptakannya. Ketika manusia itu telah terpikat oleh logikanya, ketika manusia itu dipikat oleh egonya hanya untuk keselamatan dan kesenangan yang terbatas oleh waktu. Maka dia tidak akan perduli apakah yang dilakukannya benar atau salah, yang penting bahwa dia dapat mencapai keinginan duniawinya.

Maukah manusia itu menyadari bahwa pada akhirnya semua yang dapat peroleh dalam dunia ini akan tinggalkan? Kita akan meninggalkan kemegahan rumah yang kita bangun, kebun yang kita usahakan, emas dan perak yang kita peroleh. Dapatkah itu semua menyelamatkan nyawa kita? Bukankah pada akhirnya itu semua adalah kesia-siaan? Semua akan lenyap, namun hidup dalam kebenaran Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Semuanya itu bisa saja kita peroleh, namun itu bukanlah tujuan hidup orang kristen dan itu semua bukanlah sumber kebahagiaan kita, sebab Tuhan telah menyediakan bagi orang benar rumah yang baka dipenuhi oleh kemuliaan Allah.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akhir Zaman / Khotbah Minggu dengan judul Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat! . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/11/zefanya-1-7-12-18-hari-tuhan-sudah-dekat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat! "