Bacaan Firman Tuhan: Matius 2: 12
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus
Bacaan Firman Tuhan: Matius 2: 12
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
bacaan Firman Tuhan: Yesaya 12: 1-6
Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyuarakan penghukuman dan pengharapan bagi Yerusalem (ps. 1-12). Yesaya diutus untuk menyuarakan firman Tuhan mengenai dosa umat Israel dan para pemimpin atas penyembahan berhala dan ketidakadilan. Akibat dari dosa itu, Allah akan mendatangkan hukuman yang akan datang dengan mengirim bangsa-bangsa untuk menaklukkan Israel. Penghakiman itu akan menjadi api pemurnian bagi bangsa Israel dan akan menyisahkan umat yang telah bertobat dan kembali kepada Allah. Selanjutnya nabi Yesaya juga mendapatkan penglihatan, yaitu nubuatan tentang pengharapan di masa yang akan datang, bahwa setelah penghukuman, Israel digambarkan seperti pohon yang ditebang dan tunggulnya habis terbakar, namun dari tunggul itu akan keluar tunas yang baru, yaitu Imanuel dari keturunan Daud. Dia adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (9:5). Dia akan memerintah atas Yerusalem yang baru dan semua bangsa akan datang kepadaNya.
Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 15: 50-58
Pada zaman Paulus ada yang menentang kepercayaan Kristen tentang kehidupan setelah kematian, mereka yang menentang itu beranggapan bahwa kematian adalah akhir (ay. 12). Sama halnya pada zaman Yesus, ada sekte Yahudi yang disebut Saduki yang tidak percaya tentang kebangkitan dari kematian. Demikian juga hingga saat ini, ada juga yang tidak percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah sebuah dogeng, tetapi justru kepercayaan kita kepada kebangkitan setelah kematian adalah penopang iman percaya kepada Kristus, Paulus mengatakan “sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (ay.15) dan “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal” (ay.20).
Bacaan Firman Tuhan: Lukas 15: 1-10
Lukas 15 mengisahkan tiga perumpamaan tentang "yang hilang", yaitu: Perumpamaan tentang domba yang hilang (ay. 4-7), Perumpamaan tentang dirham yang hilang (ay. 8-10), Perumpamaan tentang anak yang hilang (ay. 11-32). Perumpamaan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari Lukas 15:1-3 yang mengisahkan tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut melihat Yesus menerima orang-orang berdosa, bahkan Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan mereka. Kisah perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus ini dimaksudkan untuk menanggapi sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tersebut, sekaligus untuk menunjukkan alasan tindakanNya. Yesus ingin menunjukkan misi kedatanganNya adalah untuk "mencari mereka yang hilang". Ungkapan "yang hilang" mengacu pada orang berdosa. Berbeda dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang cenderung menjauhi orang berdosa, Tuhan Yesus justru mencari mereka supaya bertobat.
Bacaan Firman Tuhan: Lukas 14: 25-33
Sebagaimana dengan topik minggu kita “Semua nyata dihadapan Tuhan” maka demikianlah Yesus melihat orang banyak yang berduyun-duyun mengikutiNya dalam perjalananNya, bahwa Yesus mengetahui bagaimana motivasi orang banyak itu untuk mengikutiNya. Apakah mereka memiliki motivasi yang benar mengikut Yesus atau hanya karena mereka mengikut Yesus karena terhanyut dengan popularitas Yesus yang banyak dibicarakan orang-orang. Maka jika hanya mengikut Yesus dalam sekumpulan orang banyak yang hanya ikut-ikutan, itu belumlah bisa dikatakan sebagai pengikut Yesus yang sejati.
Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan
Dalam nas ini, kita diperlihatkan tentang seorang (pemazmur) yang mengenal Allah secara akrab serta memiliki pengalaman bersama Allah yang menaikkan doa pribadinya. Dilihat dari sudut teologi Perjanjian Lama, ini adalah klimaks dari pemikiran dalam Mazmur mengenai hubungan pribadi dengan Allah. Bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kita, dan bahwa semua gerakan dan tindakan kita, baik manusia batiniah maupun lahiriah kita telanjang dan terbuka seluruhnya di hadapan-Nya.
Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya
Kita mungkin sering mendengar berita-berita di berbagai media bahwa kasus perselingkuhan, sakit hati masalah hubungan suami istri maupun antara pasangan yang berpacaran bisa sampai ke kasus pembunuhan. Bukan untuk membenarkan tindakan seperti ini, tetapi kasus seperti ini memberikan kita suatu gambaran bahwa betapa sakitnya ketika dikhianati oleh seseorang yang sangat dikasihi. Itu sebabnya sampai ada sebuah syair lagu yang mengatakan “dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi”
Bacaan Firman Tuhan: Matius 2: 12
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
bacaan Firman Tuhan: Yesaya 12: 1-6
Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyuarakan penghukuman dan pengharapan bagi Yerusalem (ps. 1-12). Yesaya diutus untuk menyuarakan firman Tuhan mengenai dosa umat Israel dan para pemimpin atas penyembahan berhala dan ketidakadilan. Akibat dari dosa itu, Allah akan mendatangkan hukuman yang akan datang dengan mengirim bangsa-bangsa untuk menaklukkan Israel. Penghakiman itu akan menjadi api pemurnian bagi bangsa Israel dan akan menyisahkan umat yang telah bertobat dan kembali kepada Allah. Selanjutnya nabi Yesaya juga mendapatkan penglihatan, yaitu nubuatan tentang pengharapan di masa yang akan datang, bahwa setelah penghukuman, Israel digambarkan seperti pohon yang ditebang dan tunggulnya habis terbakar, namun dari tunggul itu akan keluar tunas yang baru, yaitu Imanuel dari keturunan Daud. Dia adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (9:5). Dia akan memerintah atas Yerusalem yang baru dan semua bangsa akan datang kepadaNya.
Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 15: 50-58
Pada zaman Paulus ada yang menentang kepercayaan Kristen tentang kehidupan setelah kematian, mereka yang menentang itu beranggapan bahwa kematian adalah akhir (ay. 12). Sama halnya pada zaman Yesus, ada sekte Yahudi yang disebut Saduki yang tidak percaya tentang kebangkitan dari kematian. Demikian juga hingga saat ini, ada juga yang tidak percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah sebuah dogeng, tetapi justru kepercayaan kita kepada kebangkitan setelah kematian adalah penopang iman percaya kepada Kristus, Paulus mengatakan “sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (ay.15) dan “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal” (ay.20).
Bacaan Firman Tuhan: Lukas 15: 1-10
Lukas 15 mengisahkan tiga perumpamaan tentang "yang hilang", yaitu: Perumpamaan tentang domba yang hilang (ay. 4-7), Perumpamaan tentang dirham yang hilang (ay. 8-10), Perumpamaan tentang anak yang hilang (ay. 11-32). Perumpamaan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari Lukas 15:1-3 yang mengisahkan tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut melihat Yesus menerima orang-orang berdosa, bahkan Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan mereka. Kisah perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus ini dimaksudkan untuk menanggapi sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tersebut, sekaligus untuk menunjukkan alasan tindakanNya. Yesus ingin menunjukkan misi kedatanganNya adalah untuk "mencari mereka yang hilang". Ungkapan "yang hilang" mengacu pada orang berdosa. Berbeda dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang cenderung menjauhi orang berdosa, Tuhan Yesus justru mencari mereka supaya bertobat.
Bacaan Firman Tuhan: Lukas 14: 25-33
Sebagaimana dengan topik minggu kita “Semua nyata dihadapan Tuhan” maka demikianlah Yesus melihat orang banyak yang berduyun-duyun mengikutiNya dalam perjalananNya, bahwa Yesus mengetahui bagaimana motivasi orang banyak itu untuk mengikutiNya. Apakah mereka memiliki motivasi yang benar mengikut Yesus atau hanya karena mereka mengikut Yesus karena terhanyut dengan popularitas Yesus yang banyak dibicarakan orang-orang. Maka jika hanya mengikut Yesus dalam sekumpulan orang banyak yang hanya ikut-ikutan, itu belumlah bisa dikatakan sebagai pengikut Yesus yang sejati.
Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan
Dalam nas ini, kita diperlihatkan tentang seorang (pemazmur) yang mengenal Allah secara akrab serta memiliki pengalaman bersama Allah yang menaikkan doa pribadinya. Dilihat dari sudut teologi Perjanjian Lama, ini adalah klimaks dari pemikiran dalam Mazmur mengenai hubungan pribadi dengan Allah. Bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kita, dan bahwa semua gerakan dan tindakan kita, baik manusia batiniah maupun lahiriah kita telanjang dan terbuka seluruhnya di hadapan-Nya.
Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya
Kita mungkin sering mendengar berita-berita di berbagai media bahwa kasus perselingkuhan, sakit hati masalah hubungan suami istri maupun antara pasangan yang berpacaran bisa sampai ke kasus pembunuhan. Bukan untuk membenarkan tindakan seperti ini, tetapi kasus seperti ini memberikan kita suatu gambaran bahwa betapa sakitnya ketika dikhianati oleh seseorang yang sangat dikasihi. Itu sebabnya sampai ada sebuah syair lagu yang mengatakan “dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi”
Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan Habakuk melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya bertindak, namu...