Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, January 11, 2025

Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan

 

Renungan Minggu I Setelah Ephipanias, 12 Januari 2024

“Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan” – Kisah Para Rasul 8: 14-25

Filipus diangkat para rasul menjadi salah seorang pelayan diakonia (6:5). Ketika Filipus pergi ke Samaria, kuasa Allah menyertainya. Dalam pemberitaan Injil dan tanda-tanda mujizat yang diperlihatkannya, sehingga banyak orang di Samaria menjadi percaya dan Filipus membaptis mereka yang percaya. Salah seorang yang menjadi percaya adalah Simon tukang sihir di Samaria. Simon yang sangat dihormati ,disegani dan diikuti karena sihirnya, tetapi setelah Filipus datang ke Samaria, orang-orang menjadi percaya kepada Filipus.

Ketika para rasul mendengar bahwa ada pertobatan banyak orang di Samaria, maka diutuslah di antara para rasul yaitu Petrus dan Yohanes ke Samaria. Mereka berdoa supaya Roh Kudus turun atas mereka yang telah percaya dan saat penumpangan tangan mereka yang telah percaya menerima Roh Kudus. Kita dapat memahami peristiwa ini sebagai penyataan tentang keesaan gereja, yaitu pengakuan orang kristen di Samiria adalah bahagian dari gereja di Yerusalem. Kedatangan para rasul menompangkan tangan ke Samaria menjelaskan bahwa Roh Kudus juga bekerja untuk orang Samaria. Maka peristiwa meruntuhkan pemisahan yang selama ini terjadi antara orang Yahudi dan Samaria (Sosial maupun religius; Yoh. 4:9).

Kejadian penumpangan tangan yang dilakukan oleh para rasul menarik perhatian Simon sehingga menawarkan uang kepada para rasul supaya dia juga dapat melakukan seperti yang dilakukan para rasul. Sehingga Petrus menegur Simon dengan keras supaya bertobat dan berkata bahwa karunia Allah tidak bisa dibeli dengan uang. Sebab karunia yang diterima para rasul adalah dari Tuhan.

Sesuai dengan topik minggu ini “Diutus untuk memberitakan Firman Tuhan”, maka ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:

              1.       Filipus bukanlah seorang rasul, dia hanyalah diaken yang diangkat para rasul untuk melayani pelayanan sosial. Tetapi Filipus dapat menjadi pekabar Injil yang menuai banyak tuaian. Semua orang percaya tidak hanya pelayan yang diangkat sebagai pelayanan khusus mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk memberitakan Injil, tetapi semua orang percaya diutus Tuhan memberitakan Injil dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan oleh Filipus, sekalipun dasar pengutusannya adalah pelayanan sosial (7) namun kenyataan bahwa dari pelayanannya itu banyak orang yang menjadi percaya. Dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, kita membawa dampak yang baik, menjadi berkat bagi orang lain, membawa perdamaian, memperlihatkan sikap dan perbuatan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Hal yang seperti ini adalah jalan bagi kita memberitakan Injil.

            2.       Dari rasul Petrus dan Yohanes kita diajarkan untuk memiliki integritas sebagai seorang kristen dan sebagai pemberita Injil. Kita harus menjadi hamba yang setia dan dapat dipercaya. Kesetiaan kita kepada kebenaran firman Tuhan tidak dapat dibeli dengan apapun. Supaya kita tidak tergoda oleh kenikmatan dan kesenangan dunia sehingga kita menggadaikan iman. Jangan kita berubah dari kebenaran karena apapun kenikmatan dunia yang ditawarkan. 

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan

 

Renungan Minggu I Setelah Ephipanias, 12 Januari 2024

“Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan” – Kisah Para Rasul 8: 14-25

Filipus diangkat para rasul menjadi salah seorang pelayan diakonia (6:5). Ketika Filipus pergi ke Samaria, kuasa Allah menyertainya. Dalam pemberitaan Injil dan tanda-tanda mujizat yang diperlihatkannya, sehingga banyak orang di Samaria menjadi percaya dan Filipus membaptis mereka yang percaya. Salah seorang yang menjadi percaya adalah Simon tukang sihir di Samaria. Simon yang sangat dihormati ,disegani dan diikuti karena sihirnya, tetapi setelah Filipus datang ke Samaria, orang-orang menjadi percaya kepada Filipus.

Ketika para rasul mendengar bahwa ada pertobatan banyak orang di Samaria, maka diutuslah di antara para rasul yaitu Petrus dan Yohanes ke Samaria. Mereka berdoa supaya Roh Kudus turun atas mereka yang telah percaya dan saat penumpangan tangan mereka yang telah percaya menerima Roh Kudus. Kita dapat memahami peristiwa ini sebagai penyataan tentang keesaan gereja, yaitu pengakuan orang kristen di Samiria adalah bahagian dari gereja di Yerusalem. Kedatangan para rasul menompangkan tangan ke Samaria menjelaskan bahwa Roh Kudus juga bekerja untuk orang Samaria. Maka peristiwa meruntuhkan pemisahan yang selama ini terjadi antara orang Yahudi dan Samaria (Sosial maupun religius; Yoh. 4:9).

Kejadian penumpangan tangan yang dilakukan oleh para rasul menarik perhatian Simon sehingga menawarkan uang kepada para rasul supaya dia juga dapat melakukan seperti yang dilakukan para rasul. Sehingga Petrus menegur Simon dengan keras supaya bertobat dan berkata bahwa karunia Allah tidak bisa dibeli dengan uang. Sebab karunia yang diterima para rasul adalah dari Tuhan.

Sesuai dengan topik minggu ini “Diutus untuk memberitakan Firman Tuhan”, maka ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:

              1.       Filipus bukanlah seorang rasul, dia hanyalah diaken yang diangkat para rasul untuk melayani pelayanan sosial. Tetapi Filipus dapat menjadi pekabar Injil yang menuai banyak tuaian. Semua orang percaya tidak hanya pelayan yang diangkat sebagai pelayanan khusus mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk memberitakan Injil, tetapi semua orang percaya diutus Tuhan memberitakan Injil dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan oleh Filipus, sekalipun dasar pengutusannya adalah pelayanan sosial (7) namun kenyataan bahwa dari pelayanannya itu banyak orang yang menjadi percaya. Dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, kita membawa dampak yang baik, menjadi berkat bagi orang lain, membawa perdamaian, memperlihatkan sikap dan perbuatan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Hal yang seperti ini adalah jalan bagi kita memberitakan Injil.

            2.       Dari rasul Petrus dan Yohanes kita diajarkan untuk memiliki integritas sebagai seorang kristen dan sebagai pemberita Injil. Kita harus menjadi hamba yang setia dan dapat dipercaya. Kesetiaan kita kepada kebenaran firman Tuhan tidak dapat dibeli dengan apapun. Supaya kita tidak tergoda oleh kenikmatan dan kesenangan dunia sehingga kita menggadaikan iman. Jangan kita berubah dari kebenaran karena apapun kenikmatan dunia yang ditawarkan. 

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Kisah Para Rasul / Pekabaran Injil dengan judul Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://sukacitamu.blogspot.com/2025/01/kisah-para-rasul-814-25-diutus-untuk.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan "