Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Showing posts with label Penyertaan Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Penyertaan Tuhan. Show all posts

Saturday, December 27, 2025

2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

 2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

Pendahuluan

Jemaat Tesalonika yang merupakan bayi rohani yang terdiri dari orang-orang yang dulunya penyembah berhala di daerah wilayah kekaisaran Romawi sedang bergumul untuk mengerti identitas mereka di dalam Kristus dan juga bagaimana hidup sebagai anak Tuhan dalam kebudayaan masyarakat yang bermusuhan dengan mereka. Jemaat Tesalonika berada pada situasi yang sangat kritis karena di saat mereka menghadapi penganiayaan mereka juga harus berhadapan kebingunan tentang ajaran kekristenan tentang kedatangan Kristus. Sehingga ada dari antara jemaat yang salah memahami tentang kedatangan Kristus menjadi berhenti bekerja, bermalas-malasan dan perilaku yang tidak teratur. Dalam situasi yang seperti inilah Paulus sebagai bapa rohani bagi jemaat Tesalonika meneguhkan iman jemaat melalui nasehat dan juga pengajaran yang benar tentang iman di dalam Yesus Kristus. 2 Tesalonika 3: 16-18 adalah penutup surat Paulus yang kedua kepada jemaat di Tesalonika yang merupakan sebuah doa supaya Tuhan mengaruniakan damai sejahtera dan kasih karunia dari Tuhan selalu menyertai jemaat Tesalonika.

Tuesday, April 16, 2024

Yohanes 10: 11-18 Yesus Gembala Yang Baik

 Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 10: 11-18

Yesus Gembala Yang Baik

Yesus memperkenalkan diriNya dan menjelaskan tujuanNya datang ke dunia ini dengan perumpamaan tentang gembala dan domba yang digembalakannya. Secara khusus dalam nas ini, Tuhan Yesus menjelaskan diriNya dengan memperlihatkan perbedaan yang kelihatan antara gembala yang menggembalakan domba miliknya dengan gembala upahan.

Thursday, August 10, 2023

Kejadian 39: 1-5 Menjadi Berkat di Dalam Tuhan

Renungan Minggu X Setelah Trinitatis

“Menjadi Berkat Di Dalam Tuhan” – Kejadian 39: 1-5 

Monday, February 7, 2022

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Wednesday, December 29, 2021

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 10-14

Nabi Yeremia mengirimkan pesan kepada mereka yang terbuang di Babel supaya mereka dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Walaupun situasi hidup yang sulit tetapi mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang sulit itu menjadi kebaikan dalam hidup mereka bahkan mereka harus menjadi berkat dimana mereka dibuang. Hal ini pasti bisa mereka lakukan sebab mereka yang terbuang ke Babel itu adalah orang-orang yang penting dalam suatu negeri. Mereka dibawa ke pembuangan supaya negeri mereka tidak bisa lagi terbangun karena semua orang-orang penting, tukang, pandai besi dan pegawai istana sudah terbuang ke Babel. Walaupun situasi hidup mereka sulit, tetapi mereka yang terbuang itu memiliki potensi untuk mampu bertahan dalam pembuangan.

Ayat 10-11. Nasehat ini menjadi penting sebab ada nabi-nabi palsu yang mengatakan bahwa pembuangan itu hanya sebentar saja dan Babel akan runtuh. Sehingga nabi Yeremia hendak menegaskan kembali rancangan Tuhan, bahwa mereka menjadi orang yang terbuang di Babel adalah hajaran Tuhan atas dosa-dosa mereka, tetapi hajaran itu bukanlah hajaran yang mencelakakan tetapi adalah hajaran damai sejahtera supaya hidup mereka lebih baik dimasa yang akan datang. Maka soal berapa lama mereka terbuang ada dalam rancangan Tuhan dan tidak ditentukan oleh mimpi-mimpi ataupun prediksi nabi-nabi palsu.

Ayat 12-14 dalam situasi yang sulit dalam pembuangan, nabi Yeremia juga menyampaikan firman Tuhan bahwa jika mereka terbuang bukan artinya mereka ditinggalkan oleh Tuhan tetapi justru sebaliknya itu semua adalah untuk kebaikan mereka. Walaupun mereka di pembuangan Tuhan tetap memperhatikan dan mendengar mereka. Apabila mereka berdoa, maka Tuhan akan mendengarkan dan apabila mereka mencari Tuhan maka mereka akan menemukan Tuhan. Hingga pada waktunya Tuhan akan memulihkan mereka. Mereka yang tetap taat dan tekun untuk taat kepada Tuhan dalam pembuangan pada saatnya akan menerima pemulihan dari Tuhan.

Renungan

      1.     Situasi yang dihadapi oleh orang Yahudi di pembuangan ini menjadi suatu pelajaran bagi kita ketika menghadapi pergumulan. Suara siapa yang akan kita dengarkan? Apakah kita akan mendengarkan suara nabi-nabi palsu yang terlalu menganggap sepele pergumulan yang kita hadapi atau mendengarkan pikiran negatif dalam pikiran kita yang menganggap Tuhan itu jauh dari kita, Tuhan itu tidak memperhatikan kita. atau apakah kita akan mendengarkan suara Tuhan supaya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Bagaimanapun situasi kehidupan yang sudah kita lalui dan yang sedang terjadi dalam kehidupan saat ini, kita pasti mampu menghadapinya dan sanggap melaluinya jika kita selalu mendengarkan perintah Tuhan. Bisa muncul bisikan-bisikan yang membuat kita.

      2.     Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Dari semua yang dapat kita pikirkan dan rencanakan di tahun yang baru yang hendak kita masuki, kita percaya bahwa rancangan Tuhan atas hidup kita adalah yang terbaik. Kita percaya Tuhan tahu bagaimana dan seperti apa kita sekarang ini dan apa yang menjadi harapan kita, tetapi diatas semuanya itu kita mau menundukkan diri dihadapan Tuhan dan memohon kepadaNya mewujudkan rencanaNya yang terbaik atas hidup kita.

     3.     Kehadiran Tuhan dalam hidup kita sungguh nyata, Tuhan berfirman bahwa adalah Tuhan yang mendengar dan Tuhan yang mau untuk ditemui. Dalam pergumulan dan harapan kita disepanjang perjalanan hidup ini ada Tuhan yang selalu ada untuk mendengar doa kita dan yang selalu bersedia untuk ditemui.

Monday, July 19, 2021

2 Raja-raja 4: 42-44 Allah Memelihara UmatNya

 Bacaan Firman Tuhan: 2 Raja-raja 4: 42-44

Dalam kitab 2 Raja-raja 4 kita dapat melihat berbagai mujizat yang Tuhan perbuat melalui pelayanan nabi Elisa. Pemeliharaan Tuhan kepada keluarga janda (1-7), melepaskan perempuan Sunem dari penderitaannya karena tidak memiliki anak dan juga mujizat menghidupkan kembali anaknya yang telah mati (8-37), melepaskan rombongan nabi dari makanan beracun (38-41) dan dalam nas renungan kita saat ini tentang mencukupkan makanan yang sedikit untuk dapat dimakan seratus orang bahkan masih ada sisanya (42-44).

Hal ini memberikan kepada kita suatu penglihatan akan kuasa Allah ditengah-tengah kehidupan kita. Ada beragam pergumulan, namun Tuhan mengetahui dan Tuhan sanggup untuk melepaskan kita dari berbagai pergumulan kita dan cara-cara Tuhan memberikan kelepasan adalah dengan hal-hal yang tidak terduga. Namun yang patut kita perhatikan bahwa mujizat Tuhan terjadi ketika abdi Allah yaitu Elisa ada dalam pergumulan itu. Artinya bahwa kita percaya bahwa ada penyertaan dan pertolongan Tuhan diantara orang-orang yang selalu beserta dengan Tuhan, ketika kita tetap mau untuk tunduk dan taat kepada perintah Tuhan, maka akan selalu ada pertolongan Tuhan.

Ketika seorang dari Baal-Salisa datang kepada Elisa membawa roti hulu, dua puluh roti jelai dan gandum baru, Elisa memerintahkan agar pelayannya membagikannya, namun pelayannya itu merasa kesulitan untuk membagikannya, karena bagaimana mungkin itu cukup untuk dibagikan kepada seratus orang. Namun Elisa meyakinkan pelayannya itu bahwa itu akan cukup karena Tuhan yang sudah berfirman bahwa makanan itu akan cukup bahkan akan ada sisanya.

Kita teringat dengan mujizat yang jauh lebih besar lagi sebagaimana yang dilakukan Tuhan Yesus kepada lima ribu orang dan masih sisa dua belas bakul lagi. Sesungguhnya Tuhan memperhatikan dan mencukupkan kebutuhan orang-orang yang mengikutiNya. Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Tuhan pasti memelihara orang-orang yang percaya kepadaNya. 

Beberapa hal yang bisa kita renungkan melalui nas ini:

             1.     Tuhan punya banyak cara untuk memelihara hidup kita

Dari nas ini kita dapat melihat bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhan hidup Elisa dan rombongan nabi-nabi dengan mendatangkan seorang Baal-Salisa untuk membawa makanan kepada mereka. Maka kita diigatkan untuk menghidupi keyakinan bahwa Allah tahu kebutuhan hidup kita, Dia tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang kita perlukan. Tuhan punya banyak jalan dan cara untuk memberkati kehidupan kita, jangan kita hanya bersandar pasrah pada pikiran dan kemampuan kita yang terbatas, tetapi tetaplah berjalan dan lakukan segala sesuatu yang kita mampu lakukan, selebihnya percayakan kepada Tuhan yang berkuasa atas kehidupan ini. Dia bisa membuka jalan, cara maupun mengutus orang-orang yang mau memberikan kita pertolongan. Ada banyak cara Tuhan memberkati perjalanan hidup kita.

             2.     Jangan kawatir akan hidupmu

Melihat kekawatiran pelayan nabi Elisa untuk membakikan makanan karena tidak akan cukup, hal ini menggambarkan bagaimana keterbatasan kita manusia. Secara pertimbangan pikiran memang makanan itu tidak cukup maka wajar jika pelayan itu kawatir, tetapi disinilah kuasa Tuhan bekerja dalam memelihara hidup mereka, bahwa yang sedikit itu dapat dicukupkan bahkan dilebihkan oleh Tuhan bagi mereka.

Pikiran-pikiran seperti ini bisa muncul dalam kehidupan kita. jika dari pertimbangan pikiran bagaimana penghasilan yang sedikit dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup, untuk makan, transportasi, biaya listrik, air, dan lain sebagainya. Namun tanpa kita sadari bahwa Tuhan itu sungguh baik dan penuh rahmat dalam hidup kita, Dia selalu mencukupkan kebutuhan hidup kita diluar kemampuan dan logika kita. Maka kita diajak untuk tidak pernah kawatir akan kehidupan kita, walaupun sedikit tetapi jika kita memakainya dengan rasa syukur kepada Tuhan, maka yang sedikit itu akan menjadi berkat dalam hidup kita. Ada yang berkata “saya bisa apa”; “aku tidak mampu”, banyak orang yang menyerah dengan keadaan karena mempertimbangkan kemampuannya, dia tidak jauh mempertimbangkan bahwa ada Tuhan yang dapat memberkati setiap orang dalam keterbatasannya. Jika semua yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keyakinan akan penyertaan Tuhan, yakinlah bahwa Tuhan ada bersama kita dalam menyempurnakan segala kelemahan kita.

              3.     Taat kepada perintah Tuhan

Dalam kekawatiran pelayan itu untuk membagikan makanan, Elisa meneguhkannya bahwa apa yang akan diperbuatnya itu bukanlah seperti yang dipikirkannya tetapi akan terjadi seperti kehendak Tuhan. Kita percaya bahwa ketika kita mau untuk taat pada apa yang diperintahkan oleh Tuhan, maka rencana Tuhan yang terbaik atas hidup kita akan terjadi.

Kita dapat melihat bagaimana keyakinan Elisa dan juga keteguhannya meyakinkan hambanya didasarkan atas apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. Kita diingatkan kembali ketika Tuhan Yesus mengatakan: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Maka dasar keyakinan kita adalah firman Allah, itulah yang memberikan kehidupan kepada kita. Yang dapat menjamin kehidupan kita hanyalah Tuhan. Sehingga jika kita ingin hidup, carilah Tuhan bukan mencari roti, karena dengan sendirinya orang yang mencari Tuhan sudah mendapatkan roti, sebab sumber roti yang menjadi kebutuhan fisik kita berasal dari firman yang keluar dari mulut Allah. Sebagaimana juga yang dikatakan Tuhan Yesus: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Yang pertama adalah iman, doa, pengharapan bahwa kita yakin yang kita perlukan untuk hidup kita ada pada Tuhan. Maka apapun yang sedang kita usahakan, rencanakan, butuhkan, inginkan harus memiliki dasar yang jelas. Jika kita ingin menikmati berkat yang melimpah jangan cari buahnya, tetapi carilah pohonnya yang adalah sumber dari buahnya. 

Tuesday, February 23, 2021

Roma 4:13-25 Allah Memperhitungkan Iman Orang Percaya

 Bacaan Firman Tuhan: Roma 4:13-25

Disini rasul Paulus menjelaskan pembenaran oleh iman itu dengan mencontohkan bagaimana Abraham dibenarkan Allah oleh karena imannya. Abraham dibenarkan bukan karena menaati hukum taurat, tetapi karena imannya kepada Tuhan. Walaupun janji Tuhan kepada Abraham kelihatannya mustahil terjadi, namun Abraham mempercayai janji Tuhan. 

Friday, November 13, 2020

Yeremia 29:1-7 Krisis Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 1-7

Kota Dubai di Uni Emirat Arab saat ini telah dikenal menjadi destinasi wisata modern yang diminati diseluruh dunia. Mereka berhasil untuk mengubah keadaan mereka dari padang gurun yang tandus karena mereka ketersediaan minyak yang sudah menipis. Mereka mampu untuk menggunakan krisis menjadi berkat. Kita juga bisa banyak belajar dari banyak tokoh-tokoh sukses, yang mana mereka terdorong menjadi sukses adalah karena kepahitan hidup mereka.

Monday, October 19, 2020

1 Raja-raja 17: 1-6 Hidup Elia Dipelihara Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 1-6

Pada masa pemerintahan Ahab, nabi Elia diutus Tuhan ketengah-tengah umat Israel tepatnya di Kerajaan Israel Utara. Raja Ahab kawin dengan perempuan kafir, kemudian Ahab mendirikan kuil Baal dan ikut menyembahnya, dan umat Israel telah turut menyembah berhala. Mereka percaya bahwa dewa Baal adalah dewa kesuburan yang menguasai hujan dan panen berlimpah. Maka Tuhan mengutus Elia untuk menyampaikan penghukuman Tuhan atas ketidaktaan umat Israel bahwa Allah akan menahan hujan tidak datang selama tiga setengah tahun.

Tuesday, October 6, 2020

Keluaran 18: 17-23 Nasehat Yitro Kepada Musa

Bacaan firman Tuhan: Keluaran 18: 17-23

Ketika Musa dikunjungi oleh Yitro mertuanya. Yitro melihat bagaimana Musa melayani bangsa Israel dengan mengadili diantara bangsa itu mulai dari pagi hingga petang. Yitro berkata “mengapakah engkau seorang diri saja....tidak baik seperti yang kau lakukan ini” (14, 17). Yitro menasehatkan bahwa apa yang dilakukan oleh Musa dengan bekerja sendiri tidak akan baik bagi dirinya yang akan melelahkan dirinya sendiri dan juga tidak baik bagi bangsa itu.

Thursday, September 24, 2020

2 Samuel 9: 1-8 Berbuahkan Kebaikan

 Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 9: 1-8

Di kitab 2 Samuel 9: 1-8 kita akan belajar memahami makna dari kebaikan. Di kisahkan kepada kita bahwa Mefiboset yang adalah anak dari Yonatan, cucu Saul raja pertama bangsa Israel. Saul dan Yonatan terbunuh dalam pertempuran dan takhta kerajaan di isi oleh Daud. Bahwa pada masa itu raja yang baru sering kali memusnahkan semua orang yang berhubungan dengan dinasti raja sebelumnya, yang dikhawatirkan adanya pemberontakan di kemudian hari. Namun Daud mengingat persahabatannya dengan Yonatan dan janjinya kepada Yonatan untuk tidak memutus kasih setianya kepada keturunannya sampai selamanya ( 1 Sam. 20:15-17).

Tuesday, July 14, 2020

Ulangan 16: 13-17 Mensyukuri Berkat Penyertaan Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 16: 13-17

Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu. Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Wednesday, June 17, 2020

Imamat 25: 1-13 Tahun Sabat dan Tahun Yobel

Bacaan Firman Tuhan: Imamat 25: 1-13

Di kitab Imamat 25: 1-13 Tuhan berfirman kepada Musa, ketika umat Israel nantinya telah memasuki tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka tempati, maka tanah pemberian Tuhan itu harus mendapat perhentian.

Tuesday, April 14, 2020

Mazmur 42: 1-6 Mengapa engkau tertekan hai jiwaku?


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 42: 1-6
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Friday, March 20, 2020

Mazmur 69: 30-37 Sukacita Orang Benar Menghadapi Penderitaan


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 69: 30-37
Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya. Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Monday, March 16, 2020

1 Petrus 4: 12-19 Berbahagia Dalam Penderitaan


Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 4: 12-19
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Saturday, February 22, 2020

Mazmur 31: 1-9 Bersukacita Hanya Oleh Kasih Setia Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 31: 1-9

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.

Friday, February 7, 2020

Mazmur 112: 1-10 Berbahagialah Orang Yang Takut Akan TUHAN

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 112: 1-10
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Saturday, January 25, 2020

Mazmur 27: 1-6 Aman Dalam Perlindungan TUHAN


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 27: 1-6
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Showing posts with label Penyertaan Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Penyertaan Tuhan. Show all posts
 2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

 2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

Pendahuluan

Jemaat Tesalonika yang merupakan bayi rohani yang terdiri dari orang-orang yang dulunya penyembah berhala di daerah wilayah kekaisaran Romawi sedang bergumul untuk mengerti identitas mereka di dalam Kristus dan juga bagaimana hidup sebagai anak Tuhan dalam kebudayaan masyarakat yang bermusuhan dengan mereka. Jemaat Tesalonika berada pada situasi yang sangat kritis karena di saat mereka menghadapi penganiayaan mereka juga harus berhadapan kebingunan tentang ajaran kekristenan tentang kedatangan Kristus. Sehingga ada dari antara jemaat yang salah memahami tentang kedatangan Kristus menjadi berhenti bekerja, bermalas-malasan dan perilaku yang tidak teratur. Dalam situasi yang seperti inilah Paulus sebagai bapa rohani bagi jemaat Tesalonika meneguhkan iman jemaat melalui nasehat dan juga pengajaran yang benar tentang iman di dalam Yesus Kristus. 2 Tesalonika 3: 16-18 adalah penutup surat Paulus yang kedua kepada jemaat di Tesalonika yang merupakan sebuah doa supaya Tuhan mengaruniakan damai sejahtera dan kasih karunia dari Tuhan selalu menyertai jemaat Tesalonika.

Yohanes 10: 11-18 Yesus Gembala Yang Baik

Yohanes 10: 11-18 Yesus Gembala Yang Baik

 Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 10: 11-18

Yesus Gembala Yang Baik

Yesus memperkenalkan diriNya dan menjelaskan tujuanNya datang ke dunia ini dengan perumpamaan tentang gembala dan domba yang digembalakannya. Secara khusus dalam nas ini, Tuhan Yesus menjelaskan diriNya dengan memperlihatkan perbedaan yang kelihatan antara gembala yang menggembalakan domba miliknya dengan gembala upahan.

Kejadian 39: 1-5 Menjadi Berkat di Dalam Tuhan

Kejadian 39: 1-5 Menjadi Berkat di Dalam Tuhan

Renungan Minggu X Setelah Trinitatis

“Menjadi Berkat Di Dalam Tuhan” – Kejadian 39: 1-5 

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 10-14

Nabi Yeremia mengirimkan pesan kepada mereka yang terbuang di Babel supaya mereka dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Walaupun situasi hidup yang sulit tetapi mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang sulit itu menjadi kebaikan dalam hidup mereka bahkan mereka harus menjadi berkat dimana mereka dibuang. Hal ini pasti bisa mereka lakukan sebab mereka yang terbuang ke Babel itu adalah orang-orang yang penting dalam suatu negeri. Mereka dibawa ke pembuangan supaya negeri mereka tidak bisa lagi terbangun karena semua orang-orang penting, tukang, pandai besi dan pegawai istana sudah terbuang ke Babel. Walaupun situasi hidup mereka sulit, tetapi mereka yang terbuang itu memiliki potensi untuk mampu bertahan dalam pembuangan.

Ayat 10-11. Nasehat ini menjadi penting sebab ada nabi-nabi palsu yang mengatakan bahwa pembuangan itu hanya sebentar saja dan Babel akan runtuh. Sehingga nabi Yeremia hendak menegaskan kembali rancangan Tuhan, bahwa mereka menjadi orang yang terbuang di Babel adalah hajaran Tuhan atas dosa-dosa mereka, tetapi hajaran itu bukanlah hajaran yang mencelakakan tetapi adalah hajaran damai sejahtera supaya hidup mereka lebih baik dimasa yang akan datang. Maka soal berapa lama mereka terbuang ada dalam rancangan Tuhan dan tidak ditentukan oleh mimpi-mimpi ataupun prediksi nabi-nabi palsu.

Ayat 12-14 dalam situasi yang sulit dalam pembuangan, nabi Yeremia juga menyampaikan firman Tuhan bahwa jika mereka terbuang bukan artinya mereka ditinggalkan oleh Tuhan tetapi justru sebaliknya itu semua adalah untuk kebaikan mereka. Walaupun mereka di pembuangan Tuhan tetap memperhatikan dan mendengar mereka. Apabila mereka berdoa, maka Tuhan akan mendengarkan dan apabila mereka mencari Tuhan maka mereka akan menemukan Tuhan. Hingga pada waktunya Tuhan akan memulihkan mereka. Mereka yang tetap taat dan tekun untuk taat kepada Tuhan dalam pembuangan pada saatnya akan menerima pemulihan dari Tuhan.

Renungan

      1.     Situasi yang dihadapi oleh orang Yahudi di pembuangan ini menjadi suatu pelajaran bagi kita ketika menghadapi pergumulan. Suara siapa yang akan kita dengarkan? Apakah kita akan mendengarkan suara nabi-nabi palsu yang terlalu menganggap sepele pergumulan yang kita hadapi atau mendengarkan pikiran negatif dalam pikiran kita yang menganggap Tuhan itu jauh dari kita, Tuhan itu tidak memperhatikan kita. atau apakah kita akan mendengarkan suara Tuhan supaya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Bagaimanapun situasi kehidupan yang sudah kita lalui dan yang sedang terjadi dalam kehidupan saat ini, kita pasti mampu menghadapinya dan sanggap melaluinya jika kita selalu mendengarkan perintah Tuhan. Bisa muncul bisikan-bisikan yang membuat kita.

      2.     Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Dari semua yang dapat kita pikirkan dan rencanakan di tahun yang baru yang hendak kita masuki, kita percaya bahwa rancangan Tuhan atas hidup kita adalah yang terbaik. Kita percaya Tuhan tahu bagaimana dan seperti apa kita sekarang ini dan apa yang menjadi harapan kita, tetapi diatas semuanya itu kita mau menundukkan diri dihadapan Tuhan dan memohon kepadaNya mewujudkan rencanaNya yang terbaik atas hidup kita.

     3.     Kehadiran Tuhan dalam hidup kita sungguh nyata, Tuhan berfirman bahwa adalah Tuhan yang mendengar dan Tuhan yang mau untuk ditemui. Dalam pergumulan dan harapan kita disepanjang perjalanan hidup ini ada Tuhan yang selalu ada untuk mendengar doa kita dan yang selalu bersedia untuk ditemui.

2 Raja-raja 4: 42-44 Allah Memelihara UmatNya

2 Raja-raja 4: 42-44 Allah Memelihara UmatNya

 Bacaan Firman Tuhan: 2 Raja-raja 4: 42-44

Dalam kitab 2 Raja-raja 4 kita dapat melihat berbagai mujizat yang Tuhan perbuat melalui pelayanan nabi Elisa. Pemeliharaan Tuhan kepada keluarga janda (1-7), melepaskan perempuan Sunem dari penderitaannya karena tidak memiliki anak dan juga mujizat menghidupkan kembali anaknya yang telah mati (8-37), melepaskan rombongan nabi dari makanan beracun (38-41) dan dalam nas renungan kita saat ini tentang mencukupkan makanan yang sedikit untuk dapat dimakan seratus orang bahkan masih ada sisanya (42-44).

Hal ini memberikan kepada kita suatu penglihatan akan kuasa Allah ditengah-tengah kehidupan kita. Ada beragam pergumulan, namun Tuhan mengetahui dan Tuhan sanggup untuk melepaskan kita dari berbagai pergumulan kita dan cara-cara Tuhan memberikan kelepasan adalah dengan hal-hal yang tidak terduga. Namun yang patut kita perhatikan bahwa mujizat Tuhan terjadi ketika abdi Allah yaitu Elisa ada dalam pergumulan itu. Artinya bahwa kita percaya bahwa ada penyertaan dan pertolongan Tuhan diantara orang-orang yang selalu beserta dengan Tuhan, ketika kita tetap mau untuk tunduk dan taat kepada perintah Tuhan, maka akan selalu ada pertolongan Tuhan.

Ketika seorang dari Baal-Salisa datang kepada Elisa membawa roti hulu, dua puluh roti jelai dan gandum baru, Elisa memerintahkan agar pelayannya membagikannya, namun pelayannya itu merasa kesulitan untuk membagikannya, karena bagaimana mungkin itu cukup untuk dibagikan kepada seratus orang. Namun Elisa meyakinkan pelayannya itu bahwa itu akan cukup karena Tuhan yang sudah berfirman bahwa makanan itu akan cukup bahkan akan ada sisanya.

Kita teringat dengan mujizat yang jauh lebih besar lagi sebagaimana yang dilakukan Tuhan Yesus kepada lima ribu orang dan masih sisa dua belas bakul lagi. Sesungguhnya Tuhan memperhatikan dan mencukupkan kebutuhan orang-orang yang mengikutiNya. Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Tuhan pasti memelihara orang-orang yang percaya kepadaNya. 

Beberapa hal yang bisa kita renungkan melalui nas ini:

             1.     Tuhan punya banyak cara untuk memelihara hidup kita

Dari nas ini kita dapat melihat bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhan hidup Elisa dan rombongan nabi-nabi dengan mendatangkan seorang Baal-Salisa untuk membawa makanan kepada mereka. Maka kita diigatkan untuk menghidupi keyakinan bahwa Allah tahu kebutuhan hidup kita, Dia tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang kita perlukan. Tuhan punya banyak jalan dan cara untuk memberkati kehidupan kita, jangan kita hanya bersandar pasrah pada pikiran dan kemampuan kita yang terbatas, tetapi tetaplah berjalan dan lakukan segala sesuatu yang kita mampu lakukan, selebihnya percayakan kepada Tuhan yang berkuasa atas kehidupan ini. Dia bisa membuka jalan, cara maupun mengutus orang-orang yang mau memberikan kita pertolongan. Ada banyak cara Tuhan memberkati perjalanan hidup kita.

             2.     Jangan kawatir akan hidupmu

Melihat kekawatiran pelayan nabi Elisa untuk membakikan makanan karena tidak akan cukup, hal ini menggambarkan bagaimana keterbatasan kita manusia. Secara pertimbangan pikiran memang makanan itu tidak cukup maka wajar jika pelayan itu kawatir, tetapi disinilah kuasa Tuhan bekerja dalam memelihara hidup mereka, bahwa yang sedikit itu dapat dicukupkan bahkan dilebihkan oleh Tuhan bagi mereka.

Pikiran-pikiran seperti ini bisa muncul dalam kehidupan kita. jika dari pertimbangan pikiran bagaimana penghasilan yang sedikit dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup, untuk makan, transportasi, biaya listrik, air, dan lain sebagainya. Namun tanpa kita sadari bahwa Tuhan itu sungguh baik dan penuh rahmat dalam hidup kita, Dia selalu mencukupkan kebutuhan hidup kita diluar kemampuan dan logika kita. Maka kita diajak untuk tidak pernah kawatir akan kehidupan kita, walaupun sedikit tetapi jika kita memakainya dengan rasa syukur kepada Tuhan, maka yang sedikit itu akan menjadi berkat dalam hidup kita. Ada yang berkata “saya bisa apa”; “aku tidak mampu”, banyak orang yang menyerah dengan keadaan karena mempertimbangkan kemampuannya, dia tidak jauh mempertimbangkan bahwa ada Tuhan yang dapat memberkati setiap orang dalam keterbatasannya. Jika semua yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keyakinan akan penyertaan Tuhan, yakinlah bahwa Tuhan ada bersama kita dalam menyempurnakan segala kelemahan kita.

              3.     Taat kepada perintah Tuhan

Dalam kekawatiran pelayan itu untuk membagikan makanan, Elisa meneguhkannya bahwa apa yang akan diperbuatnya itu bukanlah seperti yang dipikirkannya tetapi akan terjadi seperti kehendak Tuhan. Kita percaya bahwa ketika kita mau untuk taat pada apa yang diperintahkan oleh Tuhan, maka rencana Tuhan yang terbaik atas hidup kita akan terjadi.

Kita dapat melihat bagaimana keyakinan Elisa dan juga keteguhannya meyakinkan hambanya didasarkan atas apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. Kita diingatkan kembali ketika Tuhan Yesus mengatakan: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Maka dasar keyakinan kita adalah firman Allah, itulah yang memberikan kehidupan kepada kita. Yang dapat menjamin kehidupan kita hanyalah Tuhan. Sehingga jika kita ingin hidup, carilah Tuhan bukan mencari roti, karena dengan sendirinya orang yang mencari Tuhan sudah mendapatkan roti, sebab sumber roti yang menjadi kebutuhan fisik kita berasal dari firman yang keluar dari mulut Allah. Sebagaimana juga yang dikatakan Tuhan Yesus: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Yang pertama adalah iman, doa, pengharapan bahwa kita yakin yang kita perlukan untuk hidup kita ada pada Tuhan. Maka apapun yang sedang kita usahakan, rencanakan, butuhkan, inginkan harus memiliki dasar yang jelas. Jika kita ingin menikmati berkat yang melimpah jangan cari buahnya, tetapi carilah pohonnya yang adalah sumber dari buahnya. 

Roma 4:13-25 Allah Memperhitungkan Iman Orang Percaya

 Bacaan Firman Tuhan: Roma 4:13-25

Disini rasul Paulus menjelaskan pembenaran oleh iman itu dengan mencontohkan bagaimana Abraham dibenarkan Allah oleh karena imannya. Abraham dibenarkan bukan karena menaati hukum taurat, tetapi karena imannya kepada Tuhan. Walaupun janji Tuhan kepada Abraham kelihatannya mustahil terjadi, namun Abraham mempercayai janji Tuhan. 

Yeremia 29:1-7 Krisis Menjadi Berkat

Yeremia 29:1-7 Krisis Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 1-7

Kota Dubai di Uni Emirat Arab saat ini telah dikenal menjadi destinasi wisata modern yang diminati diseluruh dunia. Mereka berhasil untuk mengubah keadaan mereka dari padang gurun yang tandus karena mereka ketersediaan minyak yang sudah menipis. Mereka mampu untuk menggunakan krisis menjadi berkat. Kita juga bisa banyak belajar dari banyak tokoh-tokoh sukses, yang mana mereka terdorong menjadi sukses adalah karena kepahitan hidup mereka.

1 Raja-raja 17: 1-6 Hidup Elia Dipelihara Tuhan

1 Raja-raja 17: 1-6 Hidup Elia Dipelihara Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 1-6

Pada masa pemerintahan Ahab, nabi Elia diutus Tuhan ketengah-tengah umat Israel tepatnya di Kerajaan Israel Utara. Raja Ahab kawin dengan perempuan kafir, kemudian Ahab mendirikan kuil Baal dan ikut menyembahnya, dan umat Israel telah turut menyembah berhala. Mereka percaya bahwa dewa Baal adalah dewa kesuburan yang menguasai hujan dan panen berlimpah. Maka Tuhan mengutus Elia untuk menyampaikan penghukuman Tuhan atas ketidaktaan umat Israel bahwa Allah akan menahan hujan tidak datang selama tiga setengah tahun.

Keluaran 18: 17-23 Nasehat Yitro Kepada Musa

Keluaran 18: 17-23 Nasehat Yitro Kepada Musa

Bacaan firman Tuhan: Keluaran 18: 17-23

Ketika Musa dikunjungi oleh Yitro mertuanya. Yitro melihat bagaimana Musa melayani bangsa Israel dengan mengadili diantara bangsa itu mulai dari pagi hingga petang. Yitro berkata “mengapakah engkau seorang diri saja....tidak baik seperti yang kau lakukan ini” (14, 17). Yitro menasehatkan bahwa apa yang dilakukan oleh Musa dengan bekerja sendiri tidak akan baik bagi dirinya yang akan melelahkan dirinya sendiri dan juga tidak baik bagi bangsa itu.

2 Samuel 9: 1-8 Berbuahkan Kebaikan

 Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 9: 1-8

Di kitab 2 Samuel 9: 1-8 kita akan belajar memahami makna dari kebaikan. Di kisahkan kepada kita bahwa Mefiboset yang adalah anak dari Yonatan, cucu Saul raja pertama bangsa Israel. Saul dan Yonatan terbunuh dalam pertempuran dan takhta kerajaan di isi oleh Daud. Bahwa pada masa itu raja yang baru sering kali memusnahkan semua orang yang berhubungan dengan dinasti raja sebelumnya, yang dikhawatirkan adanya pemberontakan di kemudian hari. Namun Daud mengingat persahabatannya dengan Yonatan dan janjinya kepada Yonatan untuk tidak memutus kasih setianya kepada keturunannya sampai selamanya ( 1 Sam. 20:15-17).

Ulangan 16: 13-17 Mensyukuri Berkat Penyertaan Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 16: 13-17

Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu. Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Imamat 25: 1-13 Tahun Sabat dan Tahun Yobel

Bacaan Firman Tuhan: Imamat 25: 1-13

Di kitab Imamat 25: 1-13 Tuhan berfirman kepada Musa, ketika umat Israel nantinya telah memasuki tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka tempati, maka tanah pemberian Tuhan itu harus mendapat perhentian.

Mazmur 42: 1-6 Mengapa engkau tertekan hai jiwaku?


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 42: 1-6
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 69: 30-37 Sukacita Orang Benar Menghadapi Penderitaan


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 69: 30-37
Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya. Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.
1 Petrus 4: 12-19 Berbahagia Dalam Penderitaan

1 Petrus 4: 12-19 Berbahagia Dalam Penderitaan


Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 4: 12-19
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
Mazmur 31: 1-9 Bersukacita Hanya Oleh Kasih Setia Tuhan

Mazmur 31: 1-9 Bersukacita Hanya Oleh Kasih Setia Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 31: 1-9

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.
Mazmur 112: 1-10 Berbahagialah Orang Yang Takut Akan TUHAN

Mazmur 112: 1-10 Berbahagialah Orang Yang Takut Akan TUHAN

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 112: 1-10
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.
Mazmur 27: 1-6 Aman Dalam Perlindungan TUHAN

Mazmur 27: 1-6 Aman Dalam Perlindungan TUHAN


Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 27: 1-6
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.