Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Showing posts with label Matius. Show all posts
Showing posts with label Matius. Show all posts

Friday, February 21, 2025

Matius 5: 38-48 Mengasihi Musuh

Renungan Minggu Sexagesima, 23 Februari 2025

“Mengasihi Musuh” – Matius 5: 38-48

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa kedatanganNya bukanlah untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (17). Tuhan Yesus hendak menjelaskan kembali makna dari hukum taurat yang sesungguhnya yaitu kasih, kebenaran dan kemurahan hati. Tetapi para ahli taurat menetapkan 613 peraturan sebagai teknis pelaksanaan hukum taurat yang justru mengaburkan makna hukum taurat yang sesungguhnya. Mereka seolah-olah melakukan hukum taurat, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan perintah manusia. Maka Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang makna yang sebenarnya dari beberapa hukum taurat. Dalam nas bagi kita minggu ini, ada dua contoh, yaitu:

Wednesday, May 8, 2024

Matius 13: 10-17 Membuka Hati mendengar dan Mengerti Firman Tuhan

Pembacaan Firman Tuhan: Matius 13: 10-17

Mungkin dari kita sudah pernah mendengar kata “memecahkan misteri” atau “mengungkapkan misteri”. Kata ini sering dipakai misalnya ketika polisi berusaha mengungkapkan sebuah fakta pembunuhan maka polisi akan berusaha untuk mendalami dan mempelajari setiap petunjuk yang ada dan kata ini juga sering dipakai oleh ilmuwan yang berusaha untuk mengungkap sebuah fakta pada masa lalu maka bagi para ilmuwan benda bersejarah menjadi sangat berharga bagi mereka sebab itu bisa menjadi sebuah petunjuk untuk penelitian mereka dalam mengungkapkan sebuah fakta. Pada intinya petunjuk sekecil apapun itu bisa menjadi pintu masuk untuk memecahkan sebuah misteri yang masih tersembunyi.

Thursday, June 8, 2023

Matius 9:18-26 Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

 

Minggu I Setelah Trinitatis, 11 Juni 2023

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau – Matius 9: 18-26

Dua kisah penyembuhan yang terangkai dalam sebuah kisah dalam nas ini, yaitu ketika Yesus menerima permohonan kepala rumah ibadat yang bernama Yairus (Markus 5:21-43) untuk menyembuhkan anaknya perempuan yang baru saja meninggal (Markus = sedang sakit, hampir mati dan ketika Yesus masih dalam perjalanan keluarga Yarius memberitahu bahwa anaknya telah mati) dan perempuan yang telah 12 tahun menderita pendarahan.

Thursday, January 5, 2023

Matius 3: 13-17 Kehendak Allah Digenapi di Dalam Yesus

            Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 13-17

Perikop ini menceritakan tentang baptisan Yesus. Untuk apa Tuhan Yesus dibaptis? Yohanes merasa tidak pantas membaptis Yesus. Yesus tidak berdosa, Ia tidak memerlukan pertobatan. Namun mengapa Yesus meminta Yohanes membaptis diri-Nya? Pertama, sebagai tanda pengidentifikasian-Nya dengan orang berdosa. Yesus tidak berdosa, tetapi Ia datang untuk menjadi Juruselamat orang berdosa. Untuk itu Ia perlu menempatkan diri-Nya di posisi orang berdosa. Ia dibaptis “seperti” orang berdosa (Ay. 15). Sebagai bukti bahwa Ia telah menjadi sama dengan manusia lainnya.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Showing posts with label Matius. Show all posts
Showing posts with label Matius. Show all posts
Matius 5: 38-48 Mengasihi Musuh

Matius 5: 38-48 Mengasihi Musuh

Renungan Minggu Sexagesima, 23 Februari 2025

“Mengasihi Musuh” – Matius 5: 38-48

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa kedatanganNya bukanlah untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (17). Tuhan Yesus hendak menjelaskan kembali makna dari hukum taurat yang sesungguhnya yaitu kasih, kebenaran dan kemurahan hati. Tetapi para ahli taurat menetapkan 613 peraturan sebagai teknis pelaksanaan hukum taurat yang justru mengaburkan makna hukum taurat yang sesungguhnya. Mereka seolah-olah melakukan hukum taurat, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan perintah manusia. Maka Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang makna yang sebenarnya dari beberapa hukum taurat. Dalam nas bagi kita minggu ini, ada dua contoh, yaitu:

Matius 13: 10-17 Membuka Hati mendengar dan Mengerti Firman Tuhan

Matius 13: 10-17 Membuka Hati mendengar dan Mengerti Firman Tuhan

Pembacaan Firman Tuhan: Matius 13: 10-17

Mungkin dari kita sudah pernah mendengar kata “memecahkan misteri” atau “mengungkapkan misteri”. Kata ini sering dipakai misalnya ketika polisi berusaha mengungkapkan sebuah fakta pembunuhan maka polisi akan berusaha untuk mendalami dan mempelajari setiap petunjuk yang ada dan kata ini juga sering dipakai oleh ilmuwan yang berusaha untuk mengungkap sebuah fakta pada masa lalu maka bagi para ilmuwan benda bersejarah menjadi sangat berharga bagi mereka sebab itu bisa menjadi sebuah petunjuk untuk penelitian mereka dalam mengungkapkan sebuah fakta. Pada intinya petunjuk sekecil apapun itu bisa menjadi pintu masuk untuk memecahkan sebuah misteri yang masih tersembunyi.

Matius 9:18-26 Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Matius 9:18-26 Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

 

Minggu I Setelah Trinitatis, 11 Juni 2023

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau – Matius 9: 18-26

Dua kisah penyembuhan yang terangkai dalam sebuah kisah dalam nas ini, yaitu ketika Yesus menerima permohonan kepala rumah ibadat yang bernama Yairus (Markus 5:21-43) untuk menyembuhkan anaknya perempuan yang baru saja meninggal (Markus = sedang sakit, hampir mati dan ketika Yesus masih dalam perjalanan keluarga Yarius memberitahu bahwa anaknya telah mati) dan perempuan yang telah 12 tahun menderita pendarahan.

Matius 3: 13-17 Kehendak Allah Digenapi di Dalam Yesus

Matius 3: 13-17 Kehendak Allah Digenapi di Dalam Yesus

            Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 13-17

Perikop ini menceritakan tentang baptisan Yesus. Untuk apa Tuhan Yesus dibaptis? Yohanes merasa tidak pantas membaptis Yesus. Yesus tidak berdosa, Ia tidak memerlukan pertobatan. Namun mengapa Yesus meminta Yohanes membaptis diri-Nya? Pertama, sebagai tanda pengidentifikasian-Nya dengan orang berdosa. Yesus tidak berdosa, tetapi Ia datang untuk menjadi Juruselamat orang berdosa. Untuk itu Ia perlu menempatkan diri-Nya di posisi orang berdosa. Ia dibaptis “seperti” orang berdosa (Ay. 15). Sebagai bukti bahwa Ia telah menjadi sama dengan manusia lainnya.