Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Monday, February 21, 2022

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 10-13

Tuhan mengundang umat Israel yang berada dalam pembuangan untuk turut serta menikmati kasih karunia Allah bahwa mereka akan dipulihkan oleh Tuhan melalui kasih karuniaNya. Kasih setia Tuhan adalah perjanjian yang abadi bagi umatNya, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan umatNya. Melalui kasih setia Tuhan yang kekal, Tuhan mengundang umatNya yang berada dalam pembuangan untuk menerima berkat rohani dari Tuhan yang akan memberikan kelegaan bagi hidup mereka. Maka Tuhan mengundang umatNya supaya mencari Tuhan dan meninggalkan dosanya sebab Tuhan memberi pengampunan dengan berkelimpahan.

Monday, February 7, 2022

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Tuesday, February 1, 2022

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 16-20

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan yaitu Simon (Petrus) dan Andreas yang adalah bersaudara, Yesus berkata “mari ikutlah Aku”, kata “ikutlah” tidak hanya dipahami secara harafiah untuk mengikuti Yesus berjalan, tetapi juga mengajak mereka menjadi pengikutNya dan menjadi murid-muridNya. Yesus menjelaskan tujuan mereka untuk mengikutiNya adalah untuk menjadi penjala manusia. Panggilan Yesus itu direspon oleh Simon (Petrus) dan Andreas dengan langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus.

Monday, January 24, 2022

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 1: 4-10

Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang disampaikan oleh Tuhan dan juga respon Yeremia.

Wednesday, December 29, 2021

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 10-14

Nabi Yeremia mengirimkan pesan kepada mereka yang terbuang di Babel supaya mereka dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Walaupun situasi hidup yang sulit tetapi mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang sulit itu menjadi kebaikan dalam hidup mereka bahkan mereka harus menjadi berkat dimana mereka dibuang. Hal ini pasti bisa mereka lakukan sebab mereka yang terbuang ke Babel itu adalah orang-orang yang penting dalam suatu negeri. Mereka dibawa ke pembuangan supaya negeri mereka tidak bisa lagi terbangun karena semua orang-orang penting, tukang, pandai besi dan pegawai istana sudah terbuang ke Babel. Walaupun situasi hidup mereka sulit, tetapi mereka yang terbuang itu memiliki potensi untuk mampu bertahan dalam pembuangan.

Ayat 10-11. Nasehat ini menjadi penting sebab ada nabi-nabi palsu yang mengatakan bahwa pembuangan itu hanya sebentar saja dan Babel akan runtuh. Sehingga nabi Yeremia hendak menegaskan kembali rancangan Tuhan, bahwa mereka menjadi orang yang terbuang di Babel adalah hajaran Tuhan atas dosa-dosa mereka, tetapi hajaran itu bukanlah hajaran yang mencelakakan tetapi adalah hajaran damai sejahtera supaya hidup mereka lebih baik dimasa yang akan datang. Maka soal berapa lama mereka terbuang ada dalam rancangan Tuhan dan tidak ditentukan oleh mimpi-mimpi ataupun prediksi nabi-nabi palsu.

Ayat 12-14 dalam situasi yang sulit dalam pembuangan, nabi Yeremia juga menyampaikan firman Tuhan bahwa jika mereka terbuang bukan artinya mereka ditinggalkan oleh Tuhan tetapi justru sebaliknya itu semua adalah untuk kebaikan mereka. Walaupun mereka di pembuangan Tuhan tetap memperhatikan dan mendengar mereka. Apabila mereka berdoa, maka Tuhan akan mendengarkan dan apabila mereka mencari Tuhan maka mereka akan menemukan Tuhan. Hingga pada waktunya Tuhan akan memulihkan mereka. Mereka yang tetap taat dan tekun untuk taat kepada Tuhan dalam pembuangan pada saatnya akan menerima pemulihan dari Tuhan.

Renungan

      1.     Situasi yang dihadapi oleh orang Yahudi di pembuangan ini menjadi suatu pelajaran bagi kita ketika menghadapi pergumulan. Suara siapa yang akan kita dengarkan? Apakah kita akan mendengarkan suara nabi-nabi palsu yang terlalu menganggap sepele pergumulan yang kita hadapi atau mendengarkan pikiran negatif dalam pikiran kita yang menganggap Tuhan itu jauh dari kita, Tuhan itu tidak memperhatikan kita. atau apakah kita akan mendengarkan suara Tuhan supaya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Bagaimanapun situasi kehidupan yang sudah kita lalui dan yang sedang terjadi dalam kehidupan saat ini, kita pasti mampu menghadapinya dan sanggap melaluinya jika kita selalu mendengarkan perintah Tuhan. Bisa muncul bisikan-bisikan yang membuat kita.

      2.     Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Dari semua yang dapat kita pikirkan dan rencanakan di tahun yang baru yang hendak kita masuki, kita percaya bahwa rancangan Tuhan atas hidup kita adalah yang terbaik. Kita percaya Tuhan tahu bagaimana dan seperti apa kita sekarang ini dan apa yang menjadi harapan kita, tetapi diatas semuanya itu kita mau menundukkan diri dihadapan Tuhan dan memohon kepadaNya mewujudkan rencanaNya yang terbaik atas hidup kita.

     3.     Kehadiran Tuhan dalam hidup kita sungguh nyata, Tuhan berfirman bahwa adalah Tuhan yang mendengar dan Tuhan yang mau untuk ditemui. Dalam pergumulan dan harapan kita disepanjang perjalanan hidup ini ada Tuhan yang selalu ada untuk mendengar doa kita dan yang selalu bersedia untuk ditemui.

Wednesday, December 22, 2021

Lukas 2: 1-7 Yesus Juru Selamat Dunia

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 2: 1-7

Ayat 1-5 Disini Lukas menjelaskan kelahiran Yesus itu dengan bukti sejarah yang kuat yaitu ketika kaisar Agustus memerintahkan untuk diadakan pencatatan semua orang dalam kekuasaan Roma. Dari sini kita dijelaskan bahwa kelahiran Yesus itu adalah sungguh kejadian yang nyata dalam sejarah.

Atas perintah kaisar ini semua orang datang ke kotanya masing-masing, yaitu kota asal nenek moyang mereka tinggal atau kampung halamannya. Maka demikian juga dengan Yusuf yang merupakan keturunan Daud pergi bersama dengan Maria yang sedang mengandung ke kota asalnya yaitu ke kota Daud yang bernama Betlehem. Hal ini sesuai dengannubuatan tentang Mesias akan dilahirkan di Betlehem tergenapi (Mikha 5:1; Mat 2: 5-6; Yoh. 7: 42).

Ayat 6-7 Ketika waktunya Maria akan bersalin. Yusuf yang pulang ke kampung halamannya tentunya dia memiliki kerabat dekat di Betlehem dan mungkin mereka hendak menginap di rumah keluarga dekatnya, tetapi kondisi ketika itu semua orang yang pulang ke kampung halamannya dan rumah yang hendak dikunjungi Yusuf sudah penuh oleh tamu, maka tidak ada lagi ruangan tempat mereka menginap selain kandang ternak. Dan dimalam mereka menginap Yesus lahir di kandang ternak dan dibaringkan dalam palungan. Palungan adalah tempat meletakkan makanan ternak, dan dalam kandang ternak tidak ada tempat yang layak selain palungan.

Renungan

     1.     Dari kisah kelahiran Yesus ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah dapat memakai dan mengatur semua orang dan keadaan untuk mewujudkan rencana keselamatanNya seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Tuhan memakai kaisar Agustus supaya genaplah nubuatan akan Mesias yang lahir dari Betlehem. Maka kita melihat bagaimana kita mengimani kuasa Tuhan dalam hidup ini yang dapat mengatur sejarah kehidupan manusia. Di Natal ini kita diajak untuk melihat kuasa Tuhan bahwa dalam sejarah perjalanan dunia ini, bahwa akan selalu ada campur tangan Tuhan dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Jika dalam sejarah dunia saat ini kita berhadapan dengan pandemi Covid-19 kita percaya bahwa ada kuasa Tuhan yang menyertai kita umat yang percaya dan kita ada bersama Tuhan yang berkuasa untuk mengendalikan sejarah hidup manusia. Di situasi pandemi Covid-19 yang masih kita hadapi sampai saat ini kita mengimani bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah juruselamat kita.

Demikian juga dengan kehidupan pribadi kita kita percaya bahwa apapun yang sedang kita hadapi dan apapun yang sedang kita rencanakan tidak lepas dari kuasa dan rencana Tuhan. Di dalam iman kepada Tuhan segala hal bisa dipakai Tuhan untuk kebaikan kita, jika kita sedang menghadapi kondisi kehidupan yang kita anggap adalah sesuatu yang tidak baik untuk kita, tetapi pengharapan kita di Natal ini bahwa Tuhan dapat memakai hal yang buruk menjadi kebaikan bagi kita. Dan apapun yang sedang kita rencanakan ke depannya kita percaya bahwa diatas segala rancangan hati dan pikiran kita ada Tuhan yang lebih berkuasa memberikan yang terbaik bagi kita.

      2.     Tuhan yang kudus dan agung tentu memiliki kuasa yang besar dan dapat berbuat apa saja, Tuhan bisa saja membuat supaya Anak yang dikasihiNya Tuhan kita Yesus Kristus lahir ditempat yang layak sebab Dia adalah Mesias yang telah di nubuatkan. Namun kelahiran Yesus di kandang ternak dan dibaringkan di palungan mau memperlihatkan solidaritas Tuhan Yesus kepada manusia yang menderita dan yang hina. Dalam pelayanan Tuhan Yesus kita dapat melihat bagaimana solidaritas Tuhan Yesus kepada orang-orang yang direndahkan karena status sosial, ekonomi, kerohanian, dan juga perbedaan suku dan bangsa. Memperingati kelahiran Tuhan Yesus iman kita diarahkan untuk melihat bahwa Yesus ada dalam hidup kita ini adalah Tuhan yang solider, Tuhan yang perduli dan hadir dalam setiap pergumulan kita. Dia bukanlah Tuhan yang jauh dari hidup kita, tetapi Dia adalah Tuhan yang telah datang kepada kita menjadi juruselamat hidup kita.

Thursday, December 9, 2021

Yesaya 7:10-16 Immanuel Allah Beserta Kita

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 7: 10-16

Ahas raja Yehuda diserahkan oleh Tuhan ke tangan raja Pekah (Efraim) dan raja Rezin (Syria) karena dia telah mendurhaka kepada Tuhan dengan menyembah Baal, menajiskan Bait Allah dan memasukkan agama kafir Damsyik ke Yehuda. Dalam strategi politik, Ahas menolak bersekutu dengan raja Pekah dan Rezin untuk melawan Asyur. Karena penolakan itu, Pekah dan Rezin menyerang Yerusalem. Dari hitung-hitungan militer, Yehuda tidak akan mungkin dapat mengalahkan dua kerajaan itu, hal ini membuat raja Ahas berencana untuk meminta bantuan kepada Asyur sebagai bangsa adikuasa ketika itu.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 10-13

Tuhan mengundang umat Israel yang berada dalam pembuangan untuk turut serta menikmati kasih karunia Allah bahwa mereka akan dipulihkan oleh Tuhan melalui kasih karuniaNya. Kasih setia Tuhan adalah perjanjian yang abadi bagi umatNya, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan umatNya. Melalui kasih setia Tuhan yang kekal, Tuhan mengundang umatNya yang berada dalam pembuangan untuk menerima berkat rohani dari Tuhan yang akan memberikan kelegaan bagi hidup mereka. Maka Tuhan mengundang umatNya supaya mencari Tuhan dan meninggalkan dosanya sebab Tuhan memberi pengampunan dengan berkelimpahan.

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 16-20

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan yaitu Simon (Petrus) dan Andreas yang adalah bersaudara, Yesus berkata “mari ikutlah Aku”, kata “ikutlah” tidak hanya dipahami secara harafiah untuk mengikuti Yesus berjalan, tetapi juga mengajak mereka menjadi pengikutNya dan menjadi murid-muridNya. Yesus menjelaskan tujuan mereka untuk mengikutiNya adalah untuk menjadi penjala manusia. Panggilan Yesus itu direspon oleh Simon (Petrus) dan Andreas dengan langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus.

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 1: 4-10

Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang disampaikan oleh Tuhan dan juga respon Yeremia.

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Yeremia 29: 10-14 Rancangan Damai Sejahtera

Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 29: 10-14

Nabi Yeremia mengirimkan pesan kepada mereka yang terbuang di Babel supaya mereka dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Walaupun situasi hidup yang sulit tetapi mereka harus dapat memanfaatkan situasi yang sulit itu menjadi kebaikan dalam hidup mereka bahkan mereka harus menjadi berkat dimana mereka dibuang. Hal ini pasti bisa mereka lakukan sebab mereka yang terbuang ke Babel itu adalah orang-orang yang penting dalam suatu negeri. Mereka dibawa ke pembuangan supaya negeri mereka tidak bisa lagi terbangun karena semua orang-orang penting, tukang, pandai besi dan pegawai istana sudah terbuang ke Babel. Walaupun situasi hidup mereka sulit, tetapi mereka yang terbuang itu memiliki potensi untuk mampu bertahan dalam pembuangan.

Ayat 10-11. Nasehat ini menjadi penting sebab ada nabi-nabi palsu yang mengatakan bahwa pembuangan itu hanya sebentar saja dan Babel akan runtuh. Sehingga nabi Yeremia hendak menegaskan kembali rancangan Tuhan, bahwa mereka menjadi orang yang terbuang di Babel adalah hajaran Tuhan atas dosa-dosa mereka, tetapi hajaran itu bukanlah hajaran yang mencelakakan tetapi adalah hajaran damai sejahtera supaya hidup mereka lebih baik dimasa yang akan datang. Maka soal berapa lama mereka terbuang ada dalam rancangan Tuhan dan tidak ditentukan oleh mimpi-mimpi ataupun prediksi nabi-nabi palsu.

Ayat 12-14 dalam situasi yang sulit dalam pembuangan, nabi Yeremia juga menyampaikan firman Tuhan bahwa jika mereka terbuang bukan artinya mereka ditinggalkan oleh Tuhan tetapi justru sebaliknya itu semua adalah untuk kebaikan mereka. Walaupun mereka di pembuangan Tuhan tetap memperhatikan dan mendengar mereka. Apabila mereka berdoa, maka Tuhan akan mendengarkan dan apabila mereka mencari Tuhan maka mereka akan menemukan Tuhan. Hingga pada waktunya Tuhan akan memulihkan mereka. Mereka yang tetap taat dan tekun untuk taat kepada Tuhan dalam pembuangan pada saatnya akan menerima pemulihan dari Tuhan.

Renungan

      1.     Situasi yang dihadapi oleh orang Yahudi di pembuangan ini menjadi suatu pelajaran bagi kita ketika menghadapi pergumulan. Suara siapa yang akan kita dengarkan? Apakah kita akan mendengarkan suara nabi-nabi palsu yang terlalu menganggap sepele pergumulan yang kita hadapi atau mendengarkan pikiran negatif dalam pikiran kita yang menganggap Tuhan itu jauh dari kita, Tuhan itu tidak memperhatikan kita. atau apakah kita akan mendengarkan suara Tuhan supaya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Bagaimanapun situasi kehidupan yang sudah kita lalui dan yang sedang terjadi dalam kehidupan saat ini, kita pasti mampu menghadapinya dan sanggap melaluinya jika kita selalu mendengarkan perintah Tuhan. Bisa muncul bisikan-bisikan yang membuat kita.

      2.     Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Dari semua yang dapat kita pikirkan dan rencanakan di tahun yang baru yang hendak kita masuki, kita percaya bahwa rancangan Tuhan atas hidup kita adalah yang terbaik. Kita percaya Tuhan tahu bagaimana dan seperti apa kita sekarang ini dan apa yang menjadi harapan kita, tetapi diatas semuanya itu kita mau menundukkan diri dihadapan Tuhan dan memohon kepadaNya mewujudkan rencanaNya yang terbaik atas hidup kita.

     3.     Kehadiran Tuhan dalam hidup kita sungguh nyata, Tuhan berfirman bahwa adalah Tuhan yang mendengar dan Tuhan yang mau untuk ditemui. Dalam pergumulan dan harapan kita disepanjang perjalanan hidup ini ada Tuhan yang selalu ada untuk mendengar doa kita dan yang selalu bersedia untuk ditemui.

Lukas 2: 1-7 Yesus Juru Selamat Dunia

Lukas 2: 1-7 Yesus Juru Selamat Dunia

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 2: 1-7

Ayat 1-5 Disini Lukas menjelaskan kelahiran Yesus itu dengan bukti sejarah yang kuat yaitu ketika kaisar Agustus memerintahkan untuk diadakan pencatatan semua orang dalam kekuasaan Roma. Dari sini kita dijelaskan bahwa kelahiran Yesus itu adalah sungguh kejadian yang nyata dalam sejarah.

Atas perintah kaisar ini semua orang datang ke kotanya masing-masing, yaitu kota asal nenek moyang mereka tinggal atau kampung halamannya. Maka demikian juga dengan Yusuf yang merupakan keturunan Daud pergi bersama dengan Maria yang sedang mengandung ke kota asalnya yaitu ke kota Daud yang bernama Betlehem. Hal ini sesuai dengannubuatan tentang Mesias akan dilahirkan di Betlehem tergenapi (Mikha 5:1; Mat 2: 5-6; Yoh. 7: 42).

Ayat 6-7 Ketika waktunya Maria akan bersalin. Yusuf yang pulang ke kampung halamannya tentunya dia memiliki kerabat dekat di Betlehem dan mungkin mereka hendak menginap di rumah keluarga dekatnya, tetapi kondisi ketika itu semua orang yang pulang ke kampung halamannya dan rumah yang hendak dikunjungi Yusuf sudah penuh oleh tamu, maka tidak ada lagi ruangan tempat mereka menginap selain kandang ternak. Dan dimalam mereka menginap Yesus lahir di kandang ternak dan dibaringkan dalam palungan. Palungan adalah tempat meletakkan makanan ternak, dan dalam kandang ternak tidak ada tempat yang layak selain palungan.

Renungan

     1.     Dari kisah kelahiran Yesus ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah dapat memakai dan mengatur semua orang dan keadaan untuk mewujudkan rencana keselamatanNya seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Tuhan memakai kaisar Agustus supaya genaplah nubuatan akan Mesias yang lahir dari Betlehem. Maka kita melihat bagaimana kita mengimani kuasa Tuhan dalam hidup ini yang dapat mengatur sejarah kehidupan manusia. Di Natal ini kita diajak untuk melihat kuasa Tuhan bahwa dalam sejarah perjalanan dunia ini, bahwa akan selalu ada campur tangan Tuhan dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Jika dalam sejarah dunia saat ini kita berhadapan dengan pandemi Covid-19 kita percaya bahwa ada kuasa Tuhan yang menyertai kita umat yang percaya dan kita ada bersama Tuhan yang berkuasa untuk mengendalikan sejarah hidup manusia. Di situasi pandemi Covid-19 yang masih kita hadapi sampai saat ini kita mengimani bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah juruselamat kita.

Demikian juga dengan kehidupan pribadi kita kita percaya bahwa apapun yang sedang kita hadapi dan apapun yang sedang kita rencanakan tidak lepas dari kuasa dan rencana Tuhan. Di dalam iman kepada Tuhan segala hal bisa dipakai Tuhan untuk kebaikan kita, jika kita sedang menghadapi kondisi kehidupan yang kita anggap adalah sesuatu yang tidak baik untuk kita, tetapi pengharapan kita di Natal ini bahwa Tuhan dapat memakai hal yang buruk menjadi kebaikan bagi kita. Dan apapun yang sedang kita rencanakan ke depannya kita percaya bahwa diatas segala rancangan hati dan pikiran kita ada Tuhan yang lebih berkuasa memberikan yang terbaik bagi kita.

      2.     Tuhan yang kudus dan agung tentu memiliki kuasa yang besar dan dapat berbuat apa saja, Tuhan bisa saja membuat supaya Anak yang dikasihiNya Tuhan kita Yesus Kristus lahir ditempat yang layak sebab Dia adalah Mesias yang telah di nubuatkan. Namun kelahiran Yesus di kandang ternak dan dibaringkan di palungan mau memperlihatkan solidaritas Tuhan Yesus kepada manusia yang menderita dan yang hina. Dalam pelayanan Tuhan Yesus kita dapat melihat bagaimana solidaritas Tuhan Yesus kepada orang-orang yang direndahkan karena status sosial, ekonomi, kerohanian, dan juga perbedaan suku dan bangsa. Memperingati kelahiran Tuhan Yesus iman kita diarahkan untuk melihat bahwa Yesus ada dalam hidup kita ini adalah Tuhan yang solider, Tuhan yang perduli dan hadir dalam setiap pergumulan kita. Dia bukanlah Tuhan yang jauh dari hidup kita, tetapi Dia adalah Tuhan yang telah datang kepada kita menjadi juruselamat hidup kita.

Yesaya 7:10-16 Immanuel Allah Beserta Kita

Yesaya 7:10-16 Immanuel Allah Beserta Kita

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 7: 10-16

Ahas raja Yehuda diserahkan oleh Tuhan ke tangan raja Pekah (Efraim) dan raja Rezin (Syria) karena dia telah mendurhaka kepada Tuhan dengan menyembah Baal, menajiskan Bait Allah dan memasukkan agama kafir Damsyik ke Yehuda. Dalam strategi politik, Ahas menolak bersekutu dengan raja Pekah dan Rezin untuk melawan Asyur. Karena penolakan itu, Pekah dan Rezin menyerang Yerusalem. Dari hitung-hitungan militer, Yehuda tidak akan mungkin dapat mengalahkan dua kerajaan itu, hal ini membuat raja Ahas berencana untuk meminta bantuan kepada Asyur sebagai bangsa adikuasa ketika itu.