Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, July 28, 2015

SYUKUR BAGI TUHAN




Kasih Karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya” selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu” (Ratapan 3:23)
Mungkin pertanyaan ini nampaknya sangat sederhana: “Apakah hari minggu hari ini sama dengan hari minggu yang akan datang atau hari minggu yang lalu”? jawabnya yang pertama adalah: sama! Karena sama-sama hari minggu. Namun jawaban yang kedua: Tidak sama! Mengapa? Sebab hari demi dari adalah berjalan seiring dengan berputarnya waktu pada garis linier (lurus), hari lepas hari berganti dan tidak pernah kembali ke suatu hari yang pernah berlalu, namun menuju suatu masa depan yang panjang dan pasti.
Sehingga setiap hari yang kita lalui adalah hari yang baru. Dengan demikian, kesaksian apakah yang dapat kita katakan tentang semuanya ini: jawabanya adalah: Tuhan telah menciptakan dunia ini sejalan dengan menciptakan waktu, waktu dimana dunia dan kehidupan didalamnya berputar. Artinya, Tuhan menciptakan waktu selalu baru setiap hari. Tuhan yang hidup itu selalu mengawas perputaran waktu, dan Dialah  Tuhan atas waktu. Tuhan tidak terbatas atas satu karya penciptaan saja, juga Dia tidak dibatasi oleh apapun dalam memelihara ciptanNya sesuai dengan kehendak Allah. Oeh karena itulah dikatakan bahwa kasih karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya.

Tuhan kita adalah Allah yang Mahatau. Tidak ada yang tidak diketahui oleh Allah, apakah kita bersukacita atau lagi menderita, setia akan firmanNya atau tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Namun satu hal yang pasti: "Tuhan tidak membalaskan segala pelanggaran-pelanggaran kita atas firmanNya”. Apabila Tuhan murka atas segala pelanggaran kita, maka akhir dari murka itu adalah kematian. Tetapi Tuhan dengan kasih karuniaNya dan kesabaranyaNya tidak membalas segala pelanggaran-pelanggaran kita. Dengan kata lain bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari murkaNya.

Jadi, siapakah yang merindukan kasih karunia Tuhan dalam hidupnya? Adalah mereka yang merindukan hidup dan keselamatan. Sebab, manusia dengan segala kekuasaanya tidak lagi mampu menggapai keselamatan bagi dirinya sendiri, namu hannya oleh kasih karunia, sebagaimana terdapat dalam syair lagu Ludwig Hainlein (seorang komponis Jerman), “hanya dalam kasih karuniaMu aku boleh bermengah. Syukur bagi Tuhan yang telah memberikannyam kini dalam sukacita dengan kerendahan hati, hatiku dan jiwaku memuji dan memuliakan namaMu”. 

Sumber: Renungan harian HKBP: Mendekat Kepada Allah Edisi No. 1 tahun 2013



Kasih Karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya” selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu” (Ratapan 3:23)
Mungkin pertanyaan ini nampaknya sangat sederhana: “Apakah hari minggu hari ini sama dengan hari minggu yang akan datang atau hari minggu yang lalu”? jawabnya yang pertama adalah: sama! Karena sama-sama hari minggu. Namun jawaban yang kedua: Tidak sama! Mengapa? Sebab hari demi dari adalah berjalan seiring dengan berputarnya waktu pada garis linier (lurus), hari lepas hari berganti dan tidak pernah kembali ke suatu hari yang pernah berlalu, namun menuju suatu masa depan yang panjang dan pasti.
Sehingga setiap hari yang kita lalui adalah hari yang baru. Dengan demikian, kesaksian apakah yang dapat kita katakan tentang semuanya ini: jawabanya adalah: Tuhan telah menciptakan dunia ini sejalan dengan menciptakan waktu, waktu dimana dunia dan kehidupan didalamnya berputar. Artinya, Tuhan menciptakan waktu selalu baru setiap hari. Tuhan yang hidup itu selalu mengawas perputaran waktu, dan Dialah  Tuhan atas waktu. Tuhan tidak terbatas atas satu karya penciptaan saja, juga Dia tidak dibatasi oleh apapun dalam memelihara ciptanNya sesuai dengan kehendak Allah. Oeh karena itulah dikatakan bahwa kasih karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya.

Tuhan kita adalah Allah yang Mahatau. Tidak ada yang tidak diketahui oleh Allah, apakah kita bersukacita atau lagi menderita, setia akan firmanNya atau tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Namun satu hal yang pasti: "Tuhan tidak membalaskan segala pelanggaran-pelanggaran kita atas firmanNya”. Apabila Tuhan murka atas segala pelanggaran kita, maka akhir dari murka itu adalah kematian. Tetapi Tuhan dengan kasih karuniaNya dan kesabaranyaNya tidak membalas segala pelanggaran-pelanggaran kita. Dengan kata lain bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari murkaNya.

Jadi, siapakah yang merindukan kasih karunia Tuhan dalam hidupnya? Adalah mereka yang merindukan hidup dan keselamatan. Sebab, manusia dengan segala kekuasaanya tidak lagi mampu menggapai keselamatan bagi dirinya sendiri, namu hannya oleh kasih karunia, sebagaimana terdapat dalam syair lagu Ludwig Hainlein (seorang komponis Jerman), “hanya dalam kasih karuniaMu aku boleh bermengah. Syukur bagi Tuhan yang telah memberikannyam kini dalam sukacita dengan kerendahan hati, hatiku dan jiwaku memuji dan memuliakan namaMu”. 

Sumber: Renungan harian HKBP: Mendekat Kepada Allah Edisi No. 1 tahun 2013

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

SYUKUR BAGI TUHAN




Kasih Karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya” selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu” (Ratapan 3:23)
Mungkin pertanyaan ini nampaknya sangat sederhana: “Apakah hari minggu hari ini sama dengan hari minggu yang akan datang atau hari minggu yang lalu”? jawabnya yang pertama adalah: sama! Karena sama-sama hari minggu. Namun jawaban yang kedua: Tidak sama! Mengapa? Sebab hari demi dari adalah berjalan seiring dengan berputarnya waktu pada garis linier (lurus), hari lepas hari berganti dan tidak pernah kembali ke suatu hari yang pernah berlalu, namun menuju suatu masa depan yang panjang dan pasti.
Sehingga setiap hari yang kita lalui adalah hari yang baru. Dengan demikian, kesaksian apakah yang dapat kita katakan tentang semuanya ini: jawabanya adalah: Tuhan telah menciptakan dunia ini sejalan dengan menciptakan waktu, waktu dimana dunia dan kehidupan didalamnya berputar. Artinya, Tuhan menciptakan waktu selalu baru setiap hari. Tuhan yang hidup itu selalu mengawas perputaran waktu, dan Dialah  Tuhan atas waktu. Tuhan tidak terbatas atas satu karya penciptaan saja, juga Dia tidak dibatasi oleh apapun dalam memelihara ciptanNya sesuai dengan kehendak Allah. Oeh karena itulah dikatakan bahwa kasih karunia Tuhan kekal sampai selama-lamanya.

Tuhan kita adalah Allah yang Mahatau. Tidak ada yang tidak diketahui oleh Allah, apakah kita bersukacita atau lagi menderita, setia akan firmanNya atau tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Namun satu hal yang pasti: "Tuhan tidak membalaskan segala pelanggaran-pelanggaran kita atas firmanNya”. Apabila Tuhan murka atas segala pelanggaran kita, maka akhir dari murka itu adalah kematian. Tetapi Tuhan dengan kasih karuniaNya dan kesabaranyaNya tidak membalas segala pelanggaran-pelanggaran kita. Dengan kata lain bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari murkaNya.

Jadi, siapakah yang merindukan kasih karunia Tuhan dalam hidupnya? Adalah mereka yang merindukan hidup dan keselamatan. Sebab, manusia dengan segala kekuasaanya tidak lagi mampu menggapai keselamatan bagi dirinya sendiri, namu hannya oleh kasih karunia, sebagaimana terdapat dalam syair lagu Ludwig Hainlein (seorang komponis Jerman), “hanya dalam kasih karuniaMu aku boleh bermengah. Syukur bagi Tuhan yang telah memberikannyam kini dalam sukacita dengan kerendahan hati, hatiku dan jiwaku memuji dan memuliakan namaMu”. 

Sumber: Renungan harian HKBP: Mendekat Kepada Allah Edisi No. 1 tahun 2013

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Renungan Harian dengan judul SYUKUR BAGI TUHAN . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2015/07/syukur-bagi-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " SYUKUR BAGI TUHAN "