Renungan Minggu I Setelah
Ephipanias, 12 Januari 2024
“Diutus Untuk Memberitakan Firman
Tuhan” – Kisah Para Rasul 8: 14-25
Filipus diangkat para rasul menjadi salah seorang pelayan diakonia (6:5). Ketika Filipus pergi ke Samaria, kuasa Allah menyertainya. Dalam pemberitaan Injil dan tanda-tanda mujizat yang diperlihatkannya, sehingga banyak orang di Samaria menjadi percaya dan Filipus membaptis mereka yang percaya. Salah seorang yang menjadi percaya adalah Simon tukang sihir di Samaria. Simon yang sangat dihormati ,disegani dan diikuti karena sihirnya, tetapi setelah Filipus datang ke Samaria, orang-orang menjadi percaya kepada Filipus.
Ketika para rasul mendengar bahwa ada pertobatan
banyak orang di Samaria, maka diutuslah di antara para rasul yaitu Petrus dan
Yohanes ke Samaria. Mereka berdoa supaya Roh Kudus turun atas mereka yang telah
percaya dan saat penumpangan tangan mereka yang telah percaya menerima Roh
Kudus. Kita dapat memahami peristiwa ini sebagai penyataan tentang keesaan
gereja, yaitu pengakuan orang kristen di Samiria adalah bahagian dari gereja di
Yerusalem. Kedatangan para rasul menompangkan tangan ke Samaria menjelaskan
bahwa Roh Kudus juga bekerja untuk orang Samaria. Maka peristiwa meruntuhkan
pemisahan yang selama ini terjadi antara orang Yahudi dan Samaria (Sosial
maupun religius; Yoh. 4:9).
Kejadian penumpangan tangan yang dilakukan oleh para
rasul menarik perhatian Simon sehingga menawarkan uang kepada para rasul supaya
dia juga dapat melakukan seperti yang dilakukan para rasul. Sehingga Petrus
menegur Simon dengan keras supaya bertobat dan berkata bahwa karunia Allah
tidak bisa dibeli dengan uang. Sebab karunia yang diterima para rasul adalah
dari Tuhan.
Sesuai dengan topik minggu ini “Diutus untuk
memberitakan Firman Tuhan”, maka ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:
1. Filipus
bukanlah seorang rasul, dia hanyalah diaken yang diangkat para rasul untuk
melayani pelayanan sosial. Tetapi Filipus dapat menjadi pekabar Injil yang
menuai banyak tuaian. Semua orang percaya tidak hanya pelayan yang diangkat
sebagai pelayanan khusus mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk memberitakan
Injil, tetapi semua orang percaya diutus Tuhan memberitakan Injil dalam
kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan oleh Filipus, sekalipun dasar
pengutusannya adalah pelayanan sosial (7) namun kenyataan bahwa dari
pelayanannya itu banyak orang yang menjadi percaya. Dalam pekerjaan dan
kehidupan sehari-hari, kita membawa dampak yang baik, menjadi berkat bagi orang
lain, membawa perdamaian, memperlihatkan sikap dan perbuatan seperti yang
diajarkan oleh Tuhan Yesus. Hal yang seperti ini adalah jalan bagi kita
memberitakan Injil.
2. Dari
rasul Petrus dan Yohanes kita diajarkan untuk memiliki integritas sebagai
seorang kristen dan sebagai pemberita Injil. Kita harus menjadi hamba yang
setia dan dapat dipercaya. Kesetiaan kita kepada kebenaran firman Tuhan tidak
dapat dibeli dengan apapun. Supaya kita tidak tergoda oleh kenikmatan dan
kesenangan dunia sehingga kita menggadaikan iman. Jangan kita berubah dari
kebenaran karena apapun kenikmatan dunia yang ditawarkan.
No comments :
Post a Comment