Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, May 13, 2020

1 Tawarikh 17: 16-27 Doa Daud Mensyukuri Kehendak Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: 1 Tawarikh 17: 16-27

Doa syukur Daud

 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.  Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini? Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu. Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?  Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.  Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu. Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.  Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya."

Dapatkah kita bersyukur atas doa yang tidak dikabulkan Tuhan?

Firman Tuhan mau berkata, bahwa Jawabnya tentu saja bisa,

mengapa? Sebab kita percaya bahwa dibalik dari setiap permohonan kita melalui doa ada rencana Tuhan yang jauh lebih baik dari apa yang kita mohonkan. Sebagaimana doa Tuhan Yesus tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22: 42).

Inilah yang kita temukan juga di dalam doa Daud, dia mengungkapkan kebesaran kasih Tuhan dalam kehidupannya. Kehendak Daud saat dia raja Israel hendak mendirikan Rumah Tuhan, Daud berkata "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” (ayat 2). Setelah tabut Allah di bawa ke Yerusalem, Daud mulai memikirkan pembangunan suatu rumah yang megah bagi tabut Allah itu, bait suci yang dipersembahkan kepada Allah Israel. Jika kita memahami apa yang dikatakan oleh Daud ini, tentu kita sepakat bahwa alasan permohonan Daud mendirikan Rumah Tuhan adalah baik, namun Tuhan menolaknya.

Memang, kita bisa berdoa memohon kepada Tuhan tentang apapun apalagi yang menurut kita memang benar-benar sedang kita butuhkan, namun bagaimana jika Tuhan tidak mengabulkannya? Apakah kita akan patah semangat? Hilang harapan kepada Tuhan? apakah kita akan menganggap Tuhan itu tidak baik, tidak mendengar, apakah kita akan beranggapan bahwa Tuhan itu benar-benar tidak ada untuk mendengar doa kita?

Namun lihatlah apa yang dilakukan oleh Daud, ketika Tuhan menolak permohonannya, dia datang kehadapan Tuhan berdoa dan bersyukur atas penolakan Tuhan terhadap permohonanya. Dan lebih tepatnya bisa dikatakan bahwa Tuhan tidak pernah menolak permohonan dan doa kita, tetapi meluruskan dan menyempurnakan permohonan kita.

Pertanyaannya, mengapa Daud bisa seperti itu? Bahwa di balik penolakan Tuhan atas permohonan Daud, ada janji Tuhan yang jauh lebih besar dari apa yang dia mohonkan. Walaupun permohonan Daud itu baik menurut rancangan pikirannya ternyata ada rancangan Tuhan yang jauh lebih besar yang ‘tak terjangkau pikiran Daud. Itulah sebabnya Daud begitu sangat bersyukur ketika Tuhan menolak Doanya.

Apa janji, rencana Tuhan yang besar bagi hidup Daud? Di ayat 17 (FAYH) dikatakan “Segala perkara besar yang telah Kaulakukan bagi hamba bahkan Kautambahi lagi dengan janji-janji-Mu yang indah mengenai keturunan hamba di masa yang akan datang!. Bahwa kasih setia Tuhan tidak akan pernah berlalu dari hidup Daud sampai selamanya. Bagaimana Tuhan memilih Daud menjadi raja, menyertainya dari menghadapi musuh-musuhnya, maka Tuhan juga tetap akan kasih setianya sampai pada keturunannya sampai selamanya. Tuhan bukan menolak apa yang dimohonkannya kepada Tuhan, sebab apa yang dimohonkannya untuk pendirian bait suci untuk Tuhan tetap terwujud walaupun tidak melalui dia namun melalui keturunannya.

Alasan lainnya yang dapat kita temukan di 1 Tawarikh 22: 8 mengapa Tuhan menolak permohonan Daud, sebab sebagai seorang prajurit, dia sudah banyak mencurahkan darah, dan Allah ingin pembangunan bait suci adalah melalui orang yang cinta damai dan itu jatuh kepada anak laki-laki Daud.

Dan tidak hanya sampai kepada anak Daud, namun lebih dari itu bahwa dinasti Daud terus berlanjut dalam sejarah perjalanan bangsa Israel hingga pada puncaknya bahwa Anak Allah lahir dari keturunan Daud di Betlehem kota Daud. Kisah tentang janji Tuhan kepada Daud ini diingatkan oleh penulis kitab Tawarikh kembali kepada umat Israel yang telah kembali dari pembuangan, bahwa Tuhan setia akan janjiNya kepada umatNya, bahwa membangun hidup dalam pengharapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan.

Tuhan setia kepada kasihNya kepada umat yang ditebusNya. Sekalipun jalan di depan kita begitu gelap dan suram, tetapi ingatlah selalu, akan kasih setia Tuhan, dibalik doa kita ada sisi terang dari Tuhan yang akan menyinari kehidupan kita.

Tuhan tentu memiliki rancangan yang terbaik bagi kita umat yang ditebusNya, Tuhan Yesus berkata kepada kita “mintalah, carilah, ketuklah” namun bukan artinya apa yang kita mohonkan persis seperti yang kita minta, tetapi kita percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab doa setiap orang yang mau hidup berpengharapan dan yang menggantungkan hidupnya kepada Tuhan. Jika Tuhan menyatakan hal yang berbeda dengan yang kita doakan, maka percayalah bahwa Tuhan punya alasan dan jawaban yang tepat untuk itu, dan kita yakin bahwa ada rancangan Tuhan yang jauh lebih baik dari apa yang bisa kita harapkan dan pikirkan dalam hidup kita.

Suatu refleksi perenungan yang bisa kita terima dari doa Daud ini bahwa betapa besarnya pengaruh pemimpin, orangtua dalam kehidupan keluarga. Ketaatan, kesalehan, doa orangtua kepada Tuhan di dalam keluarga sangat besar. Apa yang saat ini kita doakan tentang kehidupan kita mungkin masih samar-samar kelihatan jawabannya, tetapi yakinlah Tuhan itu penuh dengan kasih setia, hidup itu tidak hanya sebatas umur kita yang singkat ini masih ada keturunan kita selanjutnya ada anak dan cucu. Dapatkah anak-anak kita nantinya bersaksi di doa ibuku namaku disebut, di doa ayahku namaku di sebut?  

Kita mau belajar dari doa Daud seperti di katakan di ayat 23 “lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.” Ini adalah seperti doa Tuhan Yesus tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Apapun doa kita, apapun keinginan kita, apapun yang baik menurut rancangan kita, di atas semua itu ijinkanlh Tuhan melakukan kehendakNya dalam hidup kita. Jangan kita batasi berkat Tuhan hanya sebatas rancangan pikiran dan keinginan kita yang dangkal itu, tetapi berkat Tuhan itu adalah kekal selamanya bagi bagi kita umat yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus. Berkat penyertaan Tuhan akan senantiasa bersama kita sekalipun kita menjalani hidup yang kelam. Tetaplah berdoa, mempercayakan hidup pada kuasa penyertaan Tuhan,

Sekali lagi, firman Tuhan mau berkata kepada kita, sekali-kali Tuhan tidak pernah menolak doa kita, tetapi yang benar adalah Tuhan akan menyempurnakan doa dan permohonan kita sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.

Jangan berkecil hati, jika kita belum dapat melihat apa yang kita doakan, itu berarti bahwa Tuhan sedang merancangkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan.

Tuhan Yesus memberkati kita, salam sukacita, dan salam kesehatan

Lihat juga Renungan Khotbah ini di Channel YouTube sukacitamu id



No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

1 Tawarikh 17: 16-27 Doa Daud Mensyukuri Kehendak Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: 1 Tawarikh 17: 16-27

Doa syukur Daud

 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.  Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini? Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu. Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir?  Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.  Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu. Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.  Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya."

Dapatkah kita bersyukur atas doa yang tidak dikabulkan Tuhan?

Firman Tuhan mau berkata, bahwa Jawabnya tentu saja bisa,

mengapa? Sebab kita percaya bahwa dibalik dari setiap permohonan kita melalui doa ada rencana Tuhan yang jauh lebih baik dari apa yang kita mohonkan. Sebagaimana doa Tuhan Yesus tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22: 42).

Inilah yang kita temukan juga di dalam doa Daud, dia mengungkapkan kebesaran kasih Tuhan dalam kehidupannya. Kehendak Daud saat dia raja Israel hendak mendirikan Rumah Tuhan, Daud berkata "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” (ayat 2). Setelah tabut Allah di bawa ke Yerusalem, Daud mulai memikirkan pembangunan suatu rumah yang megah bagi tabut Allah itu, bait suci yang dipersembahkan kepada Allah Israel. Jika kita memahami apa yang dikatakan oleh Daud ini, tentu kita sepakat bahwa alasan permohonan Daud mendirikan Rumah Tuhan adalah baik, namun Tuhan menolaknya.

Memang, kita bisa berdoa memohon kepada Tuhan tentang apapun apalagi yang menurut kita memang benar-benar sedang kita butuhkan, namun bagaimana jika Tuhan tidak mengabulkannya? Apakah kita akan patah semangat? Hilang harapan kepada Tuhan? apakah kita akan menganggap Tuhan itu tidak baik, tidak mendengar, apakah kita akan beranggapan bahwa Tuhan itu benar-benar tidak ada untuk mendengar doa kita?

Namun lihatlah apa yang dilakukan oleh Daud, ketika Tuhan menolak permohonannya, dia datang kehadapan Tuhan berdoa dan bersyukur atas penolakan Tuhan terhadap permohonanya. Dan lebih tepatnya bisa dikatakan bahwa Tuhan tidak pernah menolak permohonan dan doa kita, tetapi meluruskan dan menyempurnakan permohonan kita.

Pertanyaannya, mengapa Daud bisa seperti itu? Bahwa di balik penolakan Tuhan atas permohonan Daud, ada janji Tuhan yang jauh lebih besar dari apa yang dia mohonkan. Walaupun permohonan Daud itu baik menurut rancangan pikirannya ternyata ada rancangan Tuhan yang jauh lebih besar yang ‘tak terjangkau pikiran Daud. Itulah sebabnya Daud begitu sangat bersyukur ketika Tuhan menolak Doanya.

Apa janji, rencana Tuhan yang besar bagi hidup Daud? Di ayat 17 (FAYH) dikatakan “Segala perkara besar yang telah Kaulakukan bagi hamba bahkan Kautambahi lagi dengan janji-janji-Mu yang indah mengenai keturunan hamba di masa yang akan datang!. Bahwa kasih setia Tuhan tidak akan pernah berlalu dari hidup Daud sampai selamanya. Bagaimana Tuhan memilih Daud menjadi raja, menyertainya dari menghadapi musuh-musuhnya, maka Tuhan juga tetap akan kasih setianya sampai pada keturunannya sampai selamanya. Tuhan bukan menolak apa yang dimohonkannya kepada Tuhan, sebab apa yang dimohonkannya untuk pendirian bait suci untuk Tuhan tetap terwujud walaupun tidak melalui dia namun melalui keturunannya.

Alasan lainnya yang dapat kita temukan di 1 Tawarikh 22: 8 mengapa Tuhan menolak permohonan Daud, sebab sebagai seorang prajurit, dia sudah banyak mencurahkan darah, dan Allah ingin pembangunan bait suci adalah melalui orang yang cinta damai dan itu jatuh kepada anak laki-laki Daud.

Dan tidak hanya sampai kepada anak Daud, namun lebih dari itu bahwa dinasti Daud terus berlanjut dalam sejarah perjalanan bangsa Israel hingga pada puncaknya bahwa Anak Allah lahir dari keturunan Daud di Betlehem kota Daud. Kisah tentang janji Tuhan kepada Daud ini diingatkan oleh penulis kitab Tawarikh kembali kepada umat Israel yang telah kembali dari pembuangan, bahwa Tuhan setia akan janjiNya kepada umatNya, bahwa membangun hidup dalam pengharapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan.

Tuhan setia kepada kasihNya kepada umat yang ditebusNya. Sekalipun jalan di depan kita begitu gelap dan suram, tetapi ingatlah selalu, akan kasih setia Tuhan, dibalik doa kita ada sisi terang dari Tuhan yang akan menyinari kehidupan kita.

Tuhan tentu memiliki rancangan yang terbaik bagi kita umat yang ditebusNya, Tuhan Yesus berkata kepada kita “mintalah, carilah, ketuklah” namun bukan artinya apa yang kita mohonkan persis seperti yang kita minta, tetapi kita percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab doa setiap orang yang mau hidup berpengharapan dan yang menggantungkan hidupnya kepada Tuhan. Jika Tuhan menyatakan hal yang berbeda dengan yang kita doakan, maka percayalah bahwa Tuhan punya alasan dan jawaban yang tepat untuk itu, dan kita yakin bahwa ada rancangan Tuhan yang jauh lebih baik dari apa yang bisa kita harapkan dan pikirkan dalam hidup kita.

Suatu refleksi perenungan yang bisa kita terima dari doa Daud ini bahwa betapa besarnya pengaruh pemimpin, orangtua dalam kehidupan keluarga. Ketaatan, kesalehan, doa orangtua kepada Tuhan di dalam keluarga sangat besar. Apa yang saat ini kita doakan tentang kehidupan kita mungkin masih samar-samar kelihatan jawabannya, tetapi yakinlah Tuhan itu penuh dengan kasih setia, hidup itu tidak hanya sebatas umur kita yang singkat ini masih ada keturunan kita selanjutnya ada anak dan cucu. Dapatkah anak-anak kita nantinya bersaksi di doa ibuku namaku disebut, di doa ayahku namaku di sebut?  

Kita mau belajar dari doa Daud seperti di katakan di ayat 23 “lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.” Ini adalah seperti doa Tuhan Yesus tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Apapun doa kita, apapun keinginan kita, apapun yang baik menurut rancangan kita, di atas semua itu ijinkanlh Tuhan melakukan kehendakNya dalam hidup kita. Jangan kita batasi berkat Tuhan hanya sebatas rancangan pikiran dan keinginan kita yang dangkal itu, tetapi berkat Tuhan itu adalah kekal selamanya bagi bagi kita umat yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus. Berkat penyertaan Tuhan akan senantiasa bersama kita sekalipun kita menjalani hidup yang kelam. Tetaplah berdoa, mempercayakan hidup pada kuasa penyertaan Tuhan,

Sekali lagi, firman Tuhan mau berkata kepada kita, sekali-kali Tuhan tidak pernah menolak doa kita, tetapi yang benar adalah Tuhan akan menyempurnakan doa dan permohonan kita sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.

Jangan berkecil hati, jika kita belum dapat melihat apa yang kita doakan, itu berarti bahwa Tuhan sedang merancangkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan.

Tuhan Yesus memberkati kita, salam sukacita, dan salam kesehatan

Lihat juga Renungan Khotbah ini di Channel YouTube sukacitamu id



Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Doa / Khotbah Minggu dengan judul 1 Tawarikh 17: 16-27 Doa Daud Mensyukuri Kehendak Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2020/05/1-tawarikh-17-16-27-doa-daud-mensyukuri.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " 1 Tawarikh 17: 16-27 Doa Daud Mensyukuri Kehendak Tuhan "