Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, May 2, 2018

Yakobus 1: 2-8 | Bila Pencobaan datang



Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 1: 2-8
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Dalam perjalanan kehidupan ini, kita pasti akan menemui saat dimana kita berhadapan dengan pencobaan yang berat, yang membuat kita susah, berduka dan bergumul. Namun melalui firman Tuhan bagi kita saat ini hendak memberikan kita peneguhan ketika pencobaan itu datang.

I.     Jangan lari dari persoalan
Firman Tuhan bagi kita saat ini hendak mengubah cara pandang kita memahami pencobaan yang datang. Jika pencobaan itu datang, supaya kita tidak lari, sebab jika kita lari maka kita sendiri yang akan capek sendiri, sebab pencobaan itu akan terus mengejar kita. Namun kita harus mengubah cara kita menghadapi pencobaan, yaitu dengan mengejar dan menghadapi pencobaan itu supaya pencobaan itu yang lari dari kita (“mungkin kita hanya perlu sedikit menggertak”).

Firman Tuhan mengajar kita saat ini, jika pencobaan itu datang maka kita harus menyambutnya dengan bahagia. Biarlah hati kita menyambut pencobaan itu layaknya orang yang sedang mendapat sesuatu yang berharga. Mengapa demikian? Sebab jika kita berhikmat menghadapi pencobaan, maka pencobaan itu akan mendatangkan kebaikan pada kita. Sebagaimana rasul Paulus menuliskan “Bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8: 28).

Walaupun manusia itu memiliki harta yang berlimpah, namun jika dia tidak berhikmat dalam kekayaannya, maka kekayaan itu bisa membawa kehancuran dalam hidupnya, sebaliknya juga, walaupun seseorang itu hidup dalam kekurangan, namun jika dia berhikmat dalam keadaannya yang berkekurangan, maka keadaan itu bisa membawa kebaikan bagi dirinya.

Itulah sebabnya firman Tuhan bagi kita saat ini ingin mengajar kita bahwa ketekunan kita dalam menghadapi segala pencobaan yang ada dalam hidup ini akan menghasilkan buah, bahwa iman kita akan semakin dewasa dan kuat dan kita juga akan semakin sempurna dalam iman. Ketekunan itu juga akan membuahkan pengalaman yang berharga bagi kita, sebab pencobaan itu tidak hanya datang sekali atau dua kali tapi selama kita hidup mungkin kita akan menghadapi berjali-kali pencobaan dengan ragam bentuk dan situasi. Namun dengan ketekunan yang kita lakukan akan semakin menguatkan kita dalam menghadapi berbagai pencobaan.

II.   Memohon hikmat kepada Tuhan
Jika pencobaan itu datang, maka yang kita lakukan adalah berdoa. Memohon hikmat kepada Tuhan menghadapi berbagai pencobaan yang datang. Supaya jangan kita mengandalkan kekuatan pikiran dan kemampuan diri sendiri, alhasil kita bisa stress bahkan mencari jalan keluar yang mendatangkan perbuatan dosa.

Kita diingatkan firman Tuhan, bahwa dengan murah hati Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita, supaya kita menghadapi pencobaan itu mengandalkan hikmat dari Tuhan.

Dalam hal berdoa meminta hikmat dari Tuhan dalam menghadapi pencobaan, kita dingatkan bahwa apa yang kita mohon dan doakan kepada Tuhan dengan tidak bimbang dan mendua hati. Jika kita telah berdoa, biarlah kita hanya mengandalkan kuasa Tuhan. Firman Tuhan dengan tegas mengingatkan kita, jika kita telah berdoa namun tetap masih bimbang dan mendua hati dikatakan “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan” (7).

Marilah kita yakin dengan doa yang telah kita panjatkan kepada Tuhan. Jika sudah berdoa maka jangan lagi mencari jalan keluar dari pencobaan itu di luar Tuhan, misalnya mencari jalan keluar dari dukun, paranormal, ataupun dengan cara-cara yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Orang yang telah berdoa kepada Tuhan, tidak lagi bimbang, cemas dan takut. Namun orang yang telah memohon pertolongan hikmat Tuhan akan berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku” (Filipi 4: 13).


No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yakobus 1: 2-8 | Bila Pencobaan datang



Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 1: 2-8
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Dalam perjalanan kehidupan ini, kita pasti akan menemui saat dimana kita berhadapan dengan pencobaan yang berat, yang membuat kita susah, berduka dan bergumul. Namun melalui firman Tuhan bagi kita saat ini hendak memberikan kita peneguhan ketika pencobaan itu datang.

I.     Jangan lari dari persoalan
Firman Tuhan bagi kita saat ini hendak mengubah cara pandang kita memahami pencobaan yang datang. Jika pencobaan itu datang, supaya kita tidak lari, sebab jika kita lari maka kita sendiri yang akan capek sendiri, sebab pencobaan itu akan terus mengejar kita. Namun kita harus mengubah cara kita menghadapi pencobaan, yaitu dengan mengejar dan menghadapi pencobaan itu supaya pencobaan itu yang lari dari kita (“mungkin kita hanya perlu sedikit menggertak”).

Firman Tuhan mengajar kita saat ini, jika pencobaan itu datang maka kita harus menyambutnya dengan bahagia. Biarlah hati kita menyambut pencobaan itu layaknya orang yang sedang mendapat sesuatu yang berharga. Mengapa demikian? Sebab jika kita berhikmat menghadapi pencobaan, maka pencobaan itu akan mendatangkan kebaikan pada kita. Sebagaimana rasul Paulus menuliskan “Bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8: 28).

Walaupun manusia itu memiliki harta yang berlimpah, namun jika dia tidak berhikmat dalam kekayaannya, maka kekayaan itu bisa membawa kehancuran dalam hidupnya, sebaliknya juga, walaupun seseorang itu hidup dalam kekurangan, namun jika dia berhikmat dalam keadaannya yang berkekurangan, maka keadaan itu bisa membawa kebaikan bagi dirinya.

Itulah sebabnya firman Tuhan bagi kita saat ini ingin mengajar kita bahwa ketekunan kita dalam menghadapi segala pencobaan yang ada dalam hidup ini akan menghasilkan buah, bahwa iman kita akan semakin dewasa dan kuat dan kita juga akan semakin sempurna dalam iman. Ketekunan itu juga akan membuahkan pengalaman yang berharga bagi kita, sebab pencobaan itu tidak hanya datang sekali atau dua kali tapi selama kita hidup mungkin kita akan menghadapi berjali-kali pencobaan dengan ragam bentuk dan situasi. Namun dengan ketekunan yang kita lakukan akan semakin menguatkan kita dalam menghadapi berbagai pencobaan.

II.   Memohon hikmat kepada Tuhan
Jika pencobaan itu datang, maka yang kita lakukan adalah berdoa. Memohon hikmat kepada Tuhan menghadapi berbagai pencobaan yang datang. Supaya jangan kita mengandalkan kekuatan pikiran dan kemampuan diri sendiri, alhasil kita bisa stress bahkan mencari jalan keluar yang mendatangkan perbuatan dosa.

Kita diingatkan firman Tuhan, bahwa dengan murah hati Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita, supaya kita menghadapi pencobaan itu mengandalkan hikmat dari Tuhan.

Dalam hal berdoa meminta hikmat dari Tuhan dalam menghadapi pencobaan, kita dingatkan bahwa apa yang kita mohon dan doakan kepada Tuhan dengan tidak bimbang dan mendua hati. Jika kita telah berdoa, biarlah kita hanya mengandalkan kuasa Tuhan. Firman Tuhan dengan tegas mengingatkan kita, jika kita telah berdoa namun tetap masih bimbang dan mendua hati dikatakan “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan” (7).

Marilah kita yakin dengan doa yang telah kita panjatkan kepada Tuhan. Jika sudah berdoa maka jangan lagi mencari jalan keluar dari pencobaan itu di luar Tuhan, misalnya mencari jalan keluar dari dukun, paranormal, ataupun dengan cara-cara yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Orang yang telah berdoa kepada Tuhan, tidak lagi bimbang, cemas dan takut. Namun orang yang telah memohon pertolongan hikmat Tuhan akan berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku” (Filipi 4: 13).


Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Doa / Epistel / Hikmat / Iman / Pergumulan Hidup dengan judul Yakobus 1: 2-8 | Bila Pencobaan datang . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2018/05/yakobus-1-2-8-bila-pencobaan-datang.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yakobus 1: 2-8 | Bila Pencobaan datang "