Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Showing posts with label Saksi Kristus. Show all posts
Showing posts with label Saksi Kristus. Show all posts

Monday, November 2, 2020

Daniel 6:1-15 Setia Beriman Diantara Orang Yang Tidak Beriman

 Bacaan Firman Tuhan: Daniel 6: 1-15

Pada masa pembuangan ke Babel, Daniel adalah seorang dari orang Yahudi yang dibawa ke Babel. Dalam kitab Daniel ini kita mendapati sosok Daniel yang setia kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan di negeri orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Kesetiaan Daniel kepada Tuhan membuatnya menjadi orang yang diberkati oleh Tuhan, dan Tuhan memakainya menjadi seorang yang menyatakan kebesaran nama Tuhan di antara bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan. Melalui Daniel, Tuhan menyatakan kepada bangsa-bangsa bahwa walaupun orang Yahudi dibawa kepada pembuangan bukan artinya Tuhan mereka dikalahkan, tetapi itu adalah hukuman atas dosa umatNya. Melalui Daniel, Tuhan menyatakan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah kehidupan bangsa-bangsa (Daniel 4:25).

Thursday, October 3, 2019

Kisah Para Rasul 20: 21-31 Hidup Untuk Melayani Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 20: 21-31
Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

Friday, August 23, 2019

Lukas 6: 27-37 Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 6: 27-37; Matius 5: 38-48
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu Berilahkepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

Thursday, August 8, 2019

2 Raja-raja 5: 1-6 Jangan Berkecil Hati


Bacaan Firman Tuhan: 2 Raja-raja 5: 1-6
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeriIsrael itu."  Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Ia menyampaikan surat itu kepadaraja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."

Monday, October 29, 2018

Yesaya 43: 8-13 | Apakah Tuhan itu Buta dan Tuli?



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 43: 8-13
Biarlah orang membawa tampil bangsa yang buta sekalipun ada matanya, yang tuli sekalipun ada telinganya! Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: "Benar demikian!" "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?"

Sunday, June 25, 2017

Matius 10:40-42 | Utusan Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Matius 10: 40-42
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Thursday, June 22, 2017

Hidup Yang Berorientasi Pada Panggilan



Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 4: 8-22
Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu." Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Monday, June 12, 2017

Keluaran 19: 2-8a | Hidup dalam Anugerah Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 19: 2-8a
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Thursday, April 27, 2017

Mazmur 116: 12-19 | Membalas Kebaikan Tuhan



Bacaan firman Tuhan: Mazmur 116: 12-19
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Wednesday, April 19, 2017

Markus 16: 12-18 | Diutus dan dimampukan



Bacaan Firman Tuhan: Markus 16: 12-18
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
Ada 3 hal yang dapat kita pergumulkan melalui nas ini:

Tuesday, September 27, 2016

2 Timotius 1: 1-8 | Beriman yang Murni, Tulus, Ikhlas dan Berkarya



Bacaan Firman Tuhan: 2 Timotius 1: 1-8
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Tuesday, September 1, 2015

Markus 7: 24-37 | Tuhan Pulihkan Hidupku



Bacaan Firman Tuhan: Markus 7: 24-37

“Ia menjadikan segala-galanya baik”

Pada nas Firman Tuhan ini diberitakan tentang mujizat Tuhan Yesus melalui kesembuhan dua orang yang sakit. Pertama, tentang seorang ibu yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat. Mujizat diperlihatkan Tuhan Yesus hanya dengan kepercayaan perempuan Siro-Fenisia itu, yang tanpa dilihat dan di jabah, namun Yesus mengusir roh jahat itu dari jarak jauh. Kedua, menyembuhkan seorang yang tuli dan yang gagap. Yang ini berbeda dari yang pertama, sebab Yesus dengan jelas memperlihatkan langkah-langkah penyembuhan kepada fisik orang sakit itu.

Monday, June 29, 2015

Yehezkiel 2:1-5 | Umat Allah Yang Tampil Beda dan Missioner

 Bacaan Firman Tuhan: Yehezkiel 2:1-5

 "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku.....harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH."



Pemanggilan Tuhan kepada Yehezkiel telah menjadi respon atas sikap bangsa Israel yang dikatakan pemberontak dan pendurhaka yang memiliki sifat keras kepala dan tegar hati. Pembuangan bangsa Israel ke Babel sebenarnya sudah cukup menyadarkan mereka akibat dosa yang telah mereka perbuatan terhadap Allah, namun perbuatan dosa pun terus berlanjut di pembuangan ketika umat telah ikut-ikutan menyembah ilah-ilah di Babel.

Pemanggilan Yehezkiel di tengah-tengah umat Israel menyadarkan mereka, bahwa Tuhan ada bersama-sama mereka yang sedang mengalami penderitaan. Mau mereka percaya atau tidak, namun Allah bertindak atas sikap umat Israel melalui Yehezkiel dengan menyatakan: “Beginilah firman Tuhan Allah”.

Jika melihat sikap umat Israel di pembuangan, Allah juga menatap kelemahan dan kekurangan Yehezkiel untuk mampu menghadapi umat Israel yang disebut sebagai “bangsa pemberontak” itu. Sehingga Allah memanggil Yehezkiel dengan sebutan “anak manusia”, jika ia sendiri adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan, bagaimana pula dia akan menyatakan Firman Allah kepada bangsa yang memberontak kepada Tuhan. 

Karena Allah telah menatap keterbatasan dari Yehezkiel, maka Allah memperlengkapi dan memberikan kekuatan untuk mampu menyampaikan Firman Tuhan. Kekuatan yang diberikan Tuhan adalah dengan mencurahkan RohNya kepada Yehezkiel (ay. 2, 8). Supaya ia menjadi orang yang luar biasa dalam menyampaikan Firman Tuhan.

Refleksi
Dalam dunia yang penuh dengan kekacauan, permusuhan, dosa dan kejahatan; dalam dunia yang penuh dengan daya tarik untuk menjauhkan hidup manusia dari Tuhan pencipta. Tuhan mengingatkan kita melalui firman ini, apakah kita telah menjadi manusia yang pendurhaka seperti bangsa Israel tadi? Apakah kita sudah tidak lagi mampu berdiri diatas iman kepercayaan kita? Apakah dunia telah mengalahkan hidup kita? Kita mau diingatkan kembali bahwa Tuhan ada untuk selama-lamanya, bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada pengadilan Tuhan.

Tuhan menghendaki kehidupan kita justru sebaliknya dari apa yang saya katakana diatas tadi, bahwa umat Tuhan bukanlah manusia yang dapat dengan mudah ditarik oleh kenikmatan dunia yang sementara ini. Justru kita dipanggil untuk tampil beda dari jalan hidup orang yang terbawa arus untuk memberontak kepada Tuhan. Kita mau diajar oleh firman Tuhan untuk mampu seperti Yehezkiel, untuk tidak terbawa arus, tetapi mampu melawan arus kehidupan yang salah. Kita juga terpanggil untuk menyampai firman Tuhan melalui kehidupan kita. Kita bukanlah orang yang terpegaruh oleh kekacauan dunia ini, namun kita justru harus mempengaruhi hidup orang banyak untuk semakin dekat dengan Tuhan. Bahwa kita harus menjadi garam dan terang bagi dunia ini.
Tuhan memampukan kita untuk menyatakan bahwa Allah ada melalui kehidupan kita. Tuhan telah mencurahkan Roh Kudus kepada setiap yang percaya kepadaNya, supaya memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mampu menyatakan kasih Kristus ditengah-tengah kehidupan kita. Maka kita terpanggil menjadi pelayan firman Tuhan penuh waktu “full-timer”. Bahwa dalam segala liku-liku kehidupan kita, Tuhan mau pakai itu untuk menyatakan keberadaan dan kasih Allah yang besar. Dalam kitab 1 Petrus 2:9 dengan tegas dikatakan: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib”.

Friday, February 6, 2015

Menjadi Orang Yang Dimerdekakan Oleh Kristus



Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 9: 16-23
Bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi,
supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.
Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat,
Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah,
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah.

Thursday, October 16, 2014

1 Tesalonika 2:1-8 | Diselamatkan Untuk Kemuliaan Allah



Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 2:1-8; Mazmur 1:1-6
Paulus yang telah mengalami kasih Allah yang besar menggerakkannya untuk pergi memberitakan keselamatan dari Tuhan bagi dunia (Kis.9:15) . Sehingga Paulus menyatakan “celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor. 9:16).

Friday, August 15, 2014

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Bacaan Firma Tuhan: Roma 11: 1-2a + 29-32; Mazmur 67
"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya?" Tidak terselami rencana-rencana Tuhan atas kehidupan manusia, sehingga berita keselamatan Tuhan tersebar ke seluruh bangsa-bangsa. Banyak suku-suku bangsa yang pada akhirnya menerima kasih keselamatan Allah melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Allah merelakan diriNya untuk mendapatkan hinaan dan siksaan supaya kasihNya nyata kepada semua bangsa.

Inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus "Kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka". Umat Israel yang dari dahulu kala telah diberitakan dan dijanjikan kepada nenek moyangnya akan keselamatan dari Allah tidak dapat menerima kebenaran Allah (Rm. 10:3) yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Namun demikian keselamatan tetap terbuka bagi umat Israel melalui kemurahan yang telah diperoleh orang-orang yang bukan Yahudi.

Hendak di tegaskan kepada kita bahwa keselamatan dari Tuhan hanya dapat diperoleh melalui iman bukan karena perbuatan seperti yang dilakukan oleh umat Israel yang berusaha mengenal kebenaran Tuhan mengandalkan pikiran mereka sendiri. Keselamatan dari Allah terbuka bagi semua orang yang menerima dengan iman.

Berkat keselamatan, penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah kepada Abraham telah terbuka bagi seluruh bangsa melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Dengan demikian Yesus menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan hidup bagi dunia (Yoh. 3:16) siapa yang percaya akan diselamatkan, dan siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16).

Nas ini mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang kita peroleh melalui iman kepada Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan dan menganggap bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Namun sebaliknya bahwa harus memiliki konsep berpikir bahwa mereka juga harus melihat dan ikut serta dalam keselamatan dari Kristus. Inilah tanggungjawab iman kita yaitu untuk memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan: "Supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan".

Ada banyak ladang penginjilan dalam kehidupan kita, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat pekerjaan kita sehari-hari adalah tempat yang akan kita gunakan untuk memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Bagaimana orang lain dapat melihat kasih, kebaikan dan kemurahan Kristus ada dalam perilaku kehidupan kita. 

Sehingga orang yang hidup dalam kemurahan Allah bukan lagi dosa yang dirancang-rancang dalam kehidupannya, namun segala sesuatu yang boleh kita perbuat semuanya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus (ay. 36). Jika orang yang belum mengenal Kristus hanya dapat mencaci dengan perkataan maupun dengan sikap kebencian maka kita akan perlihatkan kasih da kebaikan Allah kepada mereka.

Sehingga keselamatan yang rancangkan oleh Allah bukanlah hanya kepada sekelompok orang atau hanya kepada satu bangsa saja, namun kepada seluruh bangsa akan mendapatkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang Indonesia yang telah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak lepas dari rencana Allah keselamatan Allah. Terlebih dalam memperingati HUT RI ke-69 kita tidak lupa untuk mengsyukuri kemerdekaan yang boleh di raih bangsa Indonesia tidak terlepas dari kemurahan Allah. Bagaimana kita sebagai orang Kristen mengsyukuri dan mengisi kemerdekaan Indonesia? Kita memiliki tugas ilahi yaitu menjadi warga negara yang telah diselamatkan. Kita berbakti kepada bangsa dan negara adalah karena Allah mengasihi Indonesia.


Thursday, August 14, 2014

Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.

Wednesday, June 18, 2014

Yeremia 20:7-13 Tetap Setia Ditengah Tekanan

Renungan: Yeremia 20: 7-13 

Kisah yang menarik dari pemanggilan Yeremia bahwa ia telah dippanggil Tuhan menjadi seorang nabi sebelum ia dibetuk dalam rahim ibunya (Yer. 1:5). Tuhan memang benar-benar sudah mempersiapkan Yeremia menjadi seorang Nabi. Namun demikian bukan berarti Yeremia hidup tanpa tantangan dan kendala yang dihadapinya sebagai seorang nabi. Hal ini kita dapat melihat dari nas renungan kita ini, yang mana seakan-akan Yeremia hendak menggugat Allah mengapa dia harus dipanggil menjadi seorang nabi karena kesusahan dan tekanan yang dialaminya. Sampai dia menyatakan mengapa dia tidak dibunuh saja ketika masih dalam kandungan dan menyesalkan dia terlahir dari kandungan ibunya (ay. 17-18).



Yeremia telah memberikan dirinya menjadi Nabi, dan memberitakan Firman Tuhan, namun dia menjadi tertawaan, olok-olokan, dipandang rendah dan diintai-intai untuk menjatuhkan dirinya. Inilah keluh kesah Yeremia yang disampaikan kepada Tuhan. Yeremia merasakan hidup dalam sesuatu yang sulit: ketika ia mau meninggalkan pelayanannya hatinya menolak dan menderita tetapi ketika setia melayani, maka ia harus terus berhadapan dengan tekanan dan penderitaan dalam hidupnya.



Walaupun sepertinya Yeremia memperlihatkan keluhannya, namun terdapat kekuatan dalam kelemahannya itu yang membuatnya tetap setia dalam pelayanannya (bandingkan Matius 10:24-39):



Tuhan yang memanggil bukan manusia

Ini adalah kesaksian Yeremia yang 'tak dapat dibantah olehnya, sehingga kita dia meyakini bahwa panggilannya sebagai seorang nabi adalah dari Allah maka kepercayaannya teguh bahwa “Tuhan menyertainya seperti pahlawan yang gagah”. Di dalam kelemahan dan kesusahannya dalam pelayanan, dia tetap di topang dan dijagai oleh kuasa kebesaran Tuhan yang tetap memberikan kekuatan padanya.



Penderitaan yang dialaminya tidak sebanding dengan hukuman Allah

Seberat apapun kesusahannya dalam pelayanannya, namun Tuhan adalah adil yang akan memberikan penghukuman bagi mereka yang menolak Firman Tuhan. Yeremia percaya bahwa Allah melihat isi hati manusia. Tuhan yang akan membalaskan segala perbuatan orang-orang yang menolak Firman Tuhan dan utusanNya.



Untuk melakukan firman Tuhan bukanlah perkara yang mudah bila kita masih terikat akan keinginan daging, namun firman Tuhan pun pasti mampu kita lakukan ketika kita mau untuk menyerahkan diri kepada Tuhan.



Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita dipanggil untuk menyatakan firman Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah kita merasakan dilema antara mengikuti keinginan daging dan melakukan firman Tuhan? Hal-hal seperti ini bisa dapat dimaklumi, namun yang terpenting adalah hasil akhirnya, apakah mengikuti Firman Tuhan atau mengikuti keinginan daging? Tetapi kita belajar dari Nabi Yeremia bahwa ia tetap memilih panggilan Tuhan untuk menyatakan Firman Allah dalam kehidupannya.



Ada banyak orang kristen yang pada akhirnya memilih untuk mengikuti keinginan dagingnya, tidak mau ambil susah yang penting senang tanpa kendala dan menghiraukan Firman Tuhan. Mulai dari mencari jabatan, korupsi, pekerjaan yang melawan hukum sampai pada masalah-masalah sikap dan tindakan. Paling sering juga yang terjadi adalah masalah sikap dan tindakan terhadap orang lain, mungkin karena sakit hati dia lebih mengikuti keinginan dagingnya untuk membenci dan memusuhi, padahal Tuhan memanggil kita untuk mengasihi sesama kita walaupun kita harus dibenci.



Sehingga kita harus terus merenungkan ucapan Tuhan Yesus “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di Sorga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Sorga” (Mat. 10:32-33). Pengakuan itu bukan hanya kata-kata, namun pengakuan itu lebih dititikan pada pengakuan akan Firman Tuhan dalam sikap dan tindakan. Tuhan-lah yag menjadi kekuatan kita dalam melakukan dan menyatakan FirmanNya dalam hidup kita. Amin

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Showing posts with label Saksi Kristus. Show all posts
Showing posts with label Saksi Kristus. Show all posts
Daniel 6:1-15 Setia Beriman Diantara Orang Yang Tidak Beriman

Daniel 6:1-15 Setia Beriman Diantara Orang Yang Tidak Beriman

 Bacaan Firman Tuhan: Daniel 6: 1-15

Pada masa pembuangan ke Babel, Daniel adalah seorang dari orang Yahudi yang dibawa ke Babel. Dalam kitab Daniel ini kita mendapati sosok Daniel yang setia kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan di negeri orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Kesetiaan Daniel kepada Tuhan membuatnya menjadi orang yang diberkati oleh Tuhan, dan Tuhan memakainya menjadi seorang yang menyatakan kebesaran nama Tuhan di antara bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan. Melalui Daniel, Tuhan menyatakan kepada bangsa-bangsa bahwa walaupun orang Yahudi dibawa kepada pembuangan bukan artinya Tuhan mereka dikalahkan, tetapi itu adalah hukuman atas dosa umatNya. Melalui Daniel, Tuhan menyatakan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah kehidupan bangsa-bangsa (Daniel 4:25).

Kisah Para Rasul 20: 21-31 Hidup Untuk Melayani Tuhan

Kisah Para Rasul 20: 21-31 Hidup Untuk Melayani Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 20: 21-31
Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.
Lukas 6: 27-37 Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

Lukas 6: 27-37 Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 6: 27-37; Matius 5: 38-48
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu Berilahkepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
2 Raja-raja 5: 1-6 Jangan Berkecil Hati

2 Raja-raja 5: 1-6 Jangan Berkecil Hati


Bacaan Firman Tuhan: 2 Raja-raja 5: 1-6
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeriIsrael itu."  Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Ia menyampaikan surat itu kepadaraja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
Yesaya 43: 8-13 | Apakah Tuhan itu Buta dan Tuli?

Yesaya 43: 8-13 | Apakah Tuhan itu Buta dan Tuli?



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 43: 8-13
Biarlah orang membawa tampil bangsa yang buta sekalipun ada matanya, yang tuli sekalipun ada telinganya! Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: "Benar demikian!" "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?"
Matius 10:40-42 | Utusan Tuhan

Matius 10:40-42 | Utusan Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Matius 10: 40-42
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
Hidup Yang Berorientasi Pada Panggilan

Hidup Yang Berorientasi Pada Panggilan



Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 4: 8-22
Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu." Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
Keluaran 19: 2-8a | Hidup dalam Anugerah Tuhan

Keluaran 19: 2-8a | Hidup dalam Anugerah Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 19: 2-8a
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Mazmur 116: 12-19 | Membalas Kebaikan Tuhan

Mazmur 116: 12-19 | Membalas Kebaikan Tuhan



Bacaan firman Tuhan: Mazmur 116: 12-19
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.
Markus 16: 12-18 | Diutus dan dimampukan

Markus 16: 12-18 | Diutus dan dimampukan



Bacaan Firman Tuhan: Markus 16: 12-18
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
Ada 3 hal yang dapat kita pergumulkan melalui nas ini:
2 Timotius 1: 1-8 | Beriman yang Murni, Tulus, Ikhlas dan Berkarya

2 Timotius 1: 1-8 | Beriman yang Murni, Tulus, Ikhlas dan Berkarya



Bacaan Firman Tuhan: 2 Timotius 1: 1-8
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Markus 7: 24-37 | Tuhan Pulihkan Hidupku



Bacaan Firman Tuhan: Markus 7: 24-37

“Ia menjadikan segala-galanya baik”

Pada nas Firman Tuhan ini diberitakan tentang mujizat Tuhan Yesus melalui kesembuhan dua orang yang sakit. Pertama, tentang seorang ibu yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat. Mujizat diperlihatkan Tuhan Yesus hanya dengan kepercayaan perempuan Siro-Fenisia itu, yang tanpa dilihat dan di jabah, namun Yesus mengusir roh jahat itu dari jarak jauh. Kedua, menyembuhkan seorang yang tuli dan yang gagap. Yang ini berbeda dari yang pertama, sebab Yesus dengan jelas memperlihatkan langkah-langkah penyembuhan kepada fisik orang sakit itu.

Yehezkiel 2:1-5 | Umat Allah Yang Tampil Beda dan Missioner

 Bacaan Firman Tuhan: Yehezkiel 2:1-5

 "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku.....harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH."



Pemanggilan Tuhan kepada Yehezkiel telah menjadi respon atas sikap bangsa Israel yang dikatakan pemberontak dan pendurhaka yang memiliki sifat keras kepala dan tegar hati. Pembuangan bangsa Israel ke Babel sebenarnya sudah cukup menyadarkan mereka akibat dosa yang telah mereka perbuatan terhadap Allah, namun perbuatan dosa pun terus berlanjut di pembuangan ketika umat telah ikut-ikutan menyembah ilah-ilah di Babel.

Pemanggilan Yehezkiel di tengah-tengah umat Israel menyadarkan mereka, bahwa Tuhan ada bersama-sama mereka yang sedang mengalami penderitaan. Mau mereka percaya atau tidak, namun Allah bertindak atas sikap umat Israel melalui Yehezkiel dengan menyatakan: “Beginilah firman Tuhan Allah”.

Jika melihat sikap umat Israel di pembuangan, Allah juga menatap kelemahan dan kekurangan Yehezkiel untuk mampu menghadapi umat Israel yang disebut sebagai “bangsa pemberontak” itu. Sehingga Allah memanggil Yehezkiel dengan sebutan “anak manusia”, jika ia sendiri adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kelemahan dan kekurangan, bagaimana pula dia akan menyatakan Firman Allah kepada bangsa yang memberontak kepada Tuhan. 

Karena Allah telah menatap keterbatasan dari Yehezkiel, maka Allah memperlengkapi dan memberikan kekuatan untuk mampu menyampaikan Firman Tuhan. Kekuatan yang diberikan Tuhan adalah dengan mencurahkan RohNya kepada Yehezkiel (ay. 2, 8). Supaya ia menjadi orang yang luar biasa dalam menyampaikan Firman Tuhan.

Refleksi
Dalam dunia yang penuh dengan kekacauan, permusuhan, dosa dan kejahatan; dalam dunia yang penuh dengan daya tarik untuk menjauhkan hidup manusia dari Tuhan pencipta. Tuhan mengingatkan kita melalui firman ini, apakah kita telah menjadi manusia yang pendurhaka seperti bangsa Israel tadi? Apakah kita sudah tidak lagi mampu berdiri diatas iman kepercayaan kita? Apakah dunia telah mengalahkan hidup kita? Kita mau diingatkan kembali bahwa Tuhan ada untuk selama-lamanya, bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada pengadilan Tuhan.

Tuhan menghendaki kehidupan kita justru sebaliknya dari apa yang saya katakana diatas tadi, bahwa umat Tuhan bukanlah manusia yang dapat dengan mudah ditarik oleh kenikmatan dunia yang sementara ini. Justru kita dipanggil untuk tampil beda dari jalan hidup orang yang terbawa arus untuk memberontak kepada Tuhan. Kita mau diajar oleh firman Tuhan untuk mampu seperti Yehezkiel, untuk tidak terbawa arus, tetapi mampu melawan arus kehidupan yang salah. Kita juga terpanggil untuk menyampai firman Tuhan melalui kehidupan kita. Kita bukanlah orang yang terpegaruh oleh kekacauan dunia ini, namun kita justru harus mempengaruhi hidup orang banyak untuk semakin dekat dengan Tuhan. Bahwa kita harus menjadi garam dan terang bagi dunia ini.
Tuhan memampukan kita untuk menyatakan bahwa Allah ada melalui kehidupan kita. Tuhan telah mencurahkan Roh Kudus kepada setiap yang percaya kepadaNya, supaya memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mampu menyatakan kasih Kristus ditengah-tengah kehidupan kita. Maka kita terpanggil menjadi pelayan firman Tuhan penuh waktu “full-timer”. Bahwa dalam segala liku-liku kehidupan kita, Tuhan mau pakai itu untuk menyatakan keberadaan dan kasih Allah yang besar. Dalam kitab 1 Petrus 2:9 dengan tegas dikatakan: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib”.

Menjadi Orang Yang Dimerdekakan Oleh Kristus

Menjadi Orang Yang Dimerdekakan Oleh Kristus



Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 9: 16-23
Bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi,
supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.
Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat,
Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah,
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah.
1 Tesalonika 2:1-8 | Diselamatkan Untuk Kemuliaan Allah

1 Tesalonika 2:1-8 | Diselamatkan Untuk Kemuliaan Allah



Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 2:1-8; Mazmur 1:1-6
Paulus yang telah mengalami kasih Allah yang besar menggerakkannya untuk pergi memberitakan keselamatan dari Tuhan bagi dunia (Kis.9:15) . Sehingga Paulus menyatakan “celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor. 9:16).

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Bacaan Firma Tuhan: Roma 11: 1-2a + 29-32; Mazmur 67
"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya?" Tidak terselami rencana-rencana Tuhan atas kehidupan manusia, sehingga berita keselamatan Tuhan tersebar ke seluruh bangsa-bangsa. Banyak suku-suku bangsa yang pada akhirnya menerima kasih keselamatan Allah melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Allah merelakan diriNya untuk mendapatkan hinaan dan siksaan supaya kasihNya nyata kepada semua bangsa.

Inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus "Kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka". Umat Israel yang dari dahulu kala telah diberitakan dan dijanjikan kepada nenek moyangnya akan keselamatan dari Allah tidak dapat menerima kebenaran Allah (Rm. 10:3) yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Namun demikian keselamatan tetap terbuka bagi umat Israel melalui kemurahan yang telah diperoleh orang-orang yang bukan Yahudi.

Hendak di tegaskan kepada kita bahwa keselamatan dari Tuhan hanya dapat diperoleh melalui iman bukan karena perbuatan seperti yang dilakukan oleh umat Israel yang berusaha mengenal kebenaran Tuhan mengandalkan pikiran mereka sendiri. Keselamatan dari Allah terbuka bagi semua orang yang menerima dengan iman.

Berkat keselamatan, penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah kepada Abraham telah terbuka bagi seluruh bangsa melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Dengan demikian Yesus menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan hidup bagi dunia (Yoh. 3:16) siapa yang percaya akan diselamatkan, dan siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16).

Nas ini mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang kita peroleh melalui iman kepada Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan dan menganggap bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Namun sebaliknya bahwa harus memiliki konsep berpikir bahwa mereka juga harus melihat dan ikut serta dalam keselamatan dari Kristus. Inilah tanggungjawab iman kita yaitu untuk memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan: "Supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan".

Ada banyak ladang penginjilan dalam kehidupan kita, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat pekerjaan kita sehari-hari adalah tempat yang akan kita gunakan untuk memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Bagaimana orang lain dapat melihat kasih, kebaikan dan kemurahan Kristus ada dalam perilaku kehidupan kita. 

Sehingga orang yang hidup dalam kemurahan Allah bukan lagi dosa yang dirancang-rancang dalam kehidupannya, namun segala sesuatu yang boleh kita perbuat semuanya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus (ay. 36). Jika orang yang belum mengenal Kristus hanya dapat mencaci dengan perkataan maupun dengan sikap kebencian maka kita akan perlihatkan kasih da kebaikan Allah kepada mereka.

Sehingga keselamatan yang rancangkan oleh Allah bukanlah hanya kepada sekelompok orang atau hanya kepada satu bangsa saja, namun kepada seluruh bangsa akan mendapatkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang Indonesia yang telah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak lepas dari rencana Allah keselamatan Allah. Terlebih dalam memperingati HUT RI ke-69 kita tidak lupa untuk mengsyukuri kemerdekaan yang boleh di raih bangsa Indonesia tidak terlepas dari kemurahan Allah. Bagaimana kita sebagai orang Kristen mengsyukuri dan mengisi kemerdekaan Indonesia? Kita memiliki tugas ilahi yaitu menjadi warga negara yang telah diselamatkan. Kita berbakti kepada bangsa dan negara adalah karena Allah mengasihi Indonesia.


Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.
Yeremia 20:7-13 Tetap Setia Ditengah Tekanan

Yeremia 20:7-13 Tetap Setia Ditengah Tekanan

Renungan: Yeremia 20: 7-13 

Kisah yang menarik dari pemanggilan Yeremia bahwa ia telah dippanggil Tuhan menjadi seorang nabi sebelum ia dibetuk dalam rahim ibunya (Yer. 1:5). Tuhan memang benar-benar sudah mempersiapkan Yeremia menjadi seorang Nabi. Namun demikian bukan berarti Yeremia hidup tanpa tantangan dan kendala yang dihadapinya sebagai seorang nabi. Hal ini kita dapat melihat dari nas renungan kita ini, yang mana seakan-akan Yeremia hendak menggugat Allah mengapa dia harus dipanggil menjadi seorang nabi karena kesusahan dan tekanan yang dialaminya. Sampai dia menyatakan mengapa dia tidak dibunuh saja ketika masih dalam kandungan dan menyesalkan dia terlahir dari kandungan ibunya (ay. 17-18).



Yeremia telah memberikan dirinya menjadi Nabi, dan memberitakan Firman Tuhan, namun dia menjadi tertawaan, olok-olokan, dipandang rendah dan diintai-intai untuk menjatuhkan dirinya. Inilah keluh kesah Yeremia yang disampaikan kepada Tuhan. Yeremia merasakan hidup dalam sesuatu yang sulit: ketika ia mau meninggalkan pelayanannya hatinya menolak dan menderita tetapi ketika setia melayani, maka ia harus terus berhadapan dengan tekanan dan penderitaan dalam hidupnya.



Walaupun sepertinya Yeremia memperlihatkan keluhannya, namun terdapat kekuatan dalam kelemahannya itu yang membuatnya tetap setia dalam pelayanannya (bandingkan Matius 10:24-39):



Tuhan yang memanggil bukan manusia

Ini adalah kesaksian Yeremia yang 'tak dapat dibantah olehnya, sehingga kita dia meyakini bahwa panggilannya sebagai seorang nabi adalah dari Allah maka kepercayaannya teguh bahwa “Tuhan menyertainya seperti pahlawan yang gagah”. Di dalam kelemahan dan kesusahannya dalam pelayanan, dia tetap di topang dan dijagai oleh kuasa kebesaran Tuhan yang tetap memberikan kekuatan padanya.



Penderitaan yang dialaminya tidak sebanding dengan hukuman Allah

Seberat apapun kesusahannya dalam pelayanannya, namun Tuhan adalah adil yang akan memberikan penghukuman bagi mereka yang menolak Firman Tuhan. Yeremia percaya bahwa Allah melihat isi hati manusia. Tuhan yang akan membalaskan segala perbuatan orang-orang yang menolak Firman Tuhan dan utusanNya.



Untuk melakukan firman Tuhan bukanlah perkara yang mudah bila kita masih terikat akan keinginan daging, namun firman Tuhan pun pasti mampu kita lakukan ketika kita mau untuk menyerahkan diri kepada Tuhan.



Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita dipanggil untuk menyatakan firman Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah kita merasakan dilema antara mengikuti keinginan daging dan melakukan firman Tuhan? Hal-hal seperti ini bisa dapat dimaklumi, namun yang terpenting adalah hasil akhirnya, apakah mengikuti Firman Tuhan atau mengikuti keinginan daging? Tetapi kita belajar dari Nabi Yeremia bahwa ia tetap memilih panggilan Tuhan untuk menyatakan Firman Allah dalam kehidupannya.



Ada banyak orang kristen yang pada akhirnya memilih untuk mengikuti keinginan dagingnya, tidak mau ambil susah yang penting senang tanpa kendala dan menghiraukan Firman Tuhan. Mulai dari mencari jabatan, korupsi, pekerjaan yang melawan hukum sampai pada masalah-masalah sikap dan tindakan. Paling sering juga yang terjadi adalah masalah sikap dan tindakan terhadap orang lain, mungkin karena sakit hati dia lebih mengikuti keinginan dagingnya untuk membenci dan memusuhi, padahal Tuhan memanggil kita untuk mengasihi sesama kita walaupun kita harus dibenci.



Sehingga kita harus terus merenungkan ucapan Tuhan Yesus “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di Sorga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Sorga” (Mat. 10:32-33). Pengakuan itu bukan hanya kata-kata, namun pengakuan itu lebih dititikan pada pengakuan akan Firman Tuhan dalam sikap dan tindakan. Tuhan-lah yag menjadi kekuatan kita dalam melakukan dan menyatakan FirmanNya dalam hidup kita. Amin