Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, October 26, 2017

Filipi 2: 1-5 | Menaruh Pikiran dan Perasaan Kristus



Bacaan Firman Tuhan: Filipi 2: 1-5
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,


Tema besar yang dapat kita lihat dari surat Rasul Paulus kepada jemaat Filipi adalah tentang “Sukacita”. Paulus memperlihatkan bagaimana sukacita dan rasa syukurnya kepada Tuhan melihat perkembangan Injil di Filipi. Sekaligus Paulus juga memberikan nasehat kepada jemaat untuk tetap hidup dalam sukacita memengang Iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus di tengah-tengah tantangan dan pergumulan yang di hadapi jemaat.

Di ayat 2 Paulus menuliskan “karena itu sempurnakanlah sukacitaku….” Bahwa sukacitanya itu kiranya tidak hanya melihat perkembangan Injil secara kuatintas (bertambahnya jumlah orang percaya) tetapi juga perkembangan Injil secara kualitas (iman yang berbuah/berdampak). Jika sudah menjadi orang percaya kepada Kristus, maka baiklah menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup dalam Injil. Iman itu harus berdampak dan kelihatan dalam persekuatan.

Dalam nas ini Paulus menasehatkan supaya jemaat “sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”. Bagaimana caranya? Dikatakan di ayat 5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”.

Walaupun Yesus adalah Tuhan, namun Dia tidak berbuat sesukaNya. Dia membatasi diriNya dengan kuasa yang besar yang ada padaNya. – seandainya Tuhan itu pengasih, mungkin Tuhan sudah melenyapkan semua manusia yang berdosa ini, kemudian Dia dapat menjadikan manusia yang baru. Namun itu tidak di lakukanNya, justru Dia membatasi kuasa yang ada padaNya, yaitu dengan menjadi sama seperti manusia dan menderita mati di kayu salib untuk keselamatan manusia. Hal ini dilakukan oleh Tuhan semata-mata adalah karena kasihNya, bagaimana supaya Dia dapat memasuki kehidupan manusia.

Yang hendak di sampaikan firman Tuhan pada kita, supaya kita belajar dari Tuhan Yesus dalam menyatakan kasihNya pada kita. Bagaimana kita belajar dariNya dalam memasuki kehidupan manusia. Jika kita mau ambil dari berbagai aspek kehidupan, tentunya kita manusia memiliki banyak perbedaan. Namun demikian bukan artinya kita tidak bisa sehati sepikir. Kita dapat hidup dalam satu kasih, sehati sepikir dan satu tujuan jika kita meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Yaitu: ada niat untuk memberikan diri bagi orang lain dengan “mengosongkan diriNya” (ay. 7) dan “Merendahkan diriNya” (ay. 8).

Artinya disitu, untuk memberikan diri bagi orang lain adalah dengan beradaptasi, menyesuaikan diri. Dengan tidak memperhadapkan diri pada orang lain dengan mengandalkan kehebatan, kehormatan, kekayaan. Sama seperti Pak Jokowi akan tetap di hormati orang sebagai Presiden walaupun dia blusukan ke pasar-pasar, ke pemukiman kumuh, namun dengan cara itu dia dapat di terima di hati masyarakat. Maka marilah kita nyatakan diri kita pada orang lain dengan kerendahan hati bahwa setiap orang adalah berharga bagi kita.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Filipi 2: 1-5 | Menaruh Pikiran dan Perasaan Kristus



Bacaan Firman Tuhan: Filipi 2: 1-5
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,


Tema besar yang dapat kita lihat dari surat Rasul Paulus kepada jemaat Filipi adalah tentang “Sukacita”. Paulus memperlihatkan bagaimana sukacita dan rasa syukurnya kepada Tuhan melihat perkembangan Injil di Filipi. Sekaligus Paulus juga memberikan nasehat kepada jemaat untuk tetap hidup dalam sukacita memengang Iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus di tengah-tengah tantangan dan pergumulan yang di hadapi jemaat.

Di ayat 2 Paulus menuliskan “karena itu sempurnakanlah sukacitaku….” Bahwa sukacitanya itu kiranya tidak hanya melihat perkembangan Injil secara kuatintas (bertambahnya jumlah orang percaya) tetapi juga perkembangan Injil secara kualitas (iman yang berbuah/berdampak). Jika sudah menjadi orang percaya kepada Kristus, maka baiklah menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup dalam Injil. Iman itu harus berdampak dan kelihatan dalam persekuatan.

Dalam nas ini Paulus menasehatkan supaya jemaat “sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”. Bagaimana caranya? Dikatakan di ayat 5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”.

Walaupun Yesus adalah Tuhan, namun Dia tidak berbuat sesukaNya. Dia membatasi diriNya dengan kuasa yang besar yang ada padaNya. – seandainya Tuhan itu pengasih, mungkin Tuhan sudah melenyapkan semua manusia yang berdosa ini, kemudian Dia dapat menjadikan manusia yang baru. Namun itu tidak di lakukanNya, justru Dia membatasi kuasa yang ada padaNya, yaitu dengan menjadi sama seperti manusia dan menderita mati di kayu salib untuk keselamatan manusia. Hal ini dilakukan oleh Tuhan semata-mata adalah karena kasihNya, bagaimana supaya Dia dapat memasuki kehidupan manusia.

Yang hendak di sampaikan firman Tuhan pada kita, supaya kita belajar dari Tuhan Yesus dalam menyatakan kasihNya pada kita. Bagaimana kita belajar dariNya dalam memasuki kehidupan manusia. Jika kita mau ambil dari berbagai aspek kehidupan, tentunya kita manusia memiliki banyak perbedaan. Namun demikian bukan artinya kita tidak bisa sehati sepikir. Kita dapat hidup dalam satu kasih, sehati sepikir dan satu tujuan jika kita meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Yaitu: ada niat untuk memberikan diri bagi orang lain dengan “mengosongkan diriNya” (ay. 7) dan “Merendahkan diriNya” (ay. 8).

Artinya disitu, untuk memberikan diri bagi orang lain adalah dengan beradaptasi, menyesuaikan diri. Dengan tidak memperhadapkan diri pada orang lain dengan mengandalkan kehebatan, kehormatan, kekayaan. Sama seperti Pak Jokowi akan tetap di hormati orang sebagai Presiden walaupun dia blusukan ke pasar-pasar, ke pemukiman kumuh, namun dengan cara itu dia dapat di terima di hati masyarakat. Maka marilah kita nyatakan diri kita pada orang lain dengan kerendahan hati bahwa setiap orang adalah berharga bagi kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Iman / Kasih dengan judul Filipi 2: 1-5 | Menaruh Pikiran dan Perasaan Kristus . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/10/filipi-2-1-5-menaruh-pikiran-dan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Filipi 2: 1-5 | Menaruh Pikiran dan Perasaan Kristus "