Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 7: 37-39a
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus
Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 7: 37-39a
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda
Pada hari sabat di Yerusalem di dekat pintu gerbang Domba disebuah kolam yang bernama Betesda, disitu Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun. Dalam kisah ini diberitakan bahwa banyak orang sakit seperti orang buta, orang timpang dan orang lumpuh. Mereka berkumpul di kolam Betesda mengharapkan mendapatkan kesembuhan dengan menanti-nantikan kolam itu berguncang. Disini dijelaskan bahwa kolam itu sewaktu-waktu dalam berguncang ketika malaikat Tuhan turun untuk menggerakkan airnya, dan siapa yang terlebih dahulu masuk ke dalam kolam itu saat airnya berguncang maka akan mendapatkan kesembuhan.
Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan
Penjelasan
Teks:
Ayat 19. Setelah semua kuda, kereta dan pasukan berkuda Mesir masuk ke laut, Tuhan membuat airnya kembali dan menenggelamkan mereka, sementara orang Israel telah melewati pertengahan laut itu di dasar laut yang kering.
Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 36-43
Kuasa Tuhan Yang
Menghidupkan
Ayat
36
"Yope" Sekarang kota ini dikenal sebagai Jaffa (Yafo). Itu adalah pelabuhan kuno untuk Yerusalem. Sekarang ini adalah bagian dari kota modern Tel Aviv-Yafo. "Murid" Istilah "murid" digunakan cukup sering di dalam Kisah Para Rasul. Secara harafiah berarti "pelajar" tetapi digunakan dalam pengertian orang percaya.
Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan
Keterangan
teks
Ayat
2
Pemazmur
menyatakan suatu keyakinan imannya bahwa setiap doa akan mendapatkan jawaban. Ini
adalah kesaksian iman pemazmur bahwa Tuhan selalu menolong dalam kesesakannya.
Pemazmur hendak bersaksi bahwa jika Tuhan mendengarkan dan menjawab doa-doanya
di masa lalu, maka sekarang juga Tuhan tetap akan mendengar dan menjawab
doanya.
Datang
kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan adalah jalan yang tepat untuk ditempuh
seseorang. Dalam hidup ini tidak cukup dengan mengandalkan kekuatan dan
pikiran, sebab kekuatan dan pikiran kita terbatas, kita membutuhkan belas
kasihan Tuhan dalam hidup ini, dan inilah yang selalu kita mohonkan kepada
Tuhan melalui doa, agar Dia selalu menyertai kita dengan kuasaNya yang tidak
terbatas.
Ayat
3
Pemazmur
mengajak orang-orang yang melawan Allah untuk memikirkan ulang kebodohan
mereka. Tidak ada gunanya mereka melawan orang yang dibenarkan oleh Tuhan, itu
semua adalah usaha yang sia-sia. Niat jahat yang timbul dari keinginan nafsu
dunia adalah usaha yang sia-sia. Segala usaha yang kita lakukan yang tidak
berkenan dengan kehendak Tuhan akan berakhir dengan kesia-siaan.
Ayat
4
Selanjutnya
pemazmur menjelaskan bagaimana kebahagiaan orang yang selalu berserah kepada
Tuhan, dia adalah orang pilihan Tuhan yang dikasihiNya dan Tuhan akan
mendengarkan doanya. Tuhan tidak akan membiarkan orang pilihanNya dijahati oleh
pendosa, justru orang pilihan Tuhan itu akan dijagai dan mendengarkan doanya. Siapa
yang menjahati orang yang dikasihi Tuhan, maka dia sedang berhadapan dengan
Tuhan yang menjagai orang yang dikasihiNya.
Ayat
5
Disini
pemazmur menasehatkan orang berdosa untuk memikirkan ulang niat jahatnya,
sadarlah bahwa tidak ada yang baik yang akan di dapatkan dari perbuatan dosa. Pertimbangkanlah
semuanya itu dalam hatimu di tempat pembaringan tidurmu.
Jangan
kita terlalu cepat bertindak dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan
konsekuensinya. Jangan kita dikendalikan oleh emosi sesaat untuk berbuat
sesuatu, tetapi tenangkanlah dirimu, perbuatan dosa tidak akan dapat
menyelesaikan masalah. Tetapi berdoalah
kepada Tuhan memohon hikmat dan petunjuk Tuhan, berharaplah akan kasih setia
Tuhan sehingga kita diberi ketenangan dan hikmat menghadapi segala persoalan
yang kita hadapi.
Ayat
6-9
Korban
persembahan orang fasik adalah kekejian dihadapan Tuhan (Yes. 1:11), pemazmur
menasehatkan agar setiap orang mempersembahkan persembahan yang benar, yaitu
hidup yang kudus dengan melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Apa gunanya
persembahan yang mereka bawa kepada Tuhan jika sikap dan perbuatan mereka tidak
berkenan dihadapan Tuhan.
Pemazmur
sangat bersyukur kepada Tuhan dan membuatnya dapat dengan tidur dengan tentram.
Sekalipun banyak orang yang menghakiminya bahwa Tuhan tidak akan menolongnya,
tetapi pemazmur yakin bahwa Tuhan sangat mengasihinya dan itu dapat
dirasakannya melebihi orang yang kelimpahan gandum dan anggur. Iman yang benar
kepada Tuhan akan melahirkan sukacita yang berlimpah melebihi apapun yang ada
di dunia ini. Orang yang memiliki banyak harta belum tentu dapat menjalani
hidup dengan tenang, tetapi orang benar akan diberikan Tuhan kedamaian dan
ketentraman dalam hidupnya.
Penjelasan teks
Mazmur
4 memperlihatkan kepada kita bagaimana berat pergumulan yang dihadapinya,
tetapi pemazmur tetap mampu untuk mengendalikan diri dalam situasi yang berat
yang sedang dihadapinya. Pemazmur tetap percaya pada kasih setia Tuhan yang
akan senantiasa menyertai orang yang selalu hidup dalam kebenaran Tuhan. Kita dapat
belajar dari pemazmur bagaimana langkah-langkah yang harus kita perbuat untuk
menghadapi persoalan dalam hidup:
1.
Berdoa memohon belas kasihan Tuhan
2.
Tetaplah
bersyukur. Ingatlah jika di masa lalu Tuhan menjawab doamu, maka percayalah kapanpun
Tuhan akan selalu mendengar dan menjawab doamu.
Renungan
Siapakah
yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Kita belajar dari pemazmur
untuk menyerahkan kekawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada
Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya
selain yang berkuasa atas kehidupan. Menjadi perenungan bagi kita, bagaimana
kita senantiasa menjadikan Tuhan tempat kita mencurahkan isi hati (“curhat”).
Apapun yang kita hadapi dan apapun jawaban atas segala curahan isi hati kita
kepada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan akan bertindak menyelamatkan kita. Kita
selalu ingat seperti yang sering dikatakan oleh Tuhan Yesus: “Imanmu
menyelamatkanmu”.
Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 1-6
Berubah Oleh Perjumpaan
Dengan Yesus
Keterangan Teks
Ayat 1-2
Pertobatan Saulus dikisahkan di 22:4-16 dan 26:12-18. Saulus lahir dan dididik di kota Tarsus di tanah Kilikia yang bukan Yahudi (22:3), dia belajar di Yerusalem pada rabi Gamaliel, salah seorang rabi terkemuka zaman itu (5:43 dst.). Dia dikenal sebagai seorang murid yang cemerlang (Gal. 1:14) dam seorang Farisi yang bersemangat (Flp. 3:5).
Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita
Dalam nas ini diperlihatkan tentang jalan penderitaan yang harus ditanggung oleh Hamba yang diutus oleh Tuhan, hamba Allah ini harus direndahkan dan dihina sebelum ia ditinggikan dan dimuliakan. Hamba yang menderita ini adalah nubuatan yang telah digenapi oleh Yesus Kristus yang datang ke dunia ini, Dia melakukan apa yang diperintahkan oleh BapaNya sehingga dalam pelayananNya banyak orang yang menyanjungNya, tetapi setelah disanjung dan ditinggikan, hamba Tuhan itu menderita, tetapi setelah penderitaanNya Dia membuat banyak bangsa-bangsa yang tercengang, sebab apa yang tidak pernah didengar dan dilihat dapat dilakukan oleh hamba Tuhan yang menderita itu. Hal inilah yang dapat kita perhatikan dalam nas ini yang terdiri dari tiga bagian:
Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 7: 37-39a
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda
Pada hari sabat di Yerusalem di dekat pintu gerbang Domba disebuah kolam yang bernama Betesda, disitu Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun. Dalam kisah ini diberitakan bahwa banyak orang sakit seperti orang buta, orang timpang dan orang lumpuh. Mereka berkumpul di kolam Betesda mengharapkan mendapatkan kesembuhan dengan menanti-nantikan kolam itu berguncang. Disini dijelaskan bahwa kolam itu sewaktu-waktu dalam berguncang ketika malaikat Tuhan turun untuk menggerakkan airnya, dan siapa yang terlebih dahulu masuk ke dalam kolam itu saat airnya berguncang maka akan mendapatkan kesembuhan.
Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan
Penjelasan
Teks:
Ayat 19. Setelah semua kuda, kereta dan pasukan berkuda Mesir masuk ke laut, Tuhan membuat airnya kembali dan menenggelamkan mereka, sementara orang Israel telah melewati pertengahan laut itu di dasar laut yang kering.
Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 36-43
Kuasa Tuhan Yang
Menghidupkan
Ayat
36
"Yope" Sekarang kota ini dikenal sebagai Jaffa (Yafo). Itu adalah pelabuhan kuno untuk Yerusalem. Sekarang ini adalah bagian dari kota modern Tel Aviv-Yafo. "Murid" Istilah "murid" digunakan cukup sering di dalam Kisah Para Rasul. Secara harafiah berarti "pelajar" tetapi digunakan dalam pengertian orang percaya.
Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan
Keterangan
teks
Ayat
2
Pemazmur
menyatakan suatu keyakinan imannya bahwa setiap doa akan mendapatkan jawaban. Ini
adalah kesaksian iman pemazmur bahwa Tuhan selalu menolong dalam kesesakannya.
Pemazmur hendak bersaksi bahwa jika Tuhan mendengarkan dan menjawab doa-doanya
di masa lalu, maka sekarang juga Tuhan tetap akan mendengar dan menjawab
doanya.
Datang
kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan adalah jalan yang tepat untuk ditempuh
seseorang. Dalam hidup ini tidak cukup dengan mengandalkan kekuatan dan
pikiran, sebab kekuatan dan pikiran kita terbatas, kita membutuhkan belas
kasihan Tuhan dalam hidup ini, dan inilah yang selalu kita mohonkan kepada
Tuhan melalui doa, agar Dia selalu menyertai kita dengan kuasaNya yang tidak
terbatas.
Ayat
3
Pemazmur
mengajak orang-orang yang melawan Allah untuk memikirkan ulang kebodohan
mereka. Tidak ada gunanya mereka melawan orang yang dibenarkan oleh Tuhan, itu
semua adalah usaha yang sia-sia. Niat jahat yang timbul dari keinginan nafsu
dunia adalah usaha yang sia-sia. Segala usaha yang kita lakukan yang tidak
berkenan dengan kehendak Tuhan akan berakhir dengan kesia-siaan.
Ayat
4
Selanjutnya
pemazmur menjelaskan bagaimana kebahagiaan orang yang selalu berserah kepada
Tuhan, dia adalah orang pilihan Tuhan yang dikasihiNya dan Tuhan akan
mendengarkan doanya. Tuhan tidak akan membiarkan orang pilihanNya dijahati oleh
pendosa, justru orang pilihan Tuhan itu akan dijagai dan mendengarkan doanya. Siapa
yang menjahati orang yang dikasihi Tuhan, maka dia sedang berhadapan dengan
Tuhan yang menjagai orang yang dikasihiNya.
Ayat
5
Disini
pemazmur menasehatkan orang berdosa untuk memikirkan ulang niat jahatnya,
sadarlah bahwa tidak ada yang baik yang akan di dapatkan dari perbuatan dosa. Pertimbangkanlah
semuanya itu dalam hatimu di tempat pembaringan tidurmu.
Jangan
kita terlalu cepat bertindak dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan
konsekuensinya. Jangan kita dikendalikan oleh emosi sesaat untuk berbuat
sesuatu, tetapi tenangkanlah dirimu, perbuatan dosa tidak akan dapat
menyelesaikan masalah. Tetapi berdoalah
kepada Tuhan memohon hikmat dan petunjuk Tuhan, berharaplah akan kasih setia
Tuhan sehingga kita diberi ketenangan dan hikmat menghadapi segala persoalan
yang kita hadapi.
Ayat
6-9
Korban
persembahan orang fasik adalah kekejian dihadapan Tuhan (Yes. 1:11), pemazmur
menasehatkan agar setiap orang mempersembahkan persembahan yang benar, yaitu
hidup yang kudus dengan melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Apa gunanya
persembahan yang mereka bawa kepada Tuhan jika sikap dan perbuatan mereka tidak
berkenan dihadapan Tuhan.
Pemazmur
sangat bersyukur kepada Tuhan dan membuatnya dapat dengan tidur dengan tentram.
Sekalipun banyak orang yang menghakiminya bahwa Tuhan tidak akan menolongnya,
tetapi pemazmur yakin bahwa Tuhan sangat mengasihinya dan itu dapat
dirasakannya melebihi orang yang kelimpahan gandum dan anggur. Iman yang benar
kepada Tuhan akan melahirkan sukacita yang berlimpah melebihi apapun yang ada
di dunia ini. Orang yang memiliki banyak harta belum tentu dapat menjalani
hidup dengan tenang, tetapi orang benar akan diberikan Tuhan kedamaian dan
ketentraman dalam hidupnya.
Penjelasan teks
Mazmur
4 memperlihatkan kepada kita bagaimana berat pergumulan yang dihadapinya,
tetapi pemazmur tetap mampu untuk mengendalikan diri dalam situasi yang berat
yang sedang dihadapinya. Pemazmur tetap percaya pada kasih setia Tuhan yang
akan senantiasa menyertai orang yang selalu hidup dalam kebenaran Tuhan. Kita dapat
belajar dari pemazmur bagaimana langkah-langkah yang harus kita perbuat untuk
menghadapi persoalan dalam hidup:
1.
Berdoa memohon belas kasihan Tuhan
2.
Tetaplah
bersyukur. Ingatlah jika di masa lalu Tuhan menjawab doamu, maka percayalah kapanpun
Tuhan akan selalu mendengar dan menjawab doamu.
Renungan
Siapakah
yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Kita belajar dari pemazmur
untuk menyerahkan kekawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada
Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya
selain yang berkuasa atas kehidupan. Menjadi perenungan bagi kita, bagaimana
kita senantiasa menjadikan Tuhan tempat kita mencurahkan isi hati (“curhat”).
Apapun yang kita hadapi dan apapun jawaban atas segala curahan isi hati kita
kepada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan akan bertindak menyelamatkan kita. Kita
selalu ingat seperti yang sering dikatakan oleh Tuhan Yesus: “Imanmu
menyelamatkanmu”.
Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 1-6
Berubah Oleh Perjumpaan
Dengan Yesus
Keterangan Teks
Ayat 1-2
Pertobatan Saulus dikisahkan di 22:4-16 dan 26:12-18. Saulus lahir dan dididik di kota Tarsus di tanah Kilikia yang bukan Yahudi (22:3), dia belajar di Yerusalem pada rabi Gamaliel, salah seorang rabi terkemuka zaman itu (5:43 dst.). Dia dikenal sebagai seorang murid yang cemerlang (Gal. 1:14) dam seorang Farisi yang bersemangat (Flp. 3:5).
Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita
Dalam nas ini diperlihatkan tentang jalan penderitaan yang harus ditanggung oleh Hamba yang diutus oleh Tuhan, hamba Allah ini harus direndahkan dan dihina sebelum ia ditinggikan dan dimuliakan. Hamba yang menderita ini adalah nubuatan yang telah digenapi oleh Yesus Kristus yang datang ke dunia ini, Dia melakukan apa yang diperintahkan oleh BapaNya sehingga dalam pelayananNya banyak orang yang menyanjungNya, tetapi setelah disanjung dan ditinggikan, hamba Tuhan itu menderita, tetapi setelah penderitaanNya Dia membuat banyak bangsa-bangsa yang tercengang, sebab apa yang tidak pernah didengar dan dilihat dapat dilakukan oleh hamba Tuhan yang menderita itu. Hal inilah yang dapat kita perhatikan dalam nas ini yang terdiri dari tiga bagian:
Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan Habakuk melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya bertindak, namu...