Tidak akan pernah habisnya jika kita
membicarakan keagungan karya ciptaan Tuhan atas seluruh kehidupan ini
selain kita hanya mampu untuk bersyukur dan memuji kebesaranNya.
Mulai dari sesuatu yang terkecil yang tidak dapat dilihat dengan
kasat mata sampai kepada yang benda-benda terbesar, Tuhan menyusun
sedemikian rupa hingga tercipta harmonisasi kehidupan.
Dalam nyanyian Mazmur ini kita dapat
menyaksikan bagaimana Allah diagungkan sebagai pencipta yang sungguh
besar, bahwa kehidupan dalam alam semesta adalah bersumber dari Dia
saja, dengan memberikan roh-Nya segala sesuatunya hidup. Sehingga
pemazmur menyatakan selama hidupnya biarlah ia bernyanyi bagi Tuhan.
Oleh sebab keagungan ciptaan Tuhan akan
alam semesta Tuhan sungguh sangat bersukacita atas semua ciptaanNya
(ay. 31). Semua alam ciptaan hidup sesuai dengan rencana dan
kehendakNya, semuanya hidup sesuai dengan pemeliharaan Tuhan saja
(ay. 27). Semua alam ciptaan taat dan hidup dalam pemeliharaan Tuhan
adalah sebab mereka menerima kehidupan yaitu roh Allah.
Bagaimana dengan kita manusia, sebagai
mahluk ciptaan yang mulia? Adakah Tuhan juga bersukacita atas
kehidupan kita? Bahkan lebih dari itu manusia bahkan telah merusak
alam yang membuat Allah bersukacita. Bahwa sudah banyak manusia yang
menjadi perusak tatanan kehidupan alam dan juga diantara manusia itu
sendiri.
Melalui peringatan Pentakosta, kita
diingatkan kembali supaya kita sebagai orang percaya menghargai dan
menghormati kehidupan yang telah diciptakan oleh Allah. Ketaatan dan
kesetiaan kita kepadaNya hanyalah boleh terjadi ketika kita memiliki
pengenalan akan Tuhan dengan baik dan itu hanya dapat dilakukan oleh
kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika kita melihat alam semesta
dan segala mahluk yang hidup di muka bumi ini, maka kita pun akan
memuliakan Tuhan pencipta, terlebih jika kita melihat sesama kita
manusia yang sama-sama kita adalah mahluk ciptaan Allah yang mulia
sudah selayaknya kita memuji kebesaran Tuhan.

Tidak akan pernah habisnya jika kita
membicarakan keagungan karya ciptaan Tuhan atas seluruh kehidupan ini
selain kita hanya mampu untuk bersyukur dan memuji kebesaranNya.
Mulai dari sesuatu yang terkecil yang tidak dapat dilihat dengan
kasat mata sampai kepada yang benda-benda terbesar, Tuhan menyusun
sedemikian rupa hingga tercipta harmonisasi kehidupan.
Dalam nyanyian Mazmur ini kita dapat
menyaksikan bagaimana Allah diagungkan sebagai pencipta yang sungguh
besar, bahwa kehidupan dalam alam semesta adalah bersumber dari Dia
saja, dengan memberikan roh-Nya segala sesuatunya hidup. Sehingga
pemazmur menyatakan selama hidupnya biarlah ia bernyanyi bagi Tuhan.
Oleh sebab keagungan ciptaan Tuhan akan
alam semesta Tuhan sungguh sangat bersukacita atas semua ciptaanNya
(ay. 31). Semua alam ciptaan hidup sesuai dengan rencana dan
kehendakNya, semuanya hidup sesuai dengan pemeliharaan Tuhan saja
(ay. 27). Semua alam ciptaan taat dan hidup dalam pemeliharaan Tuhan
adalah sebab mereka menerima kehidupan yaitu roh Allah.
Bagaimana dengan kita manusia, sebagai
mahluk ciptaan yang mulia? Adakah Tuhan juga bersukacita atas
kehidupan kita? Bahkan lebih dari itu manusia bahkan telah merusak
alam yang membuat Allah bersukacita. Bahwa sudah banyak manusia yang
menjadi perusak tatanan kehidupan alam dan juga diantara manusia itu
sendiri.
Melalui peringatan Pentakosta, kita
diingatkan kembali supaya kita sebagai orang percaya menghargai dan
menghormati kehidupan yang telah diciptakan oleh Allah. Ketaatan dan
kesetiaan kita kepadaNya hanyalah boleh terjadi ketika kita memiliki
pengenalan akan Tuhan dengan baik dan itu hanya dapat dilakukan oleh
kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika kita melihat alam semesta
dan segala mahluk yang hidup di muka bumi ini, maka kita pun akan
memuliakan Tuhan pencipta, terlebih jika kita melihat sesama kita
manusia yang sama-sama kita adalah mahluk ciptaan Allah yang mulia
sudah selayaknya kita memuji kebesaran Tuhan.

No comments :
Post a Comment