Renungan Minggu X
Setelah Trinitatis
“Menjadi Berkat Di
Dalam Tuhan” – Kejadian 39: 1-5
Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus
Renungan Minggu X
Setelah Trinitatis
“Menjadi Berkat Di
Dalam Tuhan” – Kejadian 39: 1-5
Bacaan Firman Tuhan: Matius 13: 31-35
Setelah Yesus mengajar orang banyak tentang perumpamaan tentang seorang penabur, bahwa benih penabur itu ada yang jatuh pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di tengah semak duri dan di tanah yang baik (13:1-9). Selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan lebih dalam lagi arti perumpamaan itu kepada murid-muridNya dengan perumpamaan-perumpamaan lain, dan salah satunya adalah nas ini, yaitu perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi.
Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 2:14-17
Iman tanpa perbuatan
adalah mati
Setia melakukan Firman Tuhan
Minggu I
Setelah Trinitatis, 11 Juni 2023
Imanmu Telah
Menyelamatkan Engkau – Matius 9: 18-26
Dua kisah penyembuhan yang terangkai dalam sebuah kisah dalam nas ini, yaitu ketika Yesus menerima permohonan kepala rumah ibadat yang bernama Yairus (Markus 5:21-43) untuk menyembuhkan anaknya perempuan yang baru saja meninggal (Markus = sedang sakit, hampir mati dan ketika Yesus masih dalam perjalanan keluarga Yarius memberitahu bahwa anaknya telah mati) dan perempuan yang telah 12 tahun menderita pendarahan.
Bacaan Firman Tuhan: Filipi 4: 1-7
Jemaat Filipi dirintis pada perjalanan misi kedua Paulus (Kis. 16). Ketika mendengar bahwa Paulus ada di dalam Penjara (kemungkinan di penjara Roma – Kis. 28: 16-31), mereka mengutus Epafroditus untuk mengunjungi Paulus di penjara dan sekaligus membawakan persembahan kasih dari jemaat Filipi kepada Paulus. Melalui surat ini, Paulus menuliskan ungkapan syukurnya atas kebaikan jemaat Filipi dan menjelaskan bagaimana keadaannya dalam penjara, bahwa sekalipun dalam penjara tidak menyenangkan, namun Paulus dilimpahi dengan sukacita dari Tuhan. jika Paulus di hukum mati, maka itu adalah keuntungan baginya dapat hidup bersama Kristus, namun jika dibebaskan maka itu artinya dia akan memberitakan Injil lebih banyak lagi.
Bersukacita Karena Percaya – Yohanes 9: 35-41
Seharusnya ada sukacita ketika terjadi kesembuhan, namun ada situasi yang berbeda yang terjadi, yakni ketika seorang yang buta sejak lahir dapat melihat lagi melalui mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Namun tetangga-tetangganya bingung dan heran dengan apa yang telah terjadi, orangtuanya justru takut dikucilkan dan orang-orang farisi menjadi sangat marah karena mereka mendapatkan penjelasan bahwa yang menyembuhkannya adalah Yesus dan bertepatan pada hari sabat. Kesembuhan orang buta itu tidak disambut dengan sukacita, justru menimbulkan perdebatan antara orang buta yang telah sembuh itu dengan orang-orang farisi dan berakhir dengan mengusir orang yang telah sembuh itu.
Bacaan Firman Tuhan: Roma 4: 1-5; 13-17
Dalam nas ini rasul Paulus menjelaskan tentang pembenaran oleh iman untuk meluruskan pemahaman orang-orang Yahudi yang beranggapan bahwa mereka dibenarkan dihadapan Tuhan jika mereka melakukan hukum taurat. Paulus menjelaskan bahwa tidak ada perbuatan manusia yang bisa melayakkan dirinya benar dihadapan Tuhan, kita tidak bisa membenarkan diri dihadapan Tuhan dengan mengatakan “Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu, sekarang mana upahku Tuhan?”. kita tidak bisa membenarkan diri tetapi kitalah yang dibenarkan oleh Tuhan, yang oleh anugerahNya kita dilayakkan mendapat sesuatu yang berharga yang semestinya kita tidak layak menerimannya.
Renungan Minggu X
Setelah Trinitatis
“Menjadi Berkat Di
Dalam Tuhan” – Kejadian 39: 1-5
Bacaan Firman Tuhan: Matius 13: 31-35
Setelah Yesus mengajar orang banyak tentang perumpamaan tentang seorang penabur, bahwa benih penabur itu ada yang jatuh pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di tengah semak duri dan di tanah yang baik (13:1-9). Selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan lebih dalam lagi arti perumpamaan itu kepada murid-muridNya dengan perumpamaan-perumpamaan lain, dan salah satunya adalah nas ini, yaitu perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi.
Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 2:14-17
Iman tanpa perbuatan
adalah mati
Setia melakukan Firman Tuhan
Minggu I
Setelah Trinitatis, 11 Juni 2023
Imanmu Telah
Menyelamatkan Engkau – Matius 9: 18-26
Dua kisah penyembuhan yang terangkai dalam sebuah kisah dalam nas ini, yaitu ketika Yesus menerima permohonan kepala rumah ibadat yang bernama Yairus (Markus 5:21-43) untuk menyembuhkan anaknya perempuan yang baru saja meninggal (Markus = sedang sakit, hampir mati dan ketika Yesus masih dalam perjalanan keluarga Yarius memberitahu bahwa anaknya telah mati) dan perempuan yang telah 12 tahun menderita pendarahan.
Bacaan Firman Tuhan: Filipi 4: 1-7
Jemaat Filipi dirintis pada perjalanan misi kedua Paulus (Kis. 16). Ketika mendengar bahwa Paulus ada di dalam Penjara (kemungkinan di penjara Roma – Kis. 28: 16-31), mereka mengutus Epafroditus untuk mengunjungi Paulus di penjara dan sekaligus membawakan persembahan kasih dari jemaat Filipi kepada Paulus. Melalui surat ini, Paulus menuliskan ungkapan syukurnya atas kebaikan jemaat Filipi dan menjelaskan bagaimana keadaannya dalam penjara, bahwa sekalipun dalam penjara tidak menyenangkan, namun Paulus dilimpahi dengan sukacita dari Tuhan. jika Paulus di hukum mati, maka itu adalah keuntungan baginya dapat hidup bersama Kristus, namun jika dibebaskan maka itu artinya dia akan memberitakan Injil lebih banyak lagi.
Bersukacita Karena Percaya – Yohanes 9: 35-41
Seharusnya ada sukacita ketika terjadi kesembuhan, namun ada situasi yang berbeda yang terjadi, yakni ketika seorang yang buta sejak lahir dapat melihat lagi melalui mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Namun tetangga-tetangganya bingung dan heran dengan apa yang telah terjadi, orangtuanya justru takut dikucilkan dan orang-orang farisi menjadi sangat marah karena mereka mendapatkan penjelasan bahwa yang menyembuhkannya adalah Yesus dan bertepatan pada hari sabat. Kesembuhan orang buta itu tidak disambut dengan sukacita, justru menimbulkan perdebatan antara orang buta yang telah sembuh itu dengan orang-orang farisi dan berakhir dengan mengusir orang yang telah sembuh itu.
Bacaan Firman Tuhan: Roma 4: 1-5; 13-17
Dalam nas ini rasul Paulus menjelaskan tentang pembenaran oleh iman untuk meluruskan pemahaman orang-orang Yahudi yang beranggapan bahwa mereka dibenarkan dihadapan Tuhan jika mereka melakukan hukum taurat. Paulus menjelaskan bahwa tidak ada perbuatan manusia yang bisa melayakkan dirinya benar dihadapan Tuhan, kita tidak bisa membenarkan diri dihadapan Tuhan dengan mengatakan “Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu, sekarang mana upahku Tuhan?”. kita tidak bisa membenarkan diri tetapi kitalah yang dibenarkan oleh Tuhan, yang oleh anugerahNya kita dilayakkan mendapat sesuatu yang berharga yang semestinya kita tidak layak menerimannya.
Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan Habakuk melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya bertindak, namu...