Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, August 29, 2020

Ulangan 18: 9-14 Menang Atas Kuasa Kegelapan

 

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 18: 9-14

Dalam alkitab, kita dapat melihat banyak cara yang dilakukan oleh iblis untuk menggoda, memperdaya dan menyesatkan manusia untuk menentang Allah, salah satu pekerjaan dari iblis itu adalah menjerumuskan kita ke dalam kuasa kegelapan. 

Tuesday, August 25, 2020

Kisah Para Rasul 19:13-20 Nama Yesus Bukan Mantera

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 19:13-20

Tujuh orang anak dari imam Yahudi yaitu Skewa yang menjadi tukang jampi menggunakan nama Tuhan Yesus untuk mengusir roh jahat. Namun yang terjadi bukan roh jahat itu yang lari, namun mereka yang menggunakan nama Yesus menjadi jampi itulah yang akhirnya lari telanjang dan luka-luka dibuat oleh orang yang dirasuki roh jahat itu.

Tuesday, August 11, 2020

1 Petrus 2: 13-17 Orang Beriman Berwawasan Kebangsaan

 

Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 2: 13-17

Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Thursday, August 6, 2020

Kolose 3: 22-25 Bekerja Untuk Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Kolose 3: 22-25

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Mulai dari halaman pertama Alkitab kita, firman Tuhan sudah memperlihatkan kita tentang budaya kerja, kita lihat di Kejadian 1: 1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Allah memulai firmanNya dengan bekerja yaitu untuk menjadikan segala sesuatunya, Tuhan tidak bekerja hanya sebatas mencipta, namun Dia juga tetap terus bekerja bahkan pekerjaanNya lebih nyata lagi Dia datang ke dunia di dalam Tuhan Yesus Kristus. Yesus bekerja menyatakan Kerajaan sorga di dunia ini. Apakah Tuhan berhenti bekerja setelah Dia naik kembali ke sorga? Tidak.... Dia terus bekerja melalui Roh Kudus, Dia bekerja di dalam hati dan pikiran kita. Di Yohanes 5:17 Tuhan Yesus berkata “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga”. Maka demikian juga kita umat Tuhan, jika Tuhan saja terus bekerja, masa kita bermalas-malas, orang yang beriman, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang rajin bekerja.

Mungkin Tuhan jadi bigung lihat kita, ketika kita berdoa supaya di berkati, supaya diberi berkat tapi kita malas bekerja, gimana Tuhan mau kasi berkatNya? Emang kita ini siapa.... kita rebahan buka facebook trus maunya Tuhan bekerja keras mendatangkan berkatNya kepada kita? Emang kita ini boss nya Tuhan yang seenaknya kita suruh-suruh?  Di 2 Tesalonika 3:10 dikatakan “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”.

Amsal 6: 6 di epistel kita tadi di katakan “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” semut saja bekerja untuk bekal hidupnya, apalagi kita manusia yang dianugerahi akal dan pikiran.

Firman Tuhan bagi kita minggu ini hendak mengajar kita lebih jauh dalam hal bekerja, umat Tuhan juga dalam hal bekerja jangan asal kerja, tanpa memperdulikan bagaimana dia bekerja, yang penting kerja, tetapi Tuhan mengendaki kita supaya menjadi pekerja yang profesional, pekerja yang terampil, pekerja yang dapat dipercaya. Dalam nas kita dikatakan disitu Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan”. Maka jangan kita menggunakan tipu daya dalam bekerja.

Apapun yang menjadi profesi dan pekerjaan kita, selama pekerjaan itu adalah pekerjaan yang baik di hadapan Tuhan, kita harus mengerjakannya dengan kesungguhan, firman Tuhan berkata “perbuatlah dengan segenp hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.

Apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, di perusahaan manapun kita bekerja, ingatlah bahwa kita adalah pekerja Tuhan, kita bekerja buat Tuhan bukan untuk manusia. sekalipun kita mendapatkan gaji atau upah dari tempat kita bekerja, tetapi sesungguhnya itu adalah berasal dari Tuhan, firman Tuhan berkata dalam nas ini “upah kita berasal dari Tuhan”, jika kita menerima upah dari Tuhan berapa pun gaji atau upah kita, itu akan menjadi berkat dan kebaikan bagi hidup kita. Namun jika kita mendapat upah dari hasil tipu daya, kecurangan, korupsi, maka seberapapun banyaknya tidak akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Jika kita mengusahakan yang terbaik bagi Tuhan, maka Tuhan juga pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita,

Kesetiaan kita kepada Tuhan harus juga nyata dimana kita bekerja. Apapun pekerjaan kita bukan menjadi alasan bagi kita untuk semakin jauh dari Tuhan, justru pekerjaan kita itu semakin membuat kita dekat kepada Tuhan,

Ketika kita bekerja dalam suatu pekerjaan, Kita harus ingat bahwa kita bekerja di ladang Tuhan dan kita adalah pekerja-pekerja Tuhan. Maka jangan ada dari antara kita yang minder, malu dengan profesinya, selama itu pekerjaan yang berkenan bagi Tuhan, tetaplah kita mensyukuri dan bersukacita dalam pekerjaan kita.

Lihatlah Tuhan Yesus, dimana Dia bekerja, walaupun Dia adalah Tuhan, tetapi Dia tidak hanya tinggal di bait suci, tetapi tempat kerjaNya ada di semua tempat. Di jalan, di tepi danau, di pinggir kolam, di pinggir sumur, di pasar, di taman, di rumah-rumah. Maka dimanapun kita bekerja, kita tidak bisa meninggalkan iman kita di rumah, kita juga harus mengerjakan segala pekerjaan kita di dalam iman, supaya apa yang kita kerjakan menjadi berkat bagi diri kita dan juga berkat bagi sesama kita.

Dalam dunia kerja kita bisa berhadapan dengan berbagai tantangan, persaingan yang tidak sehat, iri hati, kebosanan, kejenuhan, godaan uang, perselingkuhan. Semua tantangan itu bisa kita hadapi jika kita tetap memiliki kesadaran bahwa dimana tempat kita bekerja adalah ladang Tuhan. Kita bekerja di ladang Tuhan, seperti lagu rohani “ayo kerja buat Tuhan sungguh senang-senang eee”

Ketika kita bekerja bersama dengan iman kita, maka kita pasti akan bisa mengalahkan kemalasan, kebosanan, kecurangan. Tuhan akan selalu memberi kita semangat kerja, sukacita, kekuatan yang baru, ingatlah apa yang dikatakan Tuhan Yesus di Lukas 16: 10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Dalam hal bekerja, kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari perjalanan kehidupan Yusuf, yaitu Yusuf yang di jual oleh saudara-saudaranya dan menjadi budak di tanah mesir. Firman Tuhan bersaksi tentang kehidupan Yusuf, bahwa segala sesuatu yang di kerjakannya berhasil karena Tuhan selalu beserta Yusuf. Padahal dia mendapatkan banyak tantangan dalam pekerjaannya, mungkin saja kerinduannya kepada ayahnya karena dia adalah anak yang dimanja ayahnya bisa mengganggu konsentrasinya, atau perlakuan buruk saudara-saudaranya yang telah menjualnya menjadi budak bisa saja mengganggu pikirannya bekerja, belum lagi banyak tantangan yang harus di hadapinya di tempat dia bekerja, dia harus berhadapan dengan godaan istri potifar, dia di penjara. Namun karena Yusuf bekerja bersama dengan penyertaan Tuhan, dia menjadi pribadi yang dapat di percaya, sampai dia menjadi seorang penguasa tertinggi di Mesir. 

Semua tantangan yang kita hadapi di tempat kerja akan dapat kita atasi jika kita bekerja bersama penyertaan Tuhan. Jika prinsip kerja kita hanya untuk manusia, kita bisa bosan, malas, sakit hati, dendam, kita bisa menghalalkan kecurangan, tetapi ketika kita bekerja membawa Iman, Pengharapan dan Kasih, maka Tuhan akan selalu memperbaharui semangat dan kekuatan kita melakukan yang terbaik, bukun untuk manusia tetapi untuk Tuhan.

Firman Tuhan di Roma 12: 11 berkata “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Tuesday, August 4, 2020

Amsal 6: 6-11 Hai Pemalas Belajarlah Dari Semut

Bacaan Firman Tuhan: Amsal 6:6-11

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Wednesday, July 29, 2020

Keluaran 23: 1-9 Integritas Umat Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: keluaran 23: 1-9

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya. Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Monday, July 27, 2020

Kisah Para Rasul 5:1-11 Ananias dan Safira Mendustai Roh Kudus

Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 5: 1-11

Kita dapat pelajari bagaimana kehidupan jemaat mula-mula sebagaimana kesaksian yang tertulis dalam kitab Kisah Para Rasul, khususnya di Kisah 4: 32-37 bahwa jemaat hidup dengan penuh kasih saling membangun sebagai tubuh Kristus. Mereka hidup tanpa berkekurangan sebab segala kepunyaan yang ada pada mereka menjadi milik bersama. Mereka menjual segala kepunyaannya untuk di bawa dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Diantara jemaat mula-mula itu adalah Ananias dan Safira, pasangan suami istri yang juga menjual sebidang tanah untuk di bawa kehadapan rasul-rasul. Namun ternyata hasil penjualan tanah itu tidak diberikan semua kehadapan rasul-rasul, namun menahannya sebahagian.

Rasul Petrus mengetahui kejahatan hati Ananias dan juga Safira, bahwa mereka tidak jujur, apa yang mereka lakukan itu adalah mendustai Roh Kudus, bukan manusia yang mereka dustai tetapi mereka mendustai Allah. Rasul Petrus menjelaskan bahwa pemberian segala kepunyaan menjadi milik bersama itu bukanlah suatu tuntutan keharusan, bukan pula tekanan kepada jemaat, namun Tuhan menyukai orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor. 9:7), melakukan perbuatan baik, jangan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela (Flm. 1:14).

Rasul Petrus menegaskan bahwa lebih baik mereka tidak menjual tanahnya sama sekali daripada menjual untuk menahan sebagian uang hasil penjualannya. Lebih baik tidak usah memberi jika pemberian itu bukan dari ketulusan bahkan hanya sekedar untuk mendapatkan pujian. Rasul Petrus menyampaikan bahwa tanah itu selama belum diseraahkan kepada rasul adalah kuasa mereka, mau diserahkan apa tidak bergantung pada mereka, namun jika memang benar-benar mau memberikannya, maka selayaknya mereka memberikannya dengan sepenuh hati, apa yang mereka jual dan berapa hasil penjualannya sepenuhnya mereka persembahkan dengan ketulusan.

Ketika kita memberikan hati kita kepada Allah, kita tidak boleh memberikannya sebagian, jika kita mengasihi Allah maka kasihilah dengan segenap hati, akal dan budimu. Sehingga akibat dari dosa mereka yang mendustai Roh Kudus, Ananias dan Safira seketika itu juga meninggal di depan kaki rasul Petrus.

Apa yang terjadi pada Ananias dan Safira ini mengingatkan kita dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Jika kita memang benar-benar mau memberikan hidup kita pada panggilan Tuhan Yesus maka kita harus sepenuhnya memberikan diri kepada Tuhan, bukan setengah hati.

Orang yang setengah hati mengikut Yesus maka bisa seperti Ananias dan Safira ini, yang diperbuatnya hanyalah kemunafikan dan menyalahgunakan nama Tuhan untuk mendapat pujian bagi diri sendiri.

Kita mau di ajar, bahwa Tuhan tidak dapat didustai, apa yang kita lakukan secara tersembunyi di hadapan manusia semuanya terlihat jelas di mata Tuhan. Kita bisa saja mengelabui atau menutup-nutupi apa yang ada dalam hati kita di hadapan sesama kita manusia, namun tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, bahkan Tuhan sendiri yang jauh lebih mengetahui siapa kita dibandingkan kita sendiri.

Kesungguhan iman dan kasih kita kepada Tuhan haruslah dengan kesungguhan mempersembahkan hidup kita menjadi persembahan yang kudus di hadapan Tuhan. Iman kita dengan sendirinya akan teruji kemurniannya dalam menghadapi setiap situasi dalam kehidupan ini, dalam hubungan kita dengan sesama, dalam keluarga, dalam kehidupan berjemaat, dalam pekerjaan dan juga hidup bermasyarakat. Tuhan melihat apa yang kita perbuat, apa yang ada dalam hati kita.


About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Ulangan 18: 9-14 Menang Atas Kuasa Kegelapan

Ulangan 18: 9-14 Menang Atas Kuasa Kegelapan

 

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 18: 9-14

Dalam alkitab, kita dapat melihat banyak cara yang dilakukan oleh iblis untuk menggoda, memperdaya dan menyesatkan manusia untuk menentang Allah, salah satu pekerjaan dari iblis itu adalah menjerumuskan kita ke dalam kuasa kegelapan. 

Kisah Para Rasul 19:13-20 Nama Yesus Bukan Mantera

Kisah Para Rasul 19:13-20 Nama Yesus Bukan Mantera

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 19:13-20

Tujuh orang anak dari imam Yahudi yaitu Skewa yang menjadi tukang jampi menggunakan nama Tuhan Yesus untuk mengusir roh jahat. Namun yang terjadi bukan roh jahat itu yang lari, namun mereka yang menggunakan nama Yesus menjadi jampi itulah yang akhirnya lari telanjang dan luka-luka dibuat oleh orang yang dirasuki roh jahat itu.

1 Petrus 2: 13-17 Orang Beriman Berwawasan Kebangsaan

1 Petrus 2: 13-17 Orang Beriman Berwawasan Kebangsaan

 

Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 2: 13-17

Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Kolose 3: 22-25 Bekerja Untuk Tuhan

Kolose 3: 22-25 Bekerja Untuk Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Kolose 3: 22-25

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Mulai dari halaman pertama Alkitab kita, firman Tuhan sudah memperlihatkan kita tentang budaya kerja, kita lihat di Kejadian 1: 1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Allah memulai firmanNya dengan bekerja yaitu untuk menjadikan segala sesuatunya, Tuhan tidak bekerja hanya sebatas mencipta, namun Dia juga tetap terus bekerja bahkan pekerjaanNya lebih nyata lagi Dia datang ke dunia di dalam Tuhan Yesus Kristus. Yesus bekerja menyatakan Kerajaan sorga di dunia ini. Apakah Tuhan berhenti bekerja setelah Dia naik kembali ke sorga? Tidak.... Dia terus bekerja melalui Roh Kudus, Dia bekerja di dalam hati dan pikiran kita. Di Yohanes 5:17 Tuhan Yesus berkata “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga”. Maka demikian juga kita umat Tuhan, jika Tuhan saja terus bekerja, masa kita bermalas-malas, orang yang beriman, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang rajin bekerja.

Mungkin Tuhan jadi bigung lihat kita, ketika kita berdoa supaya di berkati, supaya diberi berkat tapi kita malas bekerja, gimana Tuhan mau kasi berkatNya? Emang kita ini siapa.... kita rebahan buka facebook trus maunya Tuhan bekerja keras mendatangkan berkatNya kepada kita? Emang kita ini boss nya Tuhan yang seenaknya kita suruh-suruh?  Di 2 Tesalonika 3:10 dikatakan “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”.

Amsal 6: 6 di epistel kita tadi di katakan “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” semut saja bekerja untuk bekal hidupnya, apalagi kita manusia yang dianugerahi akal dan pikiran.

Firman Tuhan bagi kita minggu ini hendak mengajar kita lebih jauh dalam hal bekerja, umat Tuhan juga dalam hal bekerja jangan asal kerja, tanpa memperdulikan bagaimana dia bekerja, yang penting kerja, tetapi Tuhan mengendaki kita supaya menjadi pekerja yang profesional, pekerja yang terampil, pekerja yang dapat dipercaya. Dalam nas kita dikatakan disitu Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan”. Maka jangan kita menggunakan tipu daya dalam bekerja.

Apapun yang menjadi profesi dan pekerjaan kita, selama pekerjaan itu adalah pekerjaan yang baik di hadapan Tuhan, kita harus mengerjakannya dengan kesungguhan, firman Tuhan berkata “perbuatlah dengan segenp hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.

Apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, di perusahaan manapun kita bekerja, ingatlah bahwa kita adalah pekerja Tuhan, kita bekerja buat Tuhan bukan untuk manusia. sekalipun kita mendapatkan gaji atau upah dari tempat kita bekerja, tetapi sesungguhnya itu adalah berasal dari Tuhan, firman Tuhan berkata dalam nas ini “upah kita berasal dari Tuhan”, jika kita menerima upah dari Tuhan berapa pun gaji atau upah kita, itu akan menjadi berkat dan kebaikan bagi hidup kita. Namun jika kita mendapat upah dari hasil tipu daya, kecurangan, korupsi, maka seberapapun banyaknya tidak akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Jika kita mengusahakan yang terbaik bagi Tuhan, maka Tuhan juga pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita,

Kesetiaan kita kepada Tuhan harus juga nyata dimana kita bekerja. Apapun pekerjaan kita bukan menjadi alasan bagi kita untuk semakin jauh dari Tuhan, justru pekerjaan kita itu semakin membuat kita dekat kepada Tuhan,

Ketika kita bekerja dalam suatu pekerjaan, Kita harus ingat bahwa kita bekerja di ladang Tuhan dan kita adalah pekerja-pekerja Tuhan. Maka jangan ada dari antara kita yang minder, malu dengan profesinya, selama itu pekerjaan yang berkenan bagi Tuhan, tetaplah kita mensyukuri dan bersukacita dalam pekerjaan kita.

Lihatlah Tuhan Yesus, dimana Dia bekerja, walaupun Dia adalah Tuhan, tetapi Dia tidak hanya tinggal di bait suci, tetapi tempat kerjaNya ada di semua tempat. Di jalan, di tepi danau, di pinggir kolam, di pinggir sumur, di pasar, di taman, di rumah-rumah. Maka dimanapun kita bekerja, kita tidak bisa meninggalkan iman kita di rumah, kita juga harus mengerjakan segala pekerjaan kita di dalam iman, supaya apa yang kita kerjakan menjadi berkat bagi diri kita dan juga berkat bagi sesama kita.

Dalam dunia kerja kita bisa berhadapan dengan berbagai tantangan, persaingan yang tidak sehat, iri hati, kebosanan, kejenuhan, godaan uang, perselingkuhan. Semua tantangan itu bisa kita hadapi jika kita tetap memiliki kesadaran bahwa dimana tempat kita bekerja adalah ladang Tuhan. Kita bekerja di ladang Tuhan, seperti lagu rohani “ayo kerja buat Tuhan sungguh senang-senang eee”

Ketika kita bekerja bersama dengan iman kita, maka kita pasti akan bisa mengalahkan kemalasan, kebosanan, kecurangan. Tuhan akan selalu memberi kita semangat kerja, sukacita, kekuatan yang baru, ingatlah apa yang dikatakan Tuhan Yesus di Lukas 16: 10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Dalam hal bekerja, kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari perjalanan kehidupan Yusuf, yaitu Yusuf yang di jual oleh saudara-saudaranya dan menjadi budak di tanah mesir. Firman Tuhan bersaksi tentang kehidupan Yusuf, bahwa segala sesuatu yang di kerjakannya berhasil karena Tuhan selalu beserta Yusuf. Padahal dia mendapatkan banyak tantangan dalam pekerjaannya, mungkin saja kerinduannya kepada ayahnya karena dia adalah anak yang dimanja ayahnya bisa mengganggu konsentrasinya, atau perlakuan buruk saudara-saudaranya yang telah menjualnya menjadi budak bisa saja mengganggu pikirannya bekerja, belum lagi banyak tantangan yang harus di hadapinya di tempat dia bekerja, dia harus berhadapan dengan godaan istri potifar, dia di penjara. Namun karena Yusuf bekerja bersama dengan penyertaan Tuhan, dia menjadi pribadi yang dapat di percaya, sampai dia menjadi seorang penguasa tertinggi di Mesir. 

Semua tantangan yang kita hadapi di tempat kerja akan dapat kita atasi jika kita bekerja bersama penyertaan Tuhan. Jika prinsip kerja kita hanya untuk manusia, kita bisa bosan, malas, sakit hati, dendam, kita bisa menghalalkan kecurangan, tetapi ketika kita bekerja membawa Iman, Pengharapan dan Kasih, maka Tuhan akan selalu memperbaharui semangat dan kekuatan kita melakukan yang terbaik, bukun untuk manusia tetapi untuk Tuhan.

Firman Tuhan di Roma 12: 11 berkata “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Amsal 6: 6-11 Hai Pemalas Belajarlah Dari Semut

Amsal 6: 6-11 Hai Pemalas Belajarlah Dari Semut

Bacaan Firman Tuhan: Amsal 6:6-11

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Keluaran 23: 1-9 Integritas Umat Tuhan

Keluaran 23: 1-9 Integritas Umat Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: keluaran 23: 1-9

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya. Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Kisah Para Rasul 5:1-11 Ananias dan Safira Mendustai Roh Kudus

Kisah Para Rasul 5:1-11 Ananias dan Safira Mendustai Roh Kudus

Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 5: 1-11

Kita dapat pelajari bagaimana kehidupan jemaat mula-mula sebagaimana kesaksian yang tertulis dalam kitab Kisah Para Rasul, khususnya di Kisah 4: 32-37 bahwa jemaat hidup dengan penuh kasih saling membangun sebagai tubuh Kristus. Mereka hidup tanpa berkekurangan sebab segala kepunyaan yang ada pada mereka menjadi milik bersama. Mereka menjual segala kepunyaannya untuk di bawa dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Diantara jemaat mula-mula itu adalah Ananias dan Safira, pasangan suami istri yang juga menjual sebidang tanah untuk di bawa kehadapan rasul-rasul. Namun ternyata hasil penjualan tanah itu tidak diberikan semua kehadapan rasul-rasul, namun menahannya sebahagian.

Rasul Petrus mengetahui kejahatan hati Ananias dan juga Safira, bahwa mereka tidak jujur, apa yang mereka lakukan itu adalah mendustai Roh Kudus, bukan manusia yang mereka dustai tetapi mereka mendustai Allah. Rasul Petrus menjelaskan bahwa pemberian segala kepunyaan menjadi milik bersama itu bukanlah suatu tuntutan keharusan, bukan pula tekanan kepada jemaat, namun Tuhan menyukai orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor. 9:7), melakukan perbuatan baik, jangan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela (Flm. 1:14).

Rasul Petrus menegaskan bahwa lebih baik mereka tidak menjual tanahnya sama sekali daripada menjual untuk menahan sebagian uang hasil penjualannya. Lebih baik tidak usah memberi jika pemberian itu bukan dari ketulusan bahkan hanya sekedar untuk mendapatkan pujian. Rasul Petrus menyampaikan bahwa tanah itu selama belum diseraahkan kepada rasul adalah kuasa mereka, mau diserahkan apa tidak bergantung pada mereka, namun jika memang benar-benar mau memberikannya, maka selayaknya mereka memberikannya dengan sepenuh hati, apa yang mereka jual dan berapa hasil penjualannya sepenuhnya mereka persembahkan dengan ketulusan.

Ketika kita memberikan hati kita kepada Allah, kita tidak boleh memberikannya sebagian, jika kita mengasihi Allah maka kasihilah dengan segenap hati, akal dan budimu. Sehingga akibat dari dosa mereka yang mendustai Roh Kudus, Ananias dan Safira seketika itu juga meninggal di depan kaki rasul Petrus.

Apa yang terjadi pada Ananias dan Safira ini mengingatkan kita dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Jika kita memang benar-benar mau memberikan hidup kita pada panggilan Tuhan Yesus maka kita harus sepenuhnya memberikan diri kepada Tuhan, bukan setengah hati.

Orang yang setengah hati mengikut Yesus maka bisa seperti Ananias dan Safira ini, yang diperbuatnya hanyalah kemunafikan dan menyalahgunakan nama Tuhan untuk mendapat pujian bagi diri sendiri.

Kita mau di ajar, bahwa Tuhan tidak dapat didustai, apa yang kita lakukan secara tersembunyi di hadapan manusia semuanya terlihat jelas di mata Tuhan. Kita bisa saja mengelabui atau menutup-nutupi apa yang ada dalam hati kita di hadapan sesama kita manusia, namun tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, bahkan Tuhan sendiri yang jauh lebih mengetahui siapa kita dibandingkan kita sendiri.

Kesungguhan iman dan kasih kita kepada Tuhan haruslah dengan kesungguhan mempersembahkan hidup kita menjadi persembahan yang kudus di hadapan Tuhan. Iman kita dengan sendirinya akan teruji kemurniannya dalam menghadapi setiap situasi dalam kehidupan ini, dalam hubungan kita dengan sesama, dalam keluarga, dalam kehidupan berjemaat, dalam pekerjaan dan juga hidup bermasyarakat. Tuhan melihat apa yang kita perbuat, apa yang ada dalam hati kita.