Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Sunday, November 9, 2014

Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat!

Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 1: 7, 12-18
Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat! Maka harta kekayaannya akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat kebun anggur, mereka tidak akan minum anggurnya."

Dalam pengakuan iman kita menyaksikan bahwa kita mempercayai pada saatnya kehidupan di dunia ini akan berakhir. Waktu dan saatnya yang tidak kita tahu seperti pencuri di malam hari, apakah akhir dunia ini akan terjadi setelah kita meninggal atau ketika kita masih hidup. Namun yang pasti Tuhan Yesus akan datang kembali ke dunia ini dan kita akan berdiri di hadapan pengadilanNya.

Dalam nas ini di terangkan pada kita, bahwa hari Tuhan yang akan terjadi itu adalah hari kegemasan, hari kesusahan, hari kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan bahkan pahlawan sekalipun akan menangis di buatnya. Dalam nas ini juga kita di ingatkan bahwa pada saatnya rumah yang kita bangun dalam dunia ini tidak akan ada artinya, emas dan perak yag kita kumpulkan itu tidak akan ada nilainya sebab segala sesuatunya akan musnah.

Oleh karena itu, firman Tuhan mengajak kita saat ini untuk mempersiapkan diri dalam menanti kedatangan hari Tuhan yang dahsyat itu. Maka kita di sadarkan apa yang membuat hari Tuhan itu menjadi hari kegemasan, hari kesusahan, hari kesulitan bagi kita.

Maka kita harus waspada akan dua akar dosa yang besar yang dapat merambat membawa kita untuk melakukan berbagai macam dosa lainnya.

1.      Menduakan Tuhan
Jika dalam konteks bangsa Israel saat itu, mereka menyembah Tuhan, tetapi di sisi yang lain mereka juga menyembah ilah-ilah lain. Istilahlah sekarang “pasang dua” mana yang dapat, tidak dapat dari sana, dapat dari sini begitu pula sebaliknya. Seperti itulah sikap orang yang menduakan Tuhan yang di dalam dirinya bekerja roh-roh duniawi, yang hanya memfokuskan dirinya pada kenikmatan duniawi saja.

Pada jaman saat ini, penyembahan berhala pada ilah-ilah duniawi tidak hanya sebatas pada praktek-praktek perdukunan tetapi telah merambah jauh dalam berbagai bentuk. Intinya penyembahan berhala itu telah merasuki ke setiap lini kehidupan manusia yang mana bagi sebahagian orang tidak lagi dapat membatasi diri untuk melakukan nafsu duniawi, apapun akan di lakukan yang penting kesenangan duniawinya tercapai. Untuk mencapai kenikmatan dunia ini maka di pakailah istilah “kanan kiri ok” bahwa dari manapun akan di usahakan untuk mencapai kenikmatan dunianya bahkan Tuhan juga di buatnya menjadi budak kenikmatan dunianya. Alih-alih ingin memuji Tuhan, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah hanya ingin mencapai nafsu dan kerakusannya.

Maka firman Tuhan saat ini ingin menyapa kita bahwa sebagaimana kita yang menginginkan kebahagiaan hidup demikian pula dengan Tuhan yang juga menginginkan kita hidup bahagia di dunia yang Dia ciptakan ini. Dunia ini di jadikan Tuhan bukan menjadi gelanglang pembantaian, justru sebaliknya manusia itu sendiri yang membuat dunia ini menjadi tempat yang menyedihkan dan mengerikan oleh perbuatan dosanya sendiri.

Kita sendiri dapat menemukan dalam Alkitab bagaimana Tuhan itu menempatkan manusia pertama ke taman Eden, di tempat itu segala yang di perlukan oleh manusia telah tersedia, begitu pula janji Tuhan yang menuntun umat Israel ke tanah Kanaan, tanah yang penuh dengan madu dan susu, dan seperti pengakuan Daud “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang” (Mazmur 23: 2).

Jika dari Tuhan pencipta kita, kebaikanlah yang Dia rencanakan bagi kita, hanya bagaimana agar kita mengikuti ‘aturan main’ dari Tuhan yang telah di tetapkanNya, jangan kita buat aturan main sendiri sesuaka hati kita di dunia yang di jadikanNya ini.

Sebagai umat yang mempercayai Tuhan sebagai pencipta, bagaimana kita meneguhkan diri bahwa hanya dari Tuhan kita mendapatkan kebahagiaan hidup, kekayaan dari Tuhanlah yang kita cari, pertolongan dari Tuhanlah yang kita minta, kesembuhan yang dari Tuhanlah yang kita minta.

2.      Tidak mempercayai keberadaan Tuhan  
Dalam ayat 12 dikatakan “Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!”. Hal ini adalah ungkapan yang muncul dari orang yang tidak lagi mempercayai keberadaan dan kuasa Tuhan. Dalam percakapan kita sehari-hari tidak jarang juga uncul ungkapan-ungkapan yang tidak lebih sama seperti yang di ungkapkan oleh orang Israel dalam nas ini.
Ada yang mengatakan:
“Memangnya gereja bisa kasih kamu makan?”
“Jika kau tidak datang ke gereja, apa Tuhan itu akan pukul kepalamu?”
“dilakukan dosa bukanya terjadi apa-apa, berdoa juga pada Tuhan sama juga tidak ada yang terjadi!”

Jika ada suara seperti ini muncul dalam hati kita, jangan-jangan kita sudah mulai tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Maka firman Tuhan ingin menyapa kita saat ini, dengan penegasan akan kuasaNya yang besar bahwa Tuhan itu ada, bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Hanya saja kita yang tidak sensitive tidak peka akan kehadiran dan keberadaan Tuhan dalam segala peristiwa yang kita hadapi.

Ketidakpekaan kita akan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa yang kita hadapi tidak lepas dari penghayatan yang sudah tertanam dalam diri kita tentang kehadiran Allah yang hanya terjadi pada peristiwa yang spektakuler, padahal kehadiran Tuhan itu bukanlah temporer hanya pada saat tertentu saja, tetapi setiap saat waktu dan segala peristiwa yang kita hadapi. Karena kita mengenal Tuhan yang adalah Immanuel bahwa Allah beserta kita, bukan pesulap.

Dalam proses perjalanan kehidupan kita, Tuhan tetap ada dan berkarya dalam segala peristiwa yang kita hadapi. Dalam segala peristiwa itulah Tuhan bekerja untuk semakin menumbuhkan Iman Kasih dan Pengharapan kita. Tuhan bukanya tidak bertindak untuk kita, tetapi kita yang tidak tahu bagaimana Tuhan bekerja dalam diri kita.

Untuk lebih dalam kita merenungkan nas ini, adalah baik jika kita merenungkan Mazmur 23. Kita akan di bawa untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dikatakan jelas bahwa “Tuhan adalah gembalaku” yang menuntun ke padang rumput hijau dan air yang tenang, namun walaupun demikian bukan artinya kita tanpa pergumulan, tetapi dikatakan “Aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku”. Dalam dunia ini kita di gembalakan oleh Tuhan, maka akan ada tujuan kemana Tuhan menggembalakan kita dikatakan lagi “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”. Maka penggembalaan Tuhan memiliki tujuan yang penuh sukacita, kesitulah tujuan kehidupan kita untuk masuk ke rumah Tuhan. Maka supaya hari Tuhan itu tidak menjadi hari kesusahan bagi kita, berilah dirimu di gembalakan Tuhan untuk memasuki rumahNya yang baka, supaya hari Tuhan itu menjadi hari bahagia, hari kemenangan, hari sukacita abadi kita. Amin

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat!

Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 1: 7, 12-18
Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat! Maka harta kekayaannya akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat kebun anggur, mereka tidak akan minum anggurnya."

Dalam pengakuan iman kita menyaksikan bahwa kita mempercayai pada saatnya kehidupan di dunia ini akan berakhir. Waktu dan saatnya yang tidak kita tahu seperti pencuri di malam hari, apakah akhir dunia ini akan terjadi setelah kita meninggal atau ketika kita masih hidup. Namun yang pasti Tuhan Yesus akan datang kembali ke dunia ini dan kita akan berdiri di hadapan pengadilanNya.

Dalam nas ini di terangkan pada kita, bahwa hari Tuhan yang akan terjadi itu adalah hari kegemasan, hari kesusahan, hari kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan bahkan pahlawan sekalipun akan menangis di buatnya. Dalam nas ini juga kita di ingatkan bahwa pada saatnya rumah yang kita bangun dalam dunia ini tidak akan ada artinya, emas dan perak yag kita kumpulkan itu tidak akan ada nilainya sebab segala sesuatunya akan musnah.

Oleh karena itu, firman Tuhan mengajak kita saat ini untuk mempersiapkan diri dalam menanti kedatangan hari Tuhan yang dahsyat itu. Maka kita di sadarkan apa yang membuat hari Tuhan itu menjadi hari kegemasan, hari kesusahan, hari kesulitan bagi kita.

Maka kita harus waspada akan dua akar dosa yang besar yang dapat merambat membawa kita untuk melakukan berbagai macam dosa lainnya.

1.      Menduakan Tuhan
Jika dalam konteks bangsa Israel saat itu, mereka menyembah Tuhan, tetapi di sisi yang lain mereka juga menyembah ilah-ilah lain. Istilahlah sekarang “pasang dua” mana yang dapat, tidak dapat dari sana, dapat dari sini begitu pula sebaliknya. Seperti itulah sikap orang yang menduakan Tuhan yang di dalam dirinya bekerja roh-roh duniawi, yang hanya memfokuskan dirinya pada kenikmatan duniawi saja.

Pada jaman saat ini, penyembahan berhala pada ilah-ilah duniawi tidak hanya sebatas pada praktek-praktek perdukunan tetapi telah merambah jauh dalam berbagai bentuk. Intinya penyembahan berhala itu telah merasuki ke setiap lini kehidupan manusia yang mana bagi sebahagian orang tidak lagi dapat membatasi diri untuk melakukan nafsu duniawi, apapun akan di lakukan yang penting kesenangan duniawinya tercapai. Untuk mencapai kenikmatan dunia ini maka di pakailah istilah “kanan kiri ok” bahwa dari manapun akan di usahakan untuk mencapai kenikmatan dunianya bahkan Tuhan juga di buatnya menjadi budak kenikmatan dunianya. Alih-alih ingin memuji Tuhan, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah hanya ingin mencapai nafsu dan kerakusannya.

Maka firman Tuhan saat ini ingin menyapa kita bahwa sebagaimana kita yang menginginkan kebahagiaan hidup demikian pula dengan Tuhan yang juga menginginkan kita hidup bahagia di dunia yang Dia ciptakan ini. Dunia ini di jadikan Tuhan bukan menjadi gelanglang pembantaian, justru sebaliknya manusia itu sendiri yang membuat dunia ini menjadi tempat yang menyedihkan dan mengerikan oleh perbuatan dosanya sendiri.

Kita sendiri dapat menemukan dalam Alkitab bagaimana Tuhan itu menempatkan manusia pertama ke taman Eden, di tempat itu segala yang di perlukan oleh manusia telah tersedia, begitu pula janji Tuhan yang menuntun umat Israel ke tanah Kanaan, tanah yang penuh dengan madu dan susu, dan seperti pengakuan Daud “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang” (Mazmur 23: 2).

Jika dari Tuhan pencipta kita, kebaikanlah yang Dia rencanakan bagi kita, hanya bagaimana agar kita mengikuti ‘aturan main’ dari Tuhan yang telah di tetapkanNya, jangan kita buat aturan main sendiri sesuaka hati kita di dunia yang di jadikanNya ini.

Sebagai umat yang mempercayai Tuhan sebagai pencipta, bagaimana kita meneguhkan diri bahwa hanya dari Tuhan kita mendapatkan kebahagiaan hidup, kekayaan dari Tuhanlah yang kita cari, pertolongan dari Tuhanlah yang kita minta, kesembuhan yang dari Tuhanlah yang kita minta.

2.      Tidak mempercayai keberadaan Tuhan  
Dalam ayat 12 dikatakan “Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!”. Hal ini adalah ungkapan yang muncul dari orang yang tidak lagi mempercayai keberadaan dan kuasa Tuhan. Dalam percakapan kita sehari-hari tidak jarang juga uncul ungkapan-ungkapan yang tidak lebih sama seperti yang di ungkapkan oleh orang Israel dalam nas ini.
Ada yang mengatakan:
“Memangnya gereja bisa kasih kamu makan?”
“Jika kau tidak datang ke gereja, apa Tuhan itu akan pukul kepalamu?”
“dilakukan dosa bukanya terjadi apa-apa, berdoa juga pada Tuhan sama juga tidak ada yang terjadi!”

Jika ada suara seperti ini muncul dalam hati kita, jangan-jangan kita sudah mulai tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Maka firman Tuhan ingin menyapa kita saat ini, dengan penegasan akan kuasaNya yang besar bahwa Tuhan itu ada, bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Hanya saja kita yang tidak sensitive tidak peka akan kehadiran dan keberadaan Tuhan dalam segala peristiwa yang kita hadapi.

Ketidakpekaan kita akan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa yang kita hadapi tidak lepas dari penghayatan yang sudah tertanam dalam diri kita tentang kehadiran Allah yang hanya terjadi pada peristiwa yang spektakuler, padahal kehadiran Tuhan itu bukanlah temporer hanya pada saat tertentu saja, tetapi setiap saat waktu dan segala peristiwa yang kita hadapi. Karena kita mengenal Tuhan yang adalah Immanuel bahwa Allah beserta kita, bukan pesulap.

Dalam proses perjalanan kehidupan kita, Tuhan tetap ada dan berkarya dalam segala peristiwa yang kita hadapi. Dalam segala peristiwa itulah Tuhan bekerja untuk semakin menumbuhkan Iman Kasih dan Pengharapan kita. Tuhan bukanya tidak bertindak untuk kita, tetapi kita yang tidak tahu bagaimana Tuhan bekerja dalam diri kita.

Untuk lebih dalam kita merenungkan nas ini, adalah baik jika kita merenungkan Mazmur 23. Kita akan di bawa untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dikatakan jelas bahwa “Tuhan adalah gembalaku” yang menuntun ke padang rumput hijau dan air yang tenang, namun walaupun demikian bukan artinya kita tanpa pergumulan, tetapi dikatakan “Aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku”. Dalam dunia ini kita di gembalakan oleh Tuhan, maka akan ada tujuan kemana Tuhan menggembalakan kita dikatakan lagi “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”. Maka penggembalaan Tuhan memiliki tujuan yang penuh sukacita, kesitulah tujuan kehidupan kita untuk masuk ke rumah Tuhan. Maka supaya hari Tuhan itu tidak menjadi hari kesusahan bagi kita, berilah dirimu di gembalakan Tuhan untuk memasuki rumahNya yang baka, supaya hari Tuhan itu menjadi hari bahagia, hari kemenangan, hari sukacita abadi kita. Amin

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akhir Zaman / Khotbah Minggu dengan judul Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat! . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/11/zefanya-1-7-12-18-hari-tuhan-sudah-dekat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Zefanya 1: 7+ 12-18 | Hari Tuhan Sudah Dekat! "